Syaikh Ali bin Hasan al Halabiy hafidzahullah berkata : Al musalsal yaitu : hadits yang setiap perawinya saling mengikuti di dalam suatu sifat tertentu, baik dalam bentuk ucapan -seperti bersumpah dengan nama Allah- atau dalam bentuk keadaan -seperti meriwayatkan hadits dalam keadaan berdiri- atau dalam bentuk perbuatan -seperti tersenyum selepas meriwayatkan hadits-. (At Ta’liqat al Atsariyah [26])

Selasa, 10 Juli 2018

HSI 10 - 37 Kaum Muslimin diboikot di Syi’b Abi Thalib

by Rory Rachmad  |  in HSI 10 at  10 Juli

Halaqah 37 | Kaum Muslimin Diboikot Di Syi’b Abi Tholib*

goo.gl/o9Fkyg

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang Tiga Puluh Tujuh dari Silsilah Ilmiyyah Sirah Nabawiyah Adalah *”Kaum Muslimin Diboikot Di Syi’b Abu Tholib”*.

Orang-orang Quraisy bersepakat untuk memboikot Bani Hasyim, yang demikian setelah mereka gagal didalam membawa kembali orang² yang hijrah ke Habasyah ke kota Mekkah, mereka berazam untuk membunuh Rasulullãh ﷺ. Maka Bani Abdul Mutholib berusaha keras melindungi Rasulullãh ﷺ dengan cara memasukkan Rasulullãh ﷺ di Sy’ib mereka & melindungi beliau di situ.

Sy’ib : sebuah tempat diantara dua gunung.

Maka masuklah banu Hasyim semuanya di Sy’ib Abu Tholib yang muslim maupun yg kafir pada tahun ketujuh kenabian. Kemudian orang² Musyrikin sepakat untuk tidak duduk bersama mereka, tidak jual beli bersama mereka, tidak masuk kerumah mereka sampai mereka menyerahkan Rasulullãh ﷺ untuk dibunuh.

Mereka pun menulis disebuah lembaran Banu Hasyim tinggal di Sy’ib tersebut selama 3 tahun, mereka ditimpa kelaparan & kesusahan yang sangat sehingga akhirnya di penghujung tahun ke-3 orang² Quraisy saling mencela satu dengan yang lain atas apa yang mereka lakukan kepada Bani Hasyim & mereka pun bersepakat untuk membatalkan isi perjanjian.

Rasulullãh ﷺ mendoakan kejelekan untuk orang² Quraisy, akhirnya mereka tertimpa kelaparan sehingga pemakan bangkai dan kulit.

Datanglah Abu Sofyan meminta kepada Rasulullãh ﷺ untuk mendoakan kebaikan bagi mereka & meminta kepada beliau ﷺ atas nama kekerabatan, maka Nabi ﷺ membaca firman Allāh

فَارْتَقِبْ يَوْمَ تَأْتِي السَّمَاءُ بِدُخَانٍ مُبِينٍ
يَغْشَى النَّاسَ ۖ هَٰذَا عَذَابٌ أَلِيمٌ
رَبَّنَا اكْشِفْ عَنَّا الْعَذَابَ إِنَّا مُؤْمِنُونَ
أَنَّىٰ لَهُمُ الذِّكْرَىٰ وَقَدْ جَاءَهُمْ رَسُولٌ مُبِينٌ
ثُمَّ تَوَلَّوْا عَنْهُ وَقَالُوا مُعَلَّمٌ مَجْنُونٌ
إِنَّا كَاشِفُو الْعَذَابِ قَلِيلًا ۚ إِنَّكُمْ عَائِدُونَ
[QS Ad-Dukhan 10-15]
_maka tunggulah wahai Rasulullãh hari ketika langit datang dengan asap jelas yang meliputi manusia inilah azab yang pedih, wahai Rabb kami singkaplah azab ini sesungguhnya kami akan beriman, bagaimana mereka ingat sedangkan telah datang kepada mereka rasul yang nyata kemudian mereka berpaling darinya dan mengatakan dia adalah orang yang diajari lagi Gila, sesungguhnya Kami akan menyingkap azab dari kalian sedikit sungguh kalian akan kembali kepada kekufuran_

Seseorang dari mereka saat itu melihat diantara langit & bumi seperti bentuk asap maka Rasulullãh ﷺ mendoakan mereka supaya diangkat musibah ini kemudian ternyata merekapun kembali kepada kekufuran.
Hadīts ini shahih diriwayatkan oleh Al Bukhari & Muslim.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada Halaqah kali ini & sampai bertemu kembali pada Halaqah selanjutnya.

*Materi audio ini disampaikan didalam Group WA Halaqah Silsilah Ilmiyyah HSI Abdullah Roy


kepada Anggota HSI dilarang menyebarkan transkrip ini di Group HSI yang sedang berjalan

gunakan https://www.roryrachmad.net (jika tidak bisa buka halaman)
© 2013 Abu Uwais. templates by Blogger
Proudly Powered by Abu Uwais.