Sabtu, 07 Januari 2017

Kajian 46 | Jumlah Raka'at Dan Gerakan Shalāt (Bagian 2)

by Rory Rachmad  |  in Matan abu syuja' at  07 Januari

🌍 BimbinganIslam.com
Jum'at, 23 Jumādal Akhir 1437 H / 01 April 2016 M
👤 Ustadz Fauzan ST, MA
📗 Matan Abū Syujā' | Kitāb Shalāt
🔊 Kajian 46 | Jumlah Raka'at Dan Gerakan Shalāt (Bagian 2)
Download audio: https://goo.gl/elV1id
〰〰〰〰〰〰〰

JUMLAH RAKA'AT DAN GERAKAN SHALAT (BAGIAN 2)

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله أما بع��

Para sahabat BiAS yang dirahmati Allāh Subhānahu wa Ta'āla.


▪TATACARA SHALĀT SAMBIL DUDUK

① Posisi Berdiri

Kaedahnya, seseorang semampu mungkin untuk melakukan rukun sesempurna mungkin yang dia mampu, apabila tidak mampu seseorang boleh berpindah dari posisi yang seharusnya (berdiri) pada posisi yang rukhsah atau posisi berikutnya yaitu duduk.

Apabila seseorang masih mampu berdiri (misalnya) bertelekan dengan  tongkat, atau dengan bersandar, atau dengan cara yang lain, maka orang tersebut wajib shalāt sambil berdiri.

Apabila seseorang masih mampu berdiri 1 raka'at atau 2 raka'at, maka dia wajib berdiri pada raka'at 1 atau raka'at ke-2 walaupun pada raka'at lainnya sudah tidak mampu (duduk)

Atau tatkala dia berdiri dia mampu separuhnya untuk berdiri maka tatkala dia sudah tidak mampu untuk berdiri maka pada saat itu diperbolehkan untuk duduk.

Jadi posisi duduknya, boleh duduk  iftirasy seperti dalam shalāt, atau tarabbu' (yaitu posisi bersilah) atau duduk di atas kursi.

② Posisi Ruku'

Jika seseorang tidak mampu berdiri, namun dia mampu ruku', maka ;

Pada saat ruku' dia mengambil posisi yang sempurna, artinya posisi berdiri dengan cara duduk (misalnya) maka tatkala dia ruku dia mengambil posisi yang sempurna untuk ruku'

Namun apabila tidak mampu, maka dilakukan semampunya dengan memiringkan badan (mencondongkan badan) sambil berdiri jika mampu.

Jika tidak mampu maka mencondongkan badan sambil duduk.

③ Posisi sujud

Jika mampu untuk melakukan sujud secara sempurna, maka berpindah dari posisi duduk ke posisi sujud secara sempurna.

Namun apabila tidak mampu, maka dengan mencondongkan badan lebih rendah dari posisi ruku'

Dan demikian seterusnya, kembali pada kaedah apabila tidak mampu maka berpindah kepada sesuatu yang diberikah rukshah didalamnya.

Apabila mampu maka wajib melakukannya secara sempurna.


▪TATACARA SHALĀT SAMBIL BERBARING

Apabila tidak mampu untuk duduk dalam shalāt fardhu, maka diperbolehkan untuk shalāt sambil  berbaring sebagaimana hadīts yang sudah disebutkan.

Adapun tata cara shalāt sambil berbaring sebagai berikut:

① Posisi berbaring:
→ Bertumpu pada sisi kanan jika mampu dan menghadap kiblat
→ Kemudian bertakbir dan meletakkan kedua tangan diatas  dada jika mampu
→ Kemudian ruku' dengan cara menundukkan kepala
→ I'tidal dengan kembali lagi kepalanya pada posisi semula
→ Kemudian sujud dengan menundukkan kepala
→ Kemudian kembali lagi dan begitu seterusnya

Artinya setiap perubahan gerakan dengan menundukkan kepala atau kembali kepada posisi semula.

② Apabila dia tidak mampu bertumpu pada sisi kanan, maka dia bertumpu  pada sisi kiri dan menghadap kiblat dengan posisi agak miring (semampu mungkin)

③ Jika dia tidak mampu untuk berbaring pada sisi kanan/kiri maka dia berbaring diatas punggungnya, dengan posisi kiblat dikakinya, dan bertakbir dan melakukan gerakan semampu mungkin dan mengangkat kepala setiap perubahan gerakan atau kembali pada posisi semula.

④ Jika dia tidak mampu dengan berbaring(mengangkat kepalanya) maka dengan mengedipkan mata pada setiap pergerakan

⑤ Jika tidak mampu juga maka dengan isyarat tangan

⑥ Jika tidak mampu dengan isyarat tangan maka dia niatkan dengan hatinya untuk setiap perubahan gerakan

Demikianlah para sahabat sekalian secara ringkas tata cara shalāt yang diajarkan dalam syariat dan kita bisa menyimpulkan dengan apa yang sudah dijelaskan, bahwasanya :

🔗Ibadah shalāt adalah ibadah yang  penting dan agungnya, buktinya syariat mengajarkan sampai pada keadaan yang tidak mungkin sekalipun untuk tetap melakukan shalāt dan tidak boleh ditinggalkan dalam keadaan bagaimanapun dan dalam kondisi apapun.

🔗Islam adalah agama yang sempurna, mudah dan memberikan kemudahan, memberikan keringanan dalam setiap kondisi yang tidak mungkin disana dilakukan secara sempurna.

Oleh karena itu hendaklah kita bersyukur atas anugerah yang Allāh berikan kepada kita berupa syariat yang lengkap dan mudah juga penuh dengan rahmat dan masih sayang.

Demikian yang bisa disampaikan, semoga bermanfaat.


وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
_____________________________
📦Donasi Operasional & Pengembangan Dakwah Group Bimbingan Islam
| Bank Mandiri Syariah
| Kode Bank 451
| No. Rek : 7103000507
| A.N : YPWA Bimbingan Islam
| Konfirmasi Transfer : +628-222-333-4004


Proudly Powered by Abu Uwais.