Al Imām Az Zuhriy rahimahullāh ta'āla: في علم المغازي علم الآخرة و الدنيا "Dalam ilmu sejarah Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam ada ilmu akhirat dan ilmu dunia."

Kamis, 29 Desember 2016

Kajian 65 | Fiqh Shalāt Istisqa'

by Rory Rachmad  |  in Matan abu syuja' at  29 Desember

🌍 BimbinganIslam.com
Kamis, 16 Rabi'ul Awwal 1438 H / 15 Desember 2016 M
👤 Ustadz Fauzan ST, MA
📗 Matan Abū Syujā' | Kitāb Shalāt
🔊 Kajian 65 | Fiqh Shalāt Istisqa'
⬇ Download audio: bit.ly/BiAS-FZ-H065
〰〰〰〰〰〰〰

FIQH SHALĀT ISTISQA'


بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله  وبعة

Para shahābat Bimbingan Islām yang dirahmati Allāh Subhānahu wa Ta'āla, sekarang kita memasuki halaqah yang  ke-65 dan  masuk pada fasal berikutnya yaitu tentang shalāt Istisqa'

قال المؤلف رحمه الله

Berkata penulis rahimahullāh:

صلاة الاستسقاء: وصلاة الاستسقاء مسنونة

Dan shalāt Istisqa' hukumnya adalah sunnah.

▪ Pengertian Shalāt Istisqa'

Shalāt Istisqa' adalah shalāt sunnah dengan cara khusus untuk meminta hujan kepada Allāh Ta'āla manakala terjadi kemarau dan kekeringan.

Dalīlnya adalah:

عَنْ  عَبَّادَ بْنَ تَمِيمٍ، عَنْ عَمِّهِ، قَالَ خَرَجَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم إِلَى الْمُصَلَّى يَسْتَسْقِي، وَاسْتَقْبَلَ الْقِبْلَةَ فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ، وَقَلَبَ رِدَاءَهُ. قَالَ سُفْيَانُ فَأَخْبَرَنِي الْمَسْعُودِيُّ عَنْ أَبِي بَكْرٍ قَالَ جَعَلَ الْيَمِينَ عَلَى الشِّمَالِ. (رواه البخاري ومسلم)

Dari  Ubbād bin Tamīm radhiyallāhu 'anhu dari pamannya, beliau berkata bahwa Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam keluar menuju lapangan (tempat shalāt) untuk melaksanakan shalāt Istisqa', lalu beliau menghadap kiblat kemudian shalāt 2 (dua) raka'at, kemudian membalikkan selendangnya, menjadikan selendang bagian kanan menjadi bagian kiri.

(Hadīts shahīh riwayat Bukhāri 1027 dan Muslim 894)

▪ Tempat dan Waktu Shalāt Istisqa'

⇒ Tempat Shalāt Istisqa'

Tempat shalāt Istisqa' adalah seperti tempat  shalāt 'Ied, boleh dilakukan di masjid namun lebih afdhal apabila dilakukan di lapangan terbuka.

⇒ Waktu Shalāt Istisqa'

Waktu shalāt Istisqa' diperbolehkan  diseluruh waktu (kecuali) waktu yang terlarang.

قال المؤلف رحمه الله
فيأمرهم الإمام بالتوبة والصدقة والخروج من المظالم ومصالحة الأعداء وصيام ثلاثة أيام

Berkata penulis rahimahullāh:

Maka hendaknya seorang Imām memerintahkan mereka (jama'ahnya) untuk bertaubat, bersedekah dan melepaskan diri dari kezhaliman, menghilangkan permusuhan dan puasa selama tiga hari.

Ini adalah perkara yang disunnahkan bagi seorang Imām (yaitu) untuk mengagungkan Allāh Subhānahu wa Ta'āla dihati para hamba-Nya dan juga agar mereka takut akan adzab Allāh Subhānahu wa Ta'āla dan menyuruh mereka untuk melaksanakan berbagai macam bentuk kebaikan.

Karena tidaklah datang sebuah musibah melainkan disebabkan karena perbuatan maksiat yang dilakukan oleh seorang hamba sehingga mengundang murka Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

قال المؤلف رحمه الله:
ثم يخرج بهم في اليوم الرابع في ثياب بذلة واستكانة وتضرع

Berkata penulis rahimahullāh:

Kemudian pada hari keempat, seorang Imām keluar dengan jama'ahnya dengan pakaian yang sederhana, pakaian miskin dan juga dengan merendahkan diri.

Hal ini untuk menunjukkan rasa butuh kepada Allāh, dan berharap akan kasih sayangNya dan menunjukkan kefaqiran di  hadapan Allāh.

