Syaikh Ali bin Hasan al Halabiy hafidzahullah berkata : Al musalsal yaitu : hadits yang setiap perawinya saling mengikuti di dalam suatu sifat tertentu, baik dalam bentuk ucapan -seperti bersumpah dengan nama Allah- atau dalam bentuk keadaan -seperti meriwayatkan hadits dalam keadaan berdiri- atau dalam bentuk perbuatan -seperti tersenyum selepas meriwayatkan hadits-. (At Ta’liqat al Atsariyah [26])

Senin, 02 April 2018

Halaqah 002| Hadits 02

by Rory Rachmad  |  in Kitab Bahjatu Qulūbul Abrār at  02 April

🌍 BimbinganIslam.com
Selasa, 09 Rajab 1439 H / 27 Maret 2018 M
👤 Ustadz Riki Kaptamto Lc
📗 Kitab Bahjatu Qulūbul Abrār Wa Quratu ‘Uyūni Akhyār fī Syarhi Jawāmi' al Akhbār
🔊 Halaqah 002| Hadits 02
⬇ Download audio: bit.ly/BahjatulQulubilAbrar-H002
〰〰〰〰〰〰〰

*KITĀB BAHJATU QULŪBIL ABRĀR, HADĪTS 2*


بسم اللّه الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله ربّ العالمين والصلاة والسلام على أشرف الأنبياء والمرسلين وعلى آله وصحبه أجمعين، اما بعد

Kaum muslimin dan muslimat rahīmani wa rahīmakumullāh.

Ini adalah halaqah kita yang ke-2, dalam mengkaji kitāb: بهجة قلوب الأبرار وقرة عيون الأخيار في شرح جوامع الأخبار (Bahjatu Qulūbil abrār wa Quratu 'uyūnil Akhyār fī Syarhi Jawāmi' al Akhyār) yang ditulis oleh Syaikh Abdurrahmān bin Nāshir As Sa'dī rahimahullāh.

Pada halaqah ini kita akan membahas hadīts yang kedua yang disampaikan oleh penulis yaitu hadīts dari 'Āisyah radhiyallāhu ta'āla 'anhā. Beliau berkata:

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم" مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ او مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

“Barangsiapa mengada-ada sesuatu yang baru di dalam perkara agama kami yang bukan berasal dari agama kami atau barangsiapa mengamalkan suatu amalan yang bukan dari agama kami, maka amalan tersebut tertolak." (Hadīts riwayat Imām Bukhāri dan Muslim)

Hadīts ini termasuk hadīts yang mulia, yang disebutkan oleh para ulamā yang merupakan tolak ukur diterimanya suatu amalan, sebagaimana pada hadīts sebelumnya merupakan tolak ukur diterima amalan ditinjau dari sisi niat orang yang melakukannya.

Adapun hadīts kedua ini merupakan tolak ukur diterimanya suatu amalan dilihat dari sisi zhāhirnya.

Karenanya para ulamā telah menyebutkan syarat terima suatu amalan ada dua, yaitu:

(1) Ikhlās di dalam melakukan amalan tersebut.

(2) Mutāba'ah mengikuti tuntunan Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam di dalam mengamalkan amalan tersebut.

Apabila kurang salah satu dari dua syarat ini maka amalan tersebut tidak diterima oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Seperti:

Orang yang dia beramal tetapi tidak ikhlās maka amalannya tidak diterima oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Begitu juga orang yang dia beramal satu amalan dengan ikhlās akan tetapi dia menyelisihi tuntunan Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam dalam mengerjakan amalan tersebut, maka amalan tersebut juga tertolak sebagaimana disebutkan oleh Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam di dalam hadīts ini:

 فَهُوَ رَدٌّ,

"Amalan tersebut tertolak."

Maka ada beberapa faidah yang bisa kita ambil dari hadīts ini, di antaranya:

(1) Wajibnya mengikuti tuntunan Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam di dalam beramal. Baik itu amalan yang sifatnya qauliyyah (amalan lisan) ataupun 'amaliyyah (anggota badan).

(2) Segala amalan yang baru, yang tidak sesuai dengan tuntunan Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam maka amalan tersebut tertolak.

(3) Suatu amalan yang dilakukan dengan cara yang dilarang secara syari'at maka amalan tersebut adalah amal yang fāsiq.

Amal yang fāsiq adalah amal yang rusak (yaitu) amal yang tidak diterima oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Demikian yang bisa kita kaji pada kesempatan kita kali ini, in syā Allāh kita lanjutkan lagi pada halaqah berikutnya.

وصل الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه  وسلم
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

_____________________
🏡 *Donasi Markas* Dakwah dapat disalurkan melalui :
| Bank Mandiri Syariah
| Kode Bank : 451
| No. Rek : 710-3000-507
| A.N : YPWA Bimbingan Islam
Konfirmasi Transfer *Hanya Via WhatsApp* & Informasi ;  0811-280-0606
SWIFT CODE : BSMDIDJA

▪ *Format Donasi : Markas Dakwah#Nama#Nominal#Tanggal*

📝 *Cantumkan Kode 25 di nominal transfer anda.*

Contoh : 100.025
_____________________


gunakan https://www.roryrachmad.net (jika tidak bisa buka halaman)
Proudly Powered by Abu Uwais.