Al Imām Az Zuhriy rahimahullāh ta'āla: في علم المغازي علم الآخرة و الدنيا "Dalam ilmu sejarah Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam ada ilmu akhirat dan ilmu dunia."

Senin, 28 Agustus 2017

Tafsir Surat Al 'Ashr Bagian 5

by Rory Rachmad  |  in Bab Tafsir at  28 Agustus

🌍 BimbinganIslam.com
Senin, 06 Dzulhijjah 1438 H / 28 Agustus 2017 M
👤 Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA
📗 Tafsir Juz 30 | Surat Al 'Ashr 
📖 Tafsir Surat Al 'Ashr (Bagian 5) 
⬇ Download audio: bit.ly/BiAS-FA-Tafsir-H0505
~~~~~

TAFSIR SURAT AL 'ASHR, BAGIAN 5


بســـمے الله الرّحمنـ الرّحـيـمـے 
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته 
الحمد لله على إحسانه، والشكر له على توفيقه وامتنانه، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له تعظيما لشأنه، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله الداعي إلى رضوانه، اللهم صلى عليه وعلى آله وأصحابه وإخوانه
    
Alhamdulillāh kita sudah sampai pada tafsir surat Al 'Ashr. 

Di akhir surat Allāh mengatakan:

وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْر

"Dan saling menasehati dalam kesabaran."

Dan ini merupakan bagian daripada amal shālih juga. Dan di antara al haq (watā shaubilhaq) adalah "watawā shaubishshabr". 

Dalam surat ini, pertama Allāh menyebutkan himpunan besar yaitu keimānan, kemudian himpunan yang lebih kecil yaitu amalan shālih, kemudian himpunan yang lebih kecil lagi "watā shaubilhaq" kemudian himpunan yang lebih kecil lagi yaitu "watawā shaubishshabr". 

Dan kata para ulamā hikmahnya, karena kalau orang sudah masuk dalam nasehat menasehati (dalam dakwah) maka dia harus bersabar. Karena di pasti akan diganggu. 

Kenapa? 

Karena seseorang tatkala berdakwah, menyampaikan kebenaran, berarti dia sedang menghalangi manusia dari syahwatnya. 

Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam  bersabda: 

وَحُفَّتِ النَّارُ بِالشَّهَوَات

"Dan neraka Jahannam itu diliputi dengan syahwat." (Hadits shahīh riwayat Muslim) ِ

Manusia kebanyakan ingin ikut syahwatnya, kebanyakan manusia ingin memuaskan syahwatnya. 

Antum datang berdakwah menasehati, berarti antum menghalangi dia dari memuaskan hawa nafsunya. Tentunya ini membuat mereka jengkel.

Oleh karenanya orang yang beramar ma'ruf nahi mungkar (yang berdakwah) pasti akan diganggu, pasti akan disakiti dengan perkataan atau dengan fisik. 

Karenanya Luqman Al Hakim dalam surat Luqman menasehati anaknya dia mengatakan: 

يَا بُنَيَّ أَقِمِ الصَّلَاةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاصْبِرْ عَلَىٰ مَا أَصَابَك
َ
"Wahai anakku, dirikanlah shalāt dan serulah kepada yang ma'ruf (beramar ma'ruf) dan bernahi mungkarlah engkau dan bersabarlah akan apa yang menimpamu." (QS Luqmān: 17)

Kenapa? 

Kata para ulamā, karena orang yang berdakwah, beramar ma'ruf nahi mungkar dia pasti akan diganggu. 

Kalau kita mau tenang-tenang saja, kita tidak usah menegur orang lain. Orang berbuat syirik, berbuat bid'ah, orang yang akan membuka auratnya, biarkan saja. 

Tapi kita tidak demikian, kita harus menasehati.

Menasehati dengan cara membuat tulisan, membuat ceramah. 

Masalah kekerasan itu urusan pemerintah.  Kita tidak boleh menggunakan kekerasan karena bukan haq kita menggunakan kekerasan.

Menasehati dengan hujjah dan bayyan, dengan nasehat yang baik. Berusaha disampaikan dengan sebaik-baiknya.

Meskipun kita berusaha menyampaikan dengan sebaik-baiknya pasti ada orang yang tidak suka, ada yang terima dan ada yang tidak menerima. Itu wajar, namanya manusia. 

Adapun kita, kalau berdakwah sesuai dengan selera masyarakat, masyarakat maunya dakwah sambil joget lalu kitapun joget, masyarakat maunya dakwah sambil dangdutan kitapun dangdutan, maka ini bukan dakwah. 

وَلَا تَلْبِسُوا الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ

Jangan kalian campur adukan antara kebenaran dan kebatilan.

Hanya karena ingin mencari keridhāan manusia. 

Jangan berpikir, "Kalau saya tidak begitu nanti orang-orang tidak suka, nanti dakwah saya tidak laku."

Apakah Allāh menghendaki engkau seperti demikian? 

Lihat! Bagaimana para anbiyya dahulu! 

Mereka dicerca, sampai Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam menyebutkan, ada seorang nabi pengikutnya hanya sedikit karena dia berdakwah tetapi tidak mengikuti selera masyarakat. 

Dan justru dia berdakwah adalah untuk merubah selera masyarakat. Agar masyarakat tidak ikut hawa nafsu mereka. 

فَرَأَيْتُ النَّبِيَّ وَمَعَهُ الرُّهَيْطُ وَالنَّبِيَّ وَمَعَهُ الرَّجُلُ وَالرَّجُلَانِ وَالنَّبِيَّ لَيْسَ مَعَهُ أَحَدٌ

“Maka aku melihat seorang nabi yang hanya memiliki beberapa pengikut. Ada juga nabi hanya memiliki satu atau dua orang pengikut saja. Bahkan ada nabi yang tidak memiliki pengikut sama sekali.” (HR Bukhari nomor 5752 dan Muslim nomor 220).

Oleh karenanya seorang berdakwah hendaknya dengan sebaik-baiknya, dengan selembut-lembutnya. Tapi yang di sampaikan adalah yang haq, jangan basa-basi dalam kebenaran. 

Ketika dia mulai dakwahnya dengan basa-basi: "Ini tidak apa-apa," dan "Itu tidak apa-apa," maka akan terus berkembang basa-basinya. 

Tatkala dia sudah terkenal demikian maka susah dia akan mengatakan "harām", tidak bisa.

Tidak bisa di berubah karena sudah terlanjur disukai oleh orang. Dia akan berkata, "Ini halal, itu halal, semuanya halal."

Oleh karenanya, dari awal seorang harus konsisten tatkala berdakwah. 

Dakwah butuh dengan kesabaran.

Oleh karenanya, setelah "watāwā shaubilhaq" maka Allāh Subhānahu wa Ta'āla mengatakan, "Watawā shaubishshabr (hendaknya saling menasehati di dalam kesabaran.") 

Dan kesabaran merupakan ibadah yang sangat agung. 

Oleh karenanya di dalam banyak ayat Allāh menyebutkan sabar merupakan sebab masuk surga. 

Contohnya Allāh Subhānahu wa Ta'āla berfirman: 

سَلَامٌ عَلَيْكُمْ بِمَا صَبَرْتُمْ ۚ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّارِ

"Keselamatan bagi kalian (wahai penghuni surga) karena kesabaran kalian (kalian masuk surga karena kesabaran kalian)." (QS Ar Rad: 24)

Para Mālaikat tatkala masuk ke dalam surga kemudian mengucapkan salam kepada penghuni surga, kata Mālaikat, "Salāmun 'alaykum bimā shabartum." 

Allāh Subhānahu wa Ta'āla juga berfirman dalam ayat yang lain: 

وَجَزَاهُمْ بِمَا صَبَرُوا جَنَّةً وَحَرِيرًا

"Allāh memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka, surga dan kain sutra." (QS Al Ihsan: 12)

Dan banyak ayat lain yang menyebutkan bahwasanya sabar merupakan sebab masuk surga. 

Dan para ulamā telah menjelaskan bahwasanya, sabar terbagi menjadi 3 (tiga), ketiga perkara ini kita butuh kesabaran,  yaitu: 

⑴ Sabar untuk menjalankan keta'atan kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

⇒ Shalāt subuh di masjid perlu kesabaran.
⇒ Membangunkan anak-anak untuk shalāt perlu kesabaran.

Allāh mengatakan: 

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا ۖ لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا ۖ نَحْنُ نَرْزُقُكَ ۗ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَىٰ

"Perintahkanlah keluargamu untuk shalāt dan bersabarlah, kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rizki kepadamu, kamilah yang memberimu rizki. Dan akibat yang baik itu bagi orang yang bertaqwa." (QS Thāha: 132) 

Shalāt perlu kesabaran,  membangunkan anak-anak perlu kesabaran, menyuruh istri juga perlu kesabaran. 

Betapa banyak orang yang dirinya sendiri tidak sabar untuk pergi shalāt ke masjid. Lalu bagaimana dia akan menyuruh anaknya sementara dia sendiri begitu dikumandangkan adzan subuh kemudian dia tertidur lagi. 

√ Shalāt subuh berjama'ah perlu kesabaran. 

√ Tidak mudah membangunkan anak-anak untuk shalāt subuh berjama'ah bersama kita  perlu kesabaran. 

Tapi barangsiapa yang berhasil maka luar biasa. Dia didik anaknya dari kecil untuk shalāt subuh, maka tatkala anak tersebut sudah besar In syā Allāh diberkahi oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla. 

Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam  berkata:

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا

"Dua raka'at sebelum shalāt subuh lebih baik daripada dunia dan isinya." (Hadīts riwayat Muslim nomor 725)

Dan ini tidak akan kita rasakan kecuali di surga kelak, baru kita tahu ternyata dua raka'at sebelum shalāt subuh yang kita kerjakan hanya 3 menit lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya. 

Bagaimana dengan shalāt subuhnya? 

Demikian yang bisa kita sampaikan pada kesempatan kali ini, In syā Allāh  besok kita lanjutkan. 

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ، وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ 
الســـلامـ عليكــــمـ ورحمة الله وبركــــاته 
________

◆ Yuk.... Ikut Saham Akhirat
Pembelian Rumah U/ Markaz Dakwah dan Studio Bimbingan Islām 

| Bank Mandiri Syariah
| Kode Bank : 451
| No. Rek : 710-3000-507
| A.N : YPWA Bimbingan Islām 
Konfirmasi Transfer Via WA/SMS & Informasi ;  0811-280-0606 (BIAS CENTER 06)
-------------------------------------⁠⁠⁠⁠


gunakan https://www.roryrachmad.net (jika tidak bisa buka halaman)
Proudly Powered by Abu Uwais.