Syaikh Ali bin Hasan al Halabiy hafidzahullah berkata : Al musalsal yaitu : hadits yang setiap perawinya saling mengikuti di dalam suatu sifat tertentu, baik dalam bentuk ucapan -seperti bersumpah dengan nama Allah- atau dalam bentuk keadaan -seperti meriwayatkan hadits dalam keadaan berdiri- atau dalam bentuk perbuatan -seperti tersenyum selepas meriwayatkan hadits-. (At Ta’liqat al Atsariyah [26])

Sabtu, 06 Mei 2017

Seputar Bulan Sya'ban Bagian 7

by Rory Rachmad  |  in Kajian Tematik at  06 Mei

🌍 BimbinganIslam.com
Sabtu, 02 Sya'ban 1438 H / 29 April 2017 M
👤 Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc
📔 Materi Tematik | Seputar Bulan Sya'ban (Bagian 7 dari 7)
⬇ Download audio: bit.ly/BiAS-Tmk-AZ-SeputarBulanSyaban-07
🌐 Sumber: https://youtu.be/ZCy-iTiDWMg
-----------------------------------

بسم اللّه الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله ربّ العالمين وصلى الله وسلم مبارك عبده و رسوله نبينا محمد و على آله وصحبه اجمعين أما بعد


Para shahābat BiAS yang dimuliakan oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Hal yang diada-adakan di dalam Islām dan belum ada contohnya dari Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam, yaitu:


⑵ Shalāt Alfiyah

Shalāt ini dikerjakan di malam pertengahan bulan Sya'bān.

Perhatikan!

Nabi Muhammad shallallāhu 'alayhi wa sallam diriwayatkan,

يَا عَلِيُّ! مَنْ صَلَّى مِائَةَ رَكْعَةٍ لَيْلَةَ النِصْفِ مِنْ شَعْبَانَ يَقْرَأُ فِيْ كُلِّ رَكْعَةٍ بِفَاتِحَةِ الكِتَابِ وَ قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ عَشَرَ مَرَّاتٍ

"Wahai 'Ali, barangsiapa yang shalāt 100 raka'at pada malam Nishfu Sya'bān, setiap raka'at dari 100 tadi membaca Al Fātihah lalu Qul huwallāhu Ahad' 10 kali.

Apa balasannya?

⇒Allāh akan menghapuskan dosanya dan menjadikan dia orang paling bahagia.

⇒Allāh akan utus dia dengan 70 ribu malāikat yang menuliskan untuknya kebaikan-kebaikan dan 70 malāikat yang lain menghapus darinya kesalahan-kesalahan dan diangkatkan derajat sampai awal tahun.

⇒Allāh akan memberikan kedudukan di surga 'Adn bersama 70 ribu malāikat atau 700 ribu malāikat yang mana 70 ribu malāikat tersebut membuatkan untuknya istana dan kota-kota juga menumbuhkan di dalam istana dan kota-kota tadi pohon yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telingga dan tidak pernah terbetik di dalam hati manusia.

Perhatikan!

Imām As Saukani yang bermadzhab Syāfi'i beliau mengatakan:

"Ini hadīts palsu."

Ibnul Jauzi di dalam Kitāb Al Maudhuat mengatakan:

"Hadīts ini tidak kami ragukan, bahwasanya hadīts ini palsu."

Hadīts ini terkenal karena disebutkan di dalam Kitāb 'Ihya Ulumuddin yang ditulis oleh Al Ghazali rahimahullāh.

Tetapi Al Hafidz Al Iraqi di dalam Kitāb Al Mughni 'an Hamlin Asfar fī Takhrij ma fī Ihya' Minal Akhbar, beliau meneliti hadīts-hadīts yang ada di dalam Kitāb 'Ihya Ulumuddin.
Beliau mengatakan tentang hadīts shalāt pertengahan (nishfu) Sya'bān:

"Hadīts tentang shalāt malam pertengahan bulan Sya'bān adalah hadīts yang bathil".

Ada cerita yang disebutkan oleh Imām At Tartusi di dalam kitāb beliau Al Baisu ala Ingkari Al Bida' Al Hawliyah, 299.


▪Mengapa terjadi hadīts tentang shalāt Alfiyah ini (shalāt 100 raka'at) ?

⇒Karena ada seseorang yang shalāt dimasjidil 'Aqsha, suaranya bagus dan shalātnya dipertengahan bulan Sya'bān.

Karena suaranya bagus, akhirnya orang-orang pada ikut (bermakmum) dibelakangnya.

Ketika datang tahun berikutnya semakin banyak yang shalāt bersamanya pada malam nishfu Sya'bān, sehingga orang tersebut terkenal dimasyarakat dengan nama shalāt Alfiyah.

Kapan ini terjadi ?

⇒Ini terjadi pada tahun 448 Hijriyyah

Jadi 400 tahun lebih setelah Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam meninggal baru ada shalāt ini. Makanya shalāt ini tidak benar.

Imām Nawawi rahimahullāh Ta'āla mengatakan di dalam Kitāb Al Majmu' Syarah Al Muhadzdzab, bahwa:

Shalāt Raghaib yang dikerjakan 12 raka'at antara maghrib dan 'isyā dikerjakan pada malam Jum'at pertama bulan Rajāb.