▪ Tata Cara Shalāt Istisqa'

قال المؤلف رحمه الله
ويصلي بهم ركعتين كصلاة العيدين ثم يخطب بعدهما ويحول رداءه ويكثر من الدعاء والاستغفار ويدعو بدعاء رسول الله صلى الله عليه وسلم وهو:

Berkata penulis rahimahullāh:

Imām shalāt bersama jama'ahnya 2 (dua) raka'at, seperti shalāt 'Iedul Fitri dan 'Iedul Adha,

Kemudian,

√ Imām berkhutbah setelahnya (selesai shalāt)
√ Imām setelah itu membalikkan selendangnya
√ Memperbanyak doa dan istighfar,
√ Dan berdoa dengan do'a Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam

Diantara do'a Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam, adalah:

اللَّهُمَّ اجْعَلَهَا سُقْيَا رَحْمَةٍ وَلَا تَجْعَلَهَا سُقْيَا عَذَابٍ وَلَا مَحَقٍ وَلَا بَلَاءٍ وَلَا هَدَمٍ وَلَا غَرَقٍ

"Yā Allāh, Jadikanlah hujan tersebut hujan rahmat yaitu hujan yang penuh dengan kasih sayang dan jangan jadikan hujan adzab, ataupun kehancuran, bencana, kebinasaan, ataupun hujan yang menenggelamkan."

اللَّهُمَّ عَلَى الظِّرَابِ وَالأَكَامِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ وَبُطُوْنِ الأَوْدِيْةِ

"Yā Allāh, curahkanlah hujan diatas gunung-gunung kecil dan diatas perbukitan, tempat tumbuhnya tanaman, dan diatas lembah."

 اللَّهُمَّ حَوَالَيَنَا وَلَا عَلَيْنَا

"Yā Allāh, curahkanlah hujan disekitar kami, dan jangan curahkan diatas kami."

اللَّهُمَّ اسْقِنَا غَيْثًا مُغِيْثًا هَنِيْئًا مَرِيْئًا مَرِيْعًا سَحًّا عَامًّا غَدَقًا طَبَقًا مُجَلَّلًا دَائِمًا إِلَى يَوْمِ الدِّيْن

"Yā Allāh, curahkanlah hujan yang menghidupkan, yang menggembirakan, yang menumbuhkan, yang menyeluruh, hujan yang lebat, menyuburkan bumi sampai akhir kiamat."

اللَّهُمَّ اسْقِنَا الغَيْثَ ولا تَجْعَلْنَا مِنْ القَانِطِيْنَ

"Yā Allāh, curahkanlah hujan dan janganlah jadikan kami sebagai orang yang putus asa."

اللَّهُمَّ إِنَّ بِالعِبَادِ وَالبِلَادِ مِنَ الجَهْدِ والجُوْعِ والضَّنْك مَالَا نَشْكُوْ إِلَّا إِلَيْكَ اللَّهُمَّ أَنْبِتْ لَنَا الزَّرْعَ وأَدِرَ لَنَا الضَّرْعَ وَأَنْزِلْ عَلَيْنَا مِنْ بَرَكَاتِ السَّمَاءِ وَأَنْبِتْ لَنَا مِنْ بَرَكَاتِ الأَرْضِ واكْشِفْ عَنَّا مِنَ البَلَاءِ مَا لَا يَكْشِفْهُ أَحَدَ غَيْرُكَ

"Yā Allāh, sesungguhnya hamba–hamba dan negeri-negeri mengalami kekeringan dan kelaparan serta kesulitan, yang mereka mengadu hanya kepada engkau,  Yā Allah. Yā Allāh tumbuhkanlah tanaman, penuhilah susu-susu binatang ternak, turunkanlah kepada kami keberkahan dari langit, dan tumbuhkan keberkahan dari bumi, dan hilangkanlah bencana, tidak ada yang biasa menghilangkannya melainkan engkau, Yā Allāh."

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْتَغْفِرُوْكَ إِنَّكَ كُنْتَ غَفَارَا فَأَرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْنَا مِدْرَارًا

"Yā Allāh, kami mohon ampun kepadaMu, sesungguhnya engkau maha pengampun, maka turunkanlah hujan dari langit."

ويغتسل في الوادي إذا سال ويسبح للرعد والبرق

Kemudian mandi dari lembah apabila mengalir air dan bertasbih apabila mendengar suara halilintar dan melihat petir.

Demikian yang bisa disampaikan.

 وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم تسليما كثيرا

__________

◆ Mari bersama mengambil peran dalam dakwah...
Dengan menjadi Donatur Rutin Program Dakwah Cinta Sedekah

⑴ Pembangunan dan Pengembangan Rumah Tahfizh
⑵ Support Radio Dakwah dan Artivisi
⑶ Membantu Pondok Pesantren Ahlu Sunnah Wal Jama'ah di Indonesia

📝 Silakan mendaftar di :
http://cintasedekah.org/ayo-donasi/

Hidup Berkah dengan Cinta Sedekah
🌎www.cintasedekah.org
👥 https://web.facebook.com/gerakancintasedekah/
📺 youtu.be/P8zYPGrLy5Q
-----------------------------------------


gunakan https://www.roryrachmad.net (jika tidak bisa buka halaman)
Proudly Powered by Abu Uwais.