Al Imฤm Az Zuhriy rahimahullฤh ta'ฤla: ููŠ ุนู„ู… ุงู„ู…ุบุงุฒูŠ ุนู„ู… ุงู„ุขุฎุฑุฉ ูˆ ุงู„ุฏู†ูŠุง "Dalam ilmu sejarah Nabi shallallฤhu 'alayhi wa sallam ada ilmu akhirat dan ilmu dunia."

Jumat, 30 Desember 2016

Agar Ringan Dalam Menghadapi Permasalahan Hidup Bagian 2

by Rory Rachmad  |  at  30 Desember

๐ŸŒ BimbinganIslam.com
Selasa, 22 Shafar 1438 H / 22 November 2016 M
๐Ÿ‘ค Ustadz Dr. Ainul Haris, Lc. MA
๐Ÿ“” Materi Tematik | Agar Ringan Dalam Menghadapi Permasalahan Hidup (Bag.2)
⬇ Download audio: bit.ly/BiAS-Tmk-AH-ARDMPH-02
-----------------------------------

AGAR RINGAN DALAM MENGHADAPI PERMASALAHAN HIDUP (BAG. 2)


ุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ّู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡
ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุฑุจّ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู† ูˆุงู„ุตู„ุงุฉ ูˆุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ู‰ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฃู…ูŠู† ูˆุนู„ู‰ ุขู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ุฃุฌู…ุนูŠู†، ุฃَู…َّุง ุจَุนْุฏُ

Ikhwan dan akhwat rahimani wa rahimakumullฤh.

Jelasnya setiap kita pasti memiliki masalah, tetapi ada orang yang memiliki sekian banyak masalah dan dia mampu untuk menghadapi masalah itu dengan cerah, ringan dan tanpa beban.

Sebaliknya, ada orang yang memiliki hanya satu dua masalah bahkan mungkin masalah yang dia hadapi itu termasuk masalah kecil dan sederhana namun dia menghadapi masalah itu seakan sebagai masalah yang sangat besar.

Dia memperbesar persoalan hidupnya lebih dari kenyataan yang sebenarnya.

Sehingga dia menyikapi secara berlebihan dan karenanya dia menjadi menderita meskipun dia hanya menghadapi masalah yang sederhana, masalah yang menyangkut tentang dirinya.

Sementara ada orang yang memiliki sekian banyak masalah, memikirkan masalah yang sedemikian berat, tidak hanya masalah yang menyangkut dirinya tapi menyangkut ribuan orang, menyangkut sekian banyak orang akan tetapi dia masih bisa menyelesaikan dengan senyuman, dengan segala bentuk keringanan hidup dan dia tidak ada beban.

Ikhwan dan akhwat, rahimani wa rahimakumullฤh.

Ada juga orang yang kemudian mengambil sebuah kesimpulan pintas dan praktis bahwa semua masalah akan bisa diselesaikan dengan uang.

Karena dengan uang semua bisa diselesaikan, semua bisa ditutupi.

Apabila ini adalah sesuatu yang benar tentu kita tidak akan mendengar seperti di Amerika (misalnya), ada seorang milyuner yang merasa bahwa hartanya yang melimpah, karyawannya yang berjumlah ribuan, malah memenjarakan dirinya. Malah dia mengatakan bahwa hartanya itulah yang menjadi sumber masalah bagi dia.

Karena itu kita sebagai seorang muslim, hendaknya kembali kepada apa yang diajarkan oleh Allฤh dan Rasลซl-Nya, bagaimana semestinya kita menghadapi persoalan-persoalan hidup.

Timbul satu pertanyaan besar, dari manakah kita memulai jawaban?

Dari manakah kita bisa menghadapi persoalan hidup, baik yang berat maupun yang ringan dengan tanpa beban dengan tanpa meninggalkan persoalan-persoalan baru?

Dari kasus-kasus kehidupan yang nyata dan real di dalam masyarakat, ternyata kita melihat antara satu orang dengan yang lainnya memiliki prespektif yang berbeda, cara pandang yang berbeda, untuk menyelesaikan persoalan-persoalan hidup.