Shalāt malam nishfu Sya'bān yang disebut dengan shalāt alfiyah dikerjakan 100 raka'at.

⇒Dua shalāt ini adalah dua shalāt yang mengada-ada yang buruk dan mungkar.

Dan jangan sampai tertipu meskipun disebutkan dua shalāt ini (shalāt raghaib dan alfiyah) di dalam kitāb Kutul qulub dan kitāb 'Ihya Ulumuddin. Jangan tertipu!

⇒Ini perkataan Imām Nawawi yang bermadzhab Syāfi'i dan beliau adalah salah satu peneliti madzhab Syāfi'i (menurut para ulamā), di mana kitāb-kitāb beliau dijadikan sandaran dalam madzhab Syāfi'i.

Jadi, jangan mengaku madzhab Syāfi'i, padahal madzhab Syāfi'i sendiri menyatakan perbuatan yang tidak ada contohnya dari Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam.

Jangan tertipu dengan hadīts yang disebutkan, dalam hal keduanya itu baik shalāt Raghaib di bulan Rajāb maupun shalāt Alfiyah di malam nishfu Sya'bān. Karena semua itu hadīts yang bathil.


⑶ Berziarah kubur pada malam nishfu Sya'bān atau pada pertengahan bulan Sya'bān.

'Āisyah radhiyallāhu Ta'āla 'anhā bercerita:

عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ فَقَدْتُ النَّبِيَّ  ذَاتَ لَيْلَةٍ فَخَرَجْتُ أَطْلُبُهُ فَإِذَا هُوَ بِالْبَقِيعِ رَافِعٌ رَأْسَهُ إِلَى السَّمَاءِ فَقَالَ يَا عَائِشَةُ أَكُنْتِ تَخَافِيْنَ أَنْ يَحِيْفَ اللهُ عَلَيْكِ وَرَسُولُهُ قَالَتْ قَدْ قُلْتُ وَمَا بِي ذَلِكَ وَلَكِنِّي ظَنَنْتُ أَنَّكَ أَتَيْتَ بَعْضَ نِسَائِكَ فَقَالَ إِنَّ اللهَ تَعَالَى يَنْزِلُ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا فَيَغْفِرُ ِلأَكْثَرَ مِنْ عَدَدِ شَعَرِ غَنَمِ كَلْبٍ

Aku kehilangan Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam pada suatu malam, lalu aku keluar rumah mencari beliau dan ternyata beliau berada di kuburan Baqī'.

(Kemudian singkat cerita) Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:

إِنَّ اللهَ تَعَالَى يَنْزِلُ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا فَيَغْفِرُ ِلأَكْثَرَ مِنْ عَدَدِ شَعَرِ غَنَمِ كَلْبٍ

"Sesungguhnya rahmat Allāh turun kelangit yang paling bawah pada malam nishfu Sya'bān dan Ia mengampuni dosa-dosa makhluk-makhluk yang melebihi dari jumlah bulu kambing milik suku Kalb."

(Hadīts Riwayat At Tirmidzi nomor 670 dan Ibnu Mājah nomor 1379)

⇒Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam berada di kuburan Baqī' pada malam nishfu Sya'bān, ternyata ini dijadikan sebagai dalīl oleh sebagian orang, bahwa berziarah kubur pada malam nishfu Sya'bān atau pada hari nishfu Sya'bān.

Dalam hadīts ini Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam diriwayatkan bersabda:

"Allāh turun pada pertengahan bulan Sya'bān kelangit dunia dan Allāh mengampuni makhluk-makhluk sebanyak bulu-bulu yang ada pada kulit domba (kambing)."

⇒Tetapi hadīts ini, hadits yang lemah yang diriwayatkan oleh Ibnu Mājah dan tidak bisa diambil sebagai sandaran hukum.

Wallāhu A'lam.


⑷ Mengkhususkan sedekah di malam pertengahan bulan Sya'bān.

⑸ Menganggap malam pertengahan bulan Sya'bān (malam nishfu) sebagai Lailatul Qadr.


Ini 5 (lima) perkara yang diada-adakan dalam agama Islām tentang malam pertengahan bulan Sya'bān.

Walhamdulillāh, selesai kajian seputar bulan Sya'bān.

Apa yang baik hanya dari Allāh Subhānahu wa Ta'āla, apa yang buruk itu dari saya pribadi.

وصلى الله على نبينا محمد والحمد لله  رب العالمين
والسَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
__________
◆ Mari bersama mengambil peran dalam dakwah...
Dengan menjadi Donatur Rutin Program Dakwah & Sosial Cinta Sedekah

1. Pembangunan & Pengembangan Rumah Tahfizh
2. Support Radio Dakwah dan Artivisi
3. Membantu Pondok Pesantren Ahlu Sunnah Wal Jamaah di Indonesia
4. Operasional Dakwah & Kegiatan Sosial

Silakan mendaftar di :
http://cintasedekah.org/ayo-donasi/

Hidup Berkah dengan Cinta Sedekah
🌎 www.cintasedekah.org
👥 https://web.facebook.com/gerakancintasedekah/
📺 youtu.be/P8zYPGrLy5Q
-----------------------------------                      


gunakan https://www.roryrachmad.net (jika tidak bisa buka halaman)
Proudly Powered by Abu Uwais.