Syaikh Ali bin Hasan al Halabiy hafidzahullah berkata : Al musalsal yaitu : hadits yang setiap perawinya saling mengikuti di dalam suatu sifat tertentu, baik dalam bentuk ucapan -seperti bersumpah dengan nama Allah- atau dalam bentuk keadaan -seperti meriwayatkan hadits dalam keadaan berdiri- atau dalam bentuk perbuatan -seperti tersenyum selepas meriwayatkan hadits-. (At Ta’liqat al Atsariyah [26])

Kamis, 20 Juli 2017

Halaqah - 04 Penjelasan Doa Pengarang

by Rory Rachmad  |  in HSI-QA at  20 Juli

Halaqah yang ke-4 penjelasan kitab Al-Qawa'idul Arba’ karangan Asy-Syaikh Muhammad Bin Abdul Wahhab At Tamimi rahimahullaah

Beliau rahimahullah mengatakan :

وأن يجعلك مباركا أينما كنت

“Dan semoga Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى menjadikan engkau wahai pembaca, wahai pendengar مباركا menjadi orang yang berbarakah dimanapun engkau berada"

Dan ini juga doa yang sangat agung, beliau mendoakan untuk kita supaya kita menjadi orang yang berbarakah, artinya berbarakah (Banyak kebaikan) bisa memberikan manfaat memiliki banyak kebaikan dan kebaikan tersebut langgeng dan terus menerus bersama kita.

Dan orang yang berbarakah ini adalah orang yang banyak kebaikannya, memberikan kebaikan tersebut kepada diri sendiri maupun kepada orang lain.

Ketika dia memiliki ilmu dan dia adalah orang yang berbarakah bermanfaat ilmu yang dimiliki baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain.

Ketika Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى memberikan keluasan didalam masalah rizki, bermanfaat rizki tersebut untuk dirinya dan juga untuk orang lain yang ada di sekitarnya.

Apabila dia seorang pengusaha atau penjabat bermanfaat kekuasaannya atau jabatannya untuk dirinya dan juga untuk orang lain yang ada di sekitarnya, dia memiliki kebaikan yang banyak dan kebaikan tersebut adalah kebaikan yang langgeng, beliau mengatakan:

وأن يجعلك مباركا أينما كنت

“Dan semoga Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى menjadikan engkau berbarakah dimana pun engkau berada”

Baik di dalam rumah, ketika keluar rumah, baik bersama keluarga maupun bersama orang lain, baik bersama bawahannya maupun dengan teman-temannya, menjadikan seseorang menjadi orang yang berbarakah., tidak ada orang yang duduk dengannya atau dekat dengannya kecuali dia mengambil faidah dari dirinya. 

وأن يجعلك مباركا أينما كنت

Kemudian beliau mengatakan :

وأن يجعلك ممن إذا أعطى شكر

“Dan semoga Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى menjadikan engkau termasuk orang yang apabila diberi maka dia bersyukur”

وإذا ابتلي صبر

”Dan apabila diberikan ujian menjadikan orang yang bersabar”

وإذا أذنب استغفر

”Dan apabila dia berdosa maka dia beristighfar”

فإن هذه الثلاث: عنوان السعادة

”Karena sesungguhnya tiga perkara ini adalah termasuk tanda-tanda kebahagiaan”

Ini adalah doa yang lain yang beliau panjatkan kepada Allah untuk kita beliau berdoa supaya kita termasuk orang yang apabila diberi bersyukur kepada Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى diberikan kenikmatan, diberikan karunia sekecil apapun kenikmatan tersebut, 

Beliau berdoa kepada Allah, supaya kita termasuk orang yang bersyukur apabila diberikan oleh Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى

Dan beliau berdoa supaya apabila kita terkena musibah maka kita termasuk orang yang bersabar.

Dan apabila kita berdosa atau melakukan maksiat kepada Allah (melakukan dosa) maka kita termasuk orang-orang yang beristighfar kepada Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى beliau menyebutkan tiga perkara dan tidak terlepas keadaan kita dari salah satu diantara tiga perkara ini.

Seorang manusia didalam kehidupannya terkadang mendapatkan kenikmatan, maka kewajiban dia saat itu adalah bersyukur kepada Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى seorang yang tidak bersyukur maka cepat atau lambat Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى akan mengambil kenikmatan tersebut.

Tapi orang yang bersyukur kepada Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى maka Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى akan menambah kenikmatan di atas kenikmatan.

لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

“Apabila engkau bersyukur (mengakui bahwasanya kenikmatan ini dari Allah, bersyukur dengan lisannya, menggunakan kenikmatan ini di dalam perkara yang di ridhai oleh Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى) maka Allah menjanjikan akan menambah kenikmatan tersebut ditambah kenikmatan di atas kenikmatan”

وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ

”Dan apabila engkau kufur kepada Allah mendapatkan kenikmatan akan tetapi mengingkari bahwasanya itu dari Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى

Menganggap bahwasanya kenikmatan itu dari dirinya dari ilmu yang dia miliki dari usaha yang dia kerjakan, lupa bahwasanya Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى yg telah memberikan kenikmatan tersebut dan memudahkan dia untuk mendapatkan kenikmatan tersebut

وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ

Apabila engkau kufur kepada Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى

Maka ketahuilah bahwasanya Adzab Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى adalah adzab yang sangat pedih.

Ini adalah akibat dari orang yang kufur kepada Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى, seorang ketika diberikan kepada Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى kenikmatan maka kewajiban dia adalah bersyukur kepada Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى

Dan Apabila mendapatkan musibah maka hendaklah ia bersabar kepada Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى seseorang tidak lepas dalam kehidupannya terkadang mendapatkan kenikmatan dan terkadang dia mendapatkan musibah, maka kewajiban dia ketika mendapatkan musibah adalah bersabar.

Beriman bahwasanya ini semua adalah takdir dari Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى sudah ditulis oleh Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى bahkan sudah sejak lama 50.000 tahun sebelum diciptakan langit dan bumi.

Langit dan bumi telah diciptakan oleh Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى dalam waktu yang sudah cukup lama dan di tulisnya takdir sebelum diciptakan langit dan bumi 50.000 tahun

Telah ditulis oleh Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى kenikmatan yang akan diterima oleh seseorang, Umurnya, Rezekinya, termasuk diantaranya musibah,. dan tidak mungkin apa yang sudah ditulis oleh Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى luput dari seseorang.

Oleh karena itu seseorang ketika ditimpa musibah baik didalam dirinya, hartanya, keluarganya ataupun yg lain bahkan hendaklah dia ingat dan beriman bahwasanya ini semua sudah ditulis oleh Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى dan harus terjadi

Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah, beriman kepada Takdir dan mengetahui bahwasanya ini adalah termasuk takdir Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى ketika terjadi musibah, maka Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى akan memberikan hidayah, memberikan hidayah kepada hatinya, memberikan ketenangan didalam menghadapi musibah tersebut bagaimanapun besar musibah tersebut

ومن يؤمن بالله يهد قلبه

“Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah maka Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى akan memberikan hidayah atau memberikan petunjuk kepada hatinya”

*Materi audio ini disampaikan didalam Group WA Halaqah Silsilah Ilmiyyah HSI Abdullah Roy


kepada Anggota HSI dilarang menyebarkan transkrip ini di Group HSI yang sedang berjalan

gunakan https://www.roryrachmad.net (jika tidak bisa buka halaman)
Proudly Powered by Abu Uwais.