Kalau di dalam pandangan Islฤm, di dalam prespektif Islฤm, kunci utama sehingga kita bisa menghadapi hidup ini dengan ringan dengan lapang, betapapun banyak masalah yang kita hadapi dan yang harus kita selesaikan, adalah dengan imฤn yang kokoh kepada Allฤh Subhฤnahu wa Ta'ฤla.

Menurut konsep Islฤm, sesuatu yang sifatnya materi atau di luar diri manusia tidaklah sebagai solusi dari persoalan hidup.

Betapa banyak orang yang banyak uang, memiliki popularitas, memiliki jabatan yang tinggi tapi malah tidak kuat menanggung beban dan masalah hidup.

Karena dengan hartanya yang banyak dan dengan semakin tinggi jabatan, semakin tenar seseorang maka semakin banyak persoalan-persoalan yang dia hadapi. Baik berkaitan dengan relasinya, berkaitan dengan apa yang harus dia jaga dari hartanya dan sebagainya.

Akhirnya, bahkan di antara mereka, karena tidak kuat menanggung berbagai problem hidup itu, ada diantaranya yang kemudian stres atau malah bunuh diri, sebagaimana kita sudah sebutkan beberapa contoh yang tadi.

Allฤh Subhฤnahu wa Ta'ฤla, berkaitan dengan kunci kita sebagai seorang muslim dalam menghadapi hidup, menyatakan sebuah petunjuk di dalam firman-Nya:

ูَุฅِู…َّุง ูŠَุฃْุชِูŠَู†َّูƒُู…ْ ู…ِู†ِّูŠ ู‡ُุฏًู‰ ูَู…َู†ِ ุงุชَّุจَุนَ ู‡ُุฏَุงูŠَ ูَู„َุง ูŠَุถِู„ُّ ูˆَู„َุง ูŠَุดْู‚َู‰ٰ* ูˆَู…َู†ْ ุฃَุนْุฑَุถَ ุนَู†ْ ุฐِูƒْุฑِูŠ ูَุฅِู†َّ ู„َู‡ُ ู…َุนِูŠุดَุฉً ุถَู†ْูƒًุง ูˆَู†َุญْุดُุฑُู‡ُ ูŠَูˆْู…َ ุงู„ْู‚ِูŠَุงู…َุฉِ ุฃَุนْู…َู‰ٰ

"Maka jika datang kepadamu petunjuk dariku, lalu barang siapa yang mengikuti petunjukku dia tidak akan sesat dan tidak akan celaka, dan barang siapa yang berpaling dari peringatanku maka sesungguhnya baginya kehidupan yang sempit dan kami akan menghimpunnya pada hari kiamat dalam keadaan buta." (QS Thaha: 123-124)

Dalam tafsir Al Aisarit Tafฤsฤซr karya Syaikh Al Jazairy disebutkan tentang ayat ini bahwa:

"Mengikuti petunjuk Allฤh berarti beriman terhadap petunjuk Allฤh itu, sekaligus mengamalkannya. Jika demikian maka tidak akan tersesat orang itu dalam kehidupannya baik di dunia dan dia tidak akan celaka dalam kehidupannya nanti di akhirat."

Sebaliknya dalam tafsir yang sama disebutkan:

"Barang siapa yang tidak beriman kepada Allฤh tidak mau mengamalkan petunjuk yang diberikan oleh Allฤh Subhฤnahu wa Ta'ฤla, maka dia akan merasakan balasan dari Allฤh berupa kehidupan yang sempit, tidak akan bisa merasakan kebahagiaan hidup dalam dunianya apalagi nanti ketika dia di giring di alam akhirat pada hari kiamat."
__________

Mari bersama mengambil peran dalam dakwah...
Dengan menjadi Donatur Rutin Program Dakwah Cinta Sedekah

1. Pembangunan & Pengembangan 100 Rumah Tahfizh
2. Support Radio Dakwah dan Artivisi
3. Membantu Pondok Pesantren Ahlu Sunnah Wal Jamaah di Indonesia

Silakan mendaftar di :

Hidup Berkah dengan Cinta Sedekah
------------------------------------------


gunakan https://www.roryrachmad.net (jika tidak bisa buka halaman)
Proudly Powered by Abu Uwais.