Syaikh Ali bin Hasan al Halabiy hafidzahullah berkata : Al musalsal yaitu : hadits yang setiap perawinya saling mengikuti di dalam suatu sifat tertentu, baik dalam bentuk ucapan -seperti bersumpah dengan nama Allah- atau dalam bentuk keadaan -seperti meriwayatkan hadits dalam keadaan berdiri- atau dalam bentuk perbuatan -seperti tersenyum selepas meriwayatkan hadits-. (At Ta’liqat al Atsariyah [26])

Senin, 02 Juli 2018

Amalan-Amalan Di Bulan Ramadhan Bagian 01

by Rory Rachmad  |  in Kajian Tematik at  02 Juli

🌍 BimbinganIslam.com
Rabu, 16 Sya’ban 1439 H / 02 Mei 2018 M
👤 Ustadz Fauzan S