Senin, 19 Februari 2018

HSI 09 - 22 Hidayah Taufik & Kesesatan menurut Ahlus Sunnah

by Rory Rachmad  |  in HSI 09 at  19 Februari

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته 
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang Ke-22 dari Silsilah Ilmiyyah Beriman Takdir Allāh ”Hidayah Taufik dan Kesesatan menurut Ahlus Sunnah “

Telah Menyimpang didalam masalah ini 2 aliran Al Qodariah dan Al Jabirriyyah, adapun Al Qodariah, mereka meyakini bahwa Allāh bukanlah yang memberikan hidayah Taufik dan Allāh bukanlah yang menyesatkan dan mereka mengatakan bahwa makna Allāh memberikan hidayah yg datang didalam dalil seperti dalam firman Allāh

… وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ… 

“Akan tetapi Allāh memberikan hidayah kepada siapa yang dikehendaki” (Al-Qashash : 56)

Adalah penamaan orang tersebut dengan orang yang mendapatkan hidayah & mereka mengatakan bahwa maksud Allāh menyesatkan seperti yang datang didalam firman Allāh 'azza wa jalla 

… ۚ كَذَٰلِكَ يُضِلُّ اللَّهُ مَنْ يَشَاءُ… ۚ

“demikianlah Allāh menyesatkan siapa yang Dia kehendaki” (Al-Muddatstsir : 31)

Adalah penamaan orang tersebut dengan orang yang sesat dan; ini tentunya bertentangan dengan dalil² yang telah berlalu yang menunjukkan bahwa Allāh Dia-lah yang memberikan hidayah Taufik dan Dialah yang menyesatkan. 

Demikian pula Allāh Subhānahu wa Ta’āla telah menjadikan hidayah yang Allāh berikan kepada seorang hamba sebagai karunia dan anugerah, sebagaimana firman Allāh:

… ۖ بَلِ اللَّهُ يَمُنُّ عَلَيْكُمْ أَنْ هَدَاكُمْ لِلْإِيمَانِ.. 

“akan tetapi Allāh memberikan anugerah kepada kalian dengan memberikan hidayah kepada keimanan” (Al-Hujurat : 17)

Seandainya maksud Allāh memberikan hidayah adalah hanya penamaan pelaku nya dengan orang yang mendapatkan hidayah maka ini tidak dinamakan dengan karunia dan anugerah karena seandainya ini adalah karunia /anugerah, maka kita sebagai makhluk juga memberikan karunia dan anugerah sebab kitapun sebagai makhluk juga menamakan orang tersebut sebagai orang yang mendapatkan hidayah. 

Adapun Al Jabariyyah maka mereka meyakini bahwa Allāh memaksa mereka tidak memberikan mereka kehendak, tidak memberikan mereka kemampuan, menghalangi mereka dari sebab² mendapatkan petunjuk dan ini juga bertentangan dengan dalil-dalil yang telah berlalu yang menunjukkan bahwa seorang hamba diberi kehendak dan kemampuan diberi kesempatan memilih dan ditunjukkan kepadanya jalan yang lurus. 

Itulah yang bisa kita sampaikan pada Halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada Halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته


Abdullāh Roy
Di kota Al-Madīnah
*Materi audio ini disampaikan didalam Group WA Halaqah Silsilah Ilmiyyah HSI Abdullah Roy


kepada Anggota HSI dilarang menyebarkan transkrip ini di Group HSI yang sedang berjalan

0 komentar:

Jazaakallahu khayr

Proudly Powered by Abu Uwais.