Kamis, 18 Januari 2018

Penjelasan Penyimpangan Dalam Tauhid Uluhiyyah Syirik Kecil Bagian 01

by Rory Rachmad  |  in Hadits Arba'in at  18 Januari

🌍 BimbinganIslam.com
Senin, 28 Rabi’ul Akhir 1439 H /15 Januari 2018 M
👤 Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.
📗 Hadits Arba’in Nawawī
🔊 Hadits Kedua | Penjelasan Penyimpangan Dalam Tauhid Uluhiyyah Syirik Kecil (Bagian 01 dari 12)
⬇ Download audio: bit.ly/BiAS-FA-HaditsArbainNawawi-0224
-----------------------------------

*HADITS 02 ARBA’IN NAWAWIYYAH - PENJELASAN PENYIMPANGAN DALAM TAUHID ULŪHIYYAH SYIRIK KECIL (BAGIAN 1 DARI 12)*


بسم اللّه الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
​​​الحمد لله على إحسانه، والشكر له على توفيقه وامتنانه، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له تعظيما لشأنه، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله الداعي إلى رضوانه، اللهم صلى عليه وعلى آله وأصحابه وإخوانه


Alhamdulilāh pada pertemuan yang lalu kita telah membahas:

* Tauhid rubūbiyah dan berbagai macam bentuk kesyirikan dan kekufuran yang menyimpang dari tauhīd rubūbiyah.

* Tauhīd ulūhiyah dan kesyirikan-kesyirikan yang menyimpang dari tauhīd ulūhiyah yaitu syirik-syirik akbar.

In syā Allāh, pada kesempatan hari ini kita akan membahas tentang: الشرك الاصغر , syirik kecil.

Karena di antara kesempurnaan tauhīd adalah membersihkan hati dari segala bentuk kesyirikan, baik syirik besar maupun syirik kecil.

Membersihkan hati dari syirik besar maupun syirik kecil dengan berbagai macam rupa dan warnanya merupakan perkara yang berat, perlu perjuangan.

Perjuangan tersebut tidak akan selesai kecuali setelah meninggal dunia.

Akan tetapi barangsiapa meninggal dunia dalam kondisi bertauhīd tidak berbuat syirik sama sekali (syirik besar maupun syirik kecil) maka dia akan mendapatkan ganjaran yang sangat besar. Di antara ganjaran tersebut adalah dia akan diampuni dosa-dosanya.

Oleh karenanya di dalam hadīts qudsi Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam menyebutkan, Allāh Subhānahu wa Ta'āla  berfirman:

يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِيْ بِقُرَابِ الْأَرْضِ خَطَايَا ، ثُمَّ لَقِيتَنيْ لَا تُشْرِكُ بِيْ شَيْئًا ، لَأَتَيْتُكَ بِقُرَابهَا مَغْفِرَةً

_"Wahai anak Ādām, kalau engkau datang menemuiku dengan membawa dosa sebesar bumi ini, kemudian engkau bertemu dengan Ku dalam kondisi tidak berbuat syirik sama sekali, maka aku akan mendatangi engkau dengan sebesar bumi pula berupa ampunan."_

(Hadīts hasan riwayat At Tirmidzī)

Ini merupakan ganjaran yang luar biasa bagi orang yang memurnikan hatinya, bersih dari segala bentuk kesyirikan, baik syirik akbar maupun syirik kecil.

Meskipun dosa sebesar apapun yang dia bawa maka Allāh akan datangkan dengan ampunan sebesar dosa tersebut.

Sungguh menakjubkan hadīts shahībul bithāqah yang mashyur yang disebutkan Rasūlullāh  shallallāhu 'alayhi wa sallam.

يُصَاحُ بِرَجُلٍ مِنْ أُمَّتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَى رُءُوسِ الْخَلاَئِقِ فَيُنْشَرُ لَهُ تِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ سِجِلاًّ كُلُّ سِجِلٍّ مَدَّ الْبَصَرِ ثُمَّ يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ هَلْ تُنْكِرُ مِنْ هَذَا شَيْئًا فَيَقُولُ لاَ يَا رَبِّ فَيَقُولُ أَظَلَمَتْكَ كَتَبَتِى الْحَافِظُونَ ثُمَّ يَقُولُ أَلَكَ عُذْرٌ أَلَكَ حَسَنَةٌ فَيُهَابُ الرَّجُلُ فَيَقُولُ لاَ. فَيَقُولُ بَلَى إِنَّ لَكَ عِنْدَنَا حَسَنَاتٍ وَإِنَّهُ لاَ ظُلْمَ عَلَيْكَ الْيَوْمَ فَتُخْرَجُ لَهُ بِطَاقَةٌ فِيهَا أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ قَالَ فَيَقُولُ يَا رَبِّ مَا هَذِهِ الْبِطَاقَةُ مَعَ هَذِهِ السِّجِلاَّتِ فَيَقُولُ إِنَّكَ لاَ تُظْلَمُ. فَتُوضَعُ السِّجِلاَّتُ فِى كِفَّةٍ وَالْبِطَاقَةُ فِى كِفَّةٍ فَطَاشَتِ السِّجِلاَّتُ وَثَقُلَتِ الْبِطَاقَةُ

_"Ada seseorang yang terpilih dari umatku pada hari kiamat dari kebanyakan orang ketika itu, lalu dibentangkan kartu catatan amal keburukannya yang berjumlah 99 kartu. Setiap kartu jika dibentangkan sejauh mata memandang._

_Kemudian Allāh menanyakan padanya:_

_"Apakah engkau mengingkari sedikit pun dari catatanmu ini?"_

_Ia menjawab:_

_"Tidak sama sekali wahai Rabbku."_

_Allāh bertanya lagi:_

_"Apakah yang mencatat hal ini berbuat zhālim padamu?"_

_Lalu ditanyakan pula:_

_"Apakah engkau punya udzur atau ada kebaikan di sisimu?"_

_Dipanggillah laki-laki tersebut dan ia berkata, “Tidak."_

_Allāh pun berfirman:_

_"Sesungguhnya ada kebaikanmu yang masih kami catat. Dan sungguh tidak akan ada kezhāliman atasmu hari ini."_

_Lantas dikeluarkanlah satu bithāqah (kartu sakti) yang bertuliskan syahadat "'Lā ilāha illallāh wa anna Muhammadan 'abduhu wa rasūluh"._

_Lalu ia bertanya:_

_"Apa kartu ini yang bersama dengan catatan-catatanku yang penuh dosa tadi?"_

_Allāh berkata padanya:_

_"Sesungguhnya engkau tidaklah zhālim.”_

_Lantas diletakkanlah kartu-kartu dosa di salah satu daun timbangan dan kartu ampuh ‘'Lā ilāha illallāh" di daun timbangan lainnya._

_Ternyata daun timbangan penuh dosa tersebut terkalahkan dengan beratnya kartu ampuh ‘'Lā ilāha illallāh" tadi._

(HR Ibnu Majah 4300)

Setiap muslim memiliki kartu 'Lā ilāha illallāh, tetapi tidak semua kwalitasnya sama, barangsiapa yang tauhīdnya tinggi, hatinya bersih dari segala bentuk kesyirikan maka sinar tauhīdnya akan semakin kuat dan akan mudah menghancurkan dosa-dosa yang lain.

Memang berat untuk bisa memurnikan tauhīd dari segala bentuk kesyirikan baik syirik besar maupun syirik kecil. Akan tetapi jika seseorang meninggal dunia dalam kondisi demikian maka ampunan telah menantinya, surga telah menantinya.

Syafā'at Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam telah menantinya.

Dalam hadīts Rasūlullāh  shallallāhu 'alayhi wa sallam mengatakan:

 لِكُلِّ نَبِيٍّ دَعْوَةٌ مُسْتَجَابَةٌ فَتَعَجَّلَ كُلُّ نَبِيٍّ دَعْوَتَهُ وَإِنِّي اخْتَبَأْتُ دَعْوَتِي شَفَاعَةً لِأُمَّتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَهِيَ نَائِلَةٌ إِنْ شَاءَ اللَّهُ مَنْ مَاتَ مِنْ أُمَّتِي لَا يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا

_"Setiap nabi ada do'a yang dikabulkan, dan setiap nabi bersegera berdo'a agar dikabulkan. Akan tetapi aku simpan do'aku untuk dapat memberikan syafā'at kepada umatku pada hari Kiamat._

_Dan sesungguhnya, syafā'atku ini akan diperoleh, in syā Allāh bagi orang yang mati dari umatku dalam keadaan tidak menyekutukan Allāh dengan sesuatu apapun."_

(Hadīts riwayat Muslim nomor 199)

Oleh karenanya orang yang tidak berbuat syirik sama sekali maka dia akan meraih syafā'at Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam.

Demikian saja kajian kita pada kesempatan kali ini, besok in syā Allāh kita lanjutkan lagi dengan idzin Allāh Subhānahu wa Ta'āla.


وبالله التوفيق و الهداية
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته


🖋Ditranskrip oleh Tim Transkrip BiAS
______________________


Proudly Powered by Abu Uwais.