Syaikh Ali bin Hasan al Halabiy hafidzahullah berkata : Al musalsal yaitu : hadits yang setiap perawinya saling mengikuti di dalam suatu sifat tertentu, baik dalam bentuk ucapan -seperti bersumpah dengan nama Allah- atau dalam bentuk keadaan -seperti meriwayatkan hadits dalam keadaan berdiri- atau dalam bentuk perbuatan -seperti tersenyum selepas meriwayatkan hadits-. (At Ta’liqat al Atsariyah [26])

Sabtu, 20 Mei 2017

HSI 06-15 Beriman Dengan Amalan-amalan Malaikat Bagian 4

by Rory Rachmad  |  in HSI 06 at  20 Mei

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-15 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Beriman Dengan Malaikat-Malaikat Allāh adalah “Beriman Dengan Amalan-amalan Malaikat Bagian Yang Ke Empat”

Selain mendo’akan dengan kebaikan, malaikat juga mendo’akan kejelekan bagi orang-orang tertentu dengan perintah dari Allāh.

1.  Mereka mendo’akan laknat bagi orang yang meninggal dalam keadaan kāfir.

Allāh سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman,

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَمَاتُوا وَهُمْ كُفَّارٌ أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ لَعْنَةُ اللَّهِ وَالْمَلائِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan mati dalam keadaan kāfir atas mereka laknat Allāh, para malaikat dan manusia semuanya.” (Al-Baqarah : 161)

2.  Mereka mendo’akan laknat bagi orang yang berbuat bid’ah di kota Madinah atau melindunginya.

Rasūlullāh ﷺ bersabda,

ٲلمدينة حرم من كذا إلى كذا، لا يقطع شجرها ، ولا يحدث فيها حدث ، من أحدث فيها حدثا فعليه لعنة الله والملائكة والناس أجمعين 

Madinah adalah tanah Haram dari sini ke sini, tidak dipotong pohonnya dan tidak boleh membuat bid’ah di dalamnya. Barangsiapa yang membuat bid’ah di dalamnya maka atasnya laknat Allāh, para malaikat dan seluruh manusia. (HR Bukhāri II/661 No. 1768 bab fadhlul Madinah dan Muslim no. 1366)

Dalam Shahīh Muslim no. 1371 dari hadīts Abū Hurairah radhiyallāhu ‘anhu, Rasūlullāh ﷺ bersabda:

فمن أحدث فيها حدثاً أو آوى محدثاً فعليه لعنة الله والملائكة والناس أجمعين

“Maka barangsiapa yang membuat bid’ah di dalamnya atau melindungi orang yang membuat bid’ah maka atasnya laknat Allāh, malaikat dan seluruh manusia.”

3. Mereka mendo’akan laknat atas orang yang mencela para shahābat Nabi 

Rasūlullāh ﷺ bersabda:

من سب اصحابي فعليه لعنة الله والملائكة والناس اجمعين

Barangsiapa yang mencela para shahābatku maka atasnya laknat Allāh, para malaikat dan seluruh manusia. (Hadīts Shahīh, diriwayatkan oleh Ath-Thabrāniy di dalam Al-Mu’jamul Kabīr XII/142,No.12709)

4. Malaikat mendo’akan laknat bagi orang yang mengacungkan senjata kepada saudaranya se-Islam.

Rasūlullāh ﷺ bersabda:

من أشار إلى أخيه بحديدة فإن الملائكة تلعنه حتى وإن كان أخاه لأبيه وأمه

Barangsiapa yang mengacungkan senjata kepada saudaranya maka para malaikat melaknatnya sampai meskipun orang tersebut adalah saudaranya sebapak dan seibu. (HR Muslim IV/2020, no.2161 kitab al birr wash shilah)

5.  Malaikat melaknat wanita yang enggan memenuhi hajat suaminya.

Rasūlullāh ﷺ bersabda:

إذا دعا الرجل امرأته إلى فراشه فأبت فبات غضبان عليها لعنتها الملائكة حتى تصبح

Apabila seorang suami mengajak istrinya ke tempat tidur kemudian istri tersebut enggan, kemudian suaminya bermalam dalam keadaan marah maka malaikat melaknat istri tersebut sampai pagi. (HR Bukhāri IV/1994, no.4897 dan Muslim)

Yang dimaksud laknat malaikat di dalam dalil-dalil di atas adalah do’a malaikat kepada Allāh supaya Allāh menjauhkan orang tersebut dari rahmat Allāh.

Dan telah berlalu do’a jelek malaikat atas orang yang menahan dari berinfaq, yaitu menahan dari infaq yang diwajibkan atasnya.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

‘Abdullah Roy
Di kota Al-Madīnah
*Materi audio ini disampaikan didalam Group WA Halaqah Silsilah Ilmiyyah HSI Abdullah Roy



kepada Anggota HSI dilarang menyebarkan transkrip ini di Group HSI yang sedang berjalan

gunakan https://www.roryrachmad.net (jika tidak bisa buka halaman)
Proudly Powered by Abu Uwais.