Al Imām Az Zuhriy rahimahullāh ta'āla: في علم المغازي علم الآخرة و الدنيا "Dalam ilmu sejarah Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam ada ilmu akhirat dan ilmu dunia."

Rabu, 23 November 2016

HSI 01 - 07 Termasuk Syirik Memakai Jimat

by Rory Rachmad  |  in HSI 01 at  23 November



بسم الله الرحمن الرحيم ,السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه , الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله

Halaqah yang ke 7, Termasuk Syirik Memakai Jimat

Saudaraku sekalian Allâh عزّوجلّ adalah Dzat yang memberi manfaat dan mudhorot. Kalau Allâh menghendaki untuk memberikan manfaat kepada seseorang maka tidak akan ada yang bisa mencegahnya.Demikian pula sebaliknya ketika Allâh menghendaki untuk menimpakan musibah kepada seseorang maka tidak akan ada yang bisa menolaknya.Keyakinan tersebut melazimkan kita sebagai seorang muslim untuk hanya bergantung kepada Allâh semata dan merasa cukup dengan Allâh dalam usaha mendapatkan manfaat dan menghindari mudhorot. Seperti Dalam Mencari rezeki, Mencari keselamatan, Mencari kesembuhan dari penyakit dan lain-lain. 

Dan tidak bergantung sekali² kepada benda-benda yang dikeramatkan, seperti : Jimat, Wafaq, Susuk dan berbagai jenisnya. Rasûlullâh ﷺ bersabda:

مَنْ عَلَّقَ تَمِيمَةً فَقَدْ أَشْرَكَ

"Barang siapa yang menggantungkan tamimah (jimat) dan semisalnya maka sungguh dia telah berbuat syirik. (HR. Imam Ahmad dan di shahihkan oleh Syeikh Al-Albani Rahimahullâh)

Apabila meyakini bahwa barang tersebut adalah sebab atau perantara maka ini termasuk syirik kecil. Karena dia telah menjadikan sesuatu yang bukan sebab sebagai sebab, padahal yang berhak menentukan sesuatu itu sebab atau tidak adalah Dzat yang menciptakannya yaitu Allâh سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى Kemudian, Apabila dia meyakini bahwa barang tersebut dengan sendirinya memberikan manfaat dan memberikan mudhorot maka ini termasuk syirik besar yang bisa mengeluarkan seseorang dari islam. 

Semoga Allâh سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى memudahkan kita dan juga saudara-saudara kita untuk meninggalkan perbuatan syirik yang sudah tersebar ini dan menjadikan ketergantungan hati kita dan mereka hanya kepada Allâh. حسبنا لله ونعم الوكيل

Itulah halaqah yang ke 7 dan sampai bertemu kembali pada halaqah yang selanjutnya, Insyaa Allâh,


وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

وصلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه أجمعين


Ustadz Abdullah Roy 
Di kota al Madinah
*Materi audio ini disampaikan didalam Group WA Halaqah Silsilah Ilmiyyah HSI Abdullah Roy



kepada Anggota HSI dilarang menyebarkan transkrip ini di Group HSI yang sedang berjalan.

gunakan https://www.roryrachmad.net (jika tidak bisa buka halaman)
Proudly Powered by Abu Uwais.