Syaikh Ali bin Hasan al Halabiy hafidzahullah berkata : Al musalsal yaitu : hadits yang setiap perawinya saling mengikuti di dalam suatu sifat tertentu, baik dalam bentuk ucapan -seperti bersumpah dengan nama Allah- atau dalam bentuk keadaan -seperti meriwayatkan hadits dalam keadaan berdiri- atau dalam bentuk perbuatan -seperti tersenyum selepas meriwayatkan hadits-. (At Ta’liqat al Atsariyah [26])

Senin, 15 Mei 2017

Kondisi Di Luar Jazirah Arab Sebelum Islam Dan Peristiwa Tentara Bergajah Bagian 1

by Rory Rachmad  |  in sirah nabawiyah at  15 Mei

🌍 BimbinganIslam.com
👤 Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA
📗 Sirah Nabawiyyah 
📖 Bab 03 |Kondisi Di Luar Jazirah Arab Sebelum Islam Dan Peristiwa Tentara Bergajah (Bag. 1 dari 5)
▶ Link Download Audio: bit.ly/BiAS-FA-Sirah-0301
~~~~~~~~~~~~~~~
بسم اللّه الرحمن الرحيم 
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته 
إنَّ الـحَمْدَ لله نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه لا نبي بعده. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا الله حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُون, فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ وَخَيْرَ الْهَديِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرَّ الأُمُوْرِ مُحَدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلةٌ، وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ

Alhamdulillāh, kita masih bisa mempelajari sejarah Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam, sejarah orang yang sangat dicintai oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla. 

Seseorang yang harus lebih kita cintai daripada orang tua kita, daripada ayah kita, daripada ibu kita, daripada anak-anak kita dan daripada seluruh umat manusia, bahkan tidak sempurna imān seseorang, sampai dia lebih mencintai Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam daripada dirinya sendiri. 

Sebagaimana dalam suatu hadīts tatkala ‘Ummar bin Khaththab radhiyallāhu Ta’āla ‘anhu berkata: 

يَا رَسُوْلَ اللهِ ، لَأَنْتَ أَحَبُّ إِلَـيَّ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ إِلَّا مِنْ نَفْسِيْ ، فَقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم : لَا، وَالَّذِي نَفْسِيْ بِيَدِهِ حَتَّى أَكُوْنَ أَحَبَّ إِلَيْكَ مِنْ نَفْسِكَ. فَقَالَ لَهُ عُمَرُ : فَإِنَّهُ الْآنَ ، وَاللهِ لَأَنْتَ أَحَبُّ إِلَـيَّ مِنْ نَفْسِـيْ 

”Yā Rasūlullāh, engkau adalah orang yang paling aku cintai dari segala sesuatu kecuali dari diriku.” Maka kata Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam: ”Belum yā ‘Umar, sampai engkau mencintai aku lebih dari dirimu sendiri.” Maka ‘Umar berkata: ”Sekarang, demi Allāh, sungguh engkau lebih aku cintai daripada diriku sendiri.” (Hadīts shahīh riwayat Bukhāri nomor 6632)

Oleh karenanya, dalam rangka memupuk rasa cinta kita kepada Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam, kita perlu mengenal sejarah Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam:

√ Bagaimana perjalanan hidup beliau, 
√ Bagaimana perjalanan dakwah beliau, 
√ Bagaimana perjuangan beliau. 

Dan ini semua akan memupuk rasa cinta kita terhadap beliau shallallāhu ‘alayhi wa sallam. 
Pada pertemuan yang lalu, kita telah membahas tentang:

√ Bagaimana kondisi keagamaan yang ada di jazirah Arab, 
√ Demikian juga kondisi sosial mereka dimana kehidupan mereka penuh dengan kesyirikan, 
√ Telah dijelaskan sejarah masuknya kesyirikan di jazirah Arab dan 
√ Juga telah dijelaskan kerusakan, perzinahan yang tersebar di jazirah Arab, 

Demikian juga, kerusakan bukan hanya terjadi di jazirah Arab bahkan seantero dunia terjadi kerusakan, baik dalam sisi agama (aqidah) maupun sisi akhlak. 

Oleh karena itu dalam shahīh Muslim, Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda: 

إِنَّ اللَّهَ نَظَرَ إِلَى أَهْلِ الْأَرْضِ فَمَقَتَهُمْ عَرَبَهُمْ وَعَجَمَهُمْ إِلَّا بَقَايَا مِنْ أَهْلِ الْكِتَاب

”Allāh Subhānahu wa Ta’āla melihat kepada penduduk bumi, lalu Allāh murka kepada mereka orang Arab dan orang asing seluruhnya, kecuali yang tersisa dari Ahli Kitāb.” (HR Muslim nomor 2865)

⇒ Ini adalah dalīl bahwasanya hadīts ini berkaitan dengan kondisi manusia sebelum diutusnya Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam, yaitu penuh dengan kerusakan. 

Kalau kemarin telah kita bahas tentang kerusakan yang terjadi di jazirah Arab, maka pada kesempatan kali ini kita akan menyinggung sedikit tentang kerusakan yang terjadi di negeri lain (di luar jazirah Arab) tatkala itu. 

Dan in syā Allāh akan kita bahas tentang kisah dihancurkannya tentara pasukan bergajah yang Allāh abadikan dalam Al Qurān. 

Adapun yang akan kita singgung pertama adalah negeri Romawi karena di zaman Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam ada 2 negeri adidaya yaitu: 

⑴ Romawi 
⑵ Persia

⇒ Ini adalah 2 negara yang menguasai bumi. 

⑴ Romawi menguasai sebelah barat bumi 
⑵ Persia menguasai sebelah timur bumi. 

Adapun Romawi memiliki daerah kekuasaan yang sangat luas sampai-sampai Allāh Subhānahu wa Ta’āla menyebutkan dalam Al Qurān ada namanya surat Ar Rūm yang artinya Romawi. Saat itu Romawi dikalahkan oleh Persia, kemudian Romawi akan mengalahkan Persia lagi. 

Bagaimana kondisi keagamaan mereka? 

⇒ Kondisi mereka sangatlah parah dari sisi agama, mereka menganut agama kristen. 

Secara garis besar, Romawi terbagi menjadi 2 (dua) bagian :

⑴ Romawi Barat, Ibukotanya Roma, agama mereka Katholik
⑵ Romawi Timur, Ibukotanya adalah Konstantinopel, agama mereka Protestan

Sering terjadi pertikaian dan perang saudara diantara mereka, sehingga mengakibatkan terbunuhnya ribuan orang, gara-gara pertikaian antara kristen protestan dengan kristen katholik.

Dan masih ada sekte-sekte kristen yang lainnya dan sekte-sekte tersebut sampai sekarang masih ada. 
Sebagaimana sabda Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam: 

”Bahwasanya Yahūdi terpecah menjadi 71 golongan dan Nashāra terpecah menjadi 72 golongan.” (HR Abu Daud nomor 4596)

Dan berpecah belah hingga saat ini.

Hal itu terjadi (permusuhan/peperangan saudara diantara mereka) disebabkan karena mereka berselisih tentang masalah ketuhanan (perselisihan antara orang Katholik dengan orang Protestan), ini dari sisi agama. 

Bagaimana kondisi akhlak mereka? 

Dari sisi akhlak, mereka memiliki akhlak yang sangat buruk.

Disebutkan oleh para ahli sejarah, bahwasanya di zaman Romawi, pernikahan sangat mahal tatkala itu, apabila seseorang hendak menikah maka orang tersebut harus mengeluarkan biaya yang sangat besar. 

Maka banyak dari rakyat Romawi yang memilih untuk tidak menikah padahal Allāh telah menciptakan manusia dengan syahwat (mereka harus melampiaskan syahwat mereka). Akhirnya banyak terjadi perzinaan diantara mereka.

Dan juga sering terjadi sogok-menyogok (suap) diantara mereka. 

Diantara perkara yang buruk lainnya tentang mereka yaitu mereka sangat menindas budak.

Jadi, perbudakan itu bukan hanya di Islām tetapi sudah ada sejak dahulu. Jangan menuduh bahwa Islām mengajarkan perbudakan, tidak! Justru Islām menganjurkan membebaskan perbudakan. 

Kalau antum lihat dalam hukum-hukum Islām banyak sekali anjuran Nabi untuk membebaskan budak. Kemudian juga banyak kaffarah yang harus dibayar dengan membebaskan budak. 

Oleh karenanya sekarang, alhamdulillāh, di Arab Saudi sudah tidak ada perbudakan. Budak dibeli oleh Raja kemudian dibebaskan. 

Artinya, Islām datang dalam suatu kondisi dimana ada perbudakan, baik di Romawi maupun di Persia. 

Namun Islām memotivasi penganutnya untuk membebaskan budak dan mengajarkan bagaimana bersikap yang baik kepada budak. 

Kalau kita lihat sejarah orang-orang Romawi, mereka sangat bengis terhadap budak, mereka tidak memberi nilai sama sekali kepada budak. 

Bahkan disebutkan, diantara hiburan mereka adalah: 

⇒ Mereka membuat semacam aula besar kemudian mereka berkumpul di aula tersebut dan menghadirkan binatang buas (singa atau macan) untuk diajak bertarung dengan seorang budak yang dianggap kuat. 

Mereka senang tatkala melihat pertarungan antara budak dengan binatang buas yang berakhir dengan kematian budak tersebut. 

Karena bagaimanapun hebatnya manusia pasti tetap kalah dengan hewan buas. 

Ini diantara adat istiadat buruk yang ada di Romawi tatkala itu. 

Dan kita lihat saat ini masih ada sisa-sisanya, seperti sekarang di Spanyol masih ada adat banteng yang dikeluarkan. Bagaimana banteng yang dibuat marah kemudian keluar kandang menabrak orang-orang. Dan banyak yang senang melihat kondisi itu, ada yang terluka, ada yang mati. 

⇒ Ini acara tradisi buruk yang tidak bisa dilepaskan sampai sekarang (zaman modern) karena dulu nenek moyang mereka melakukan seperti itu. 

Demikian saja, yang bisa disampaikan, kita cukupkan sampai disini saja, In syā Allāh besok kita lanjutkan lagi. 

وبالله التوفيق و الهداية 
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ، وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ 
__________________________

◆ Mari bersama mengambil peran dalam dakwah...
Dengan menjadi Donatur Rutin Program Dakwah Cinta Sedekah
⑴ Pembangunan dan Pengembangan Rumah Tahfizh
⑵ Support Radio Dakwah dan Artivisi
⑶ Membantu Pondok Pesantren Ahlu Sunnah Wal Jama'ah di Indonesia

Hidup Berkah dengan Cinta Sedekah
📝 Silakan mendaftar di : http://cintasedekah.org/ayo-donasi/
🌎 www.cintasedekah.org
👥 https://web.facebook.com/gerakancintasedekah/
📺 youtu.be/P8zYPGrLy5Q
-----------------------------------------


gunakan https://www.roryrachmad.net (jika tidak bisa buka halaman)
Proudly Powered by Abu Uwais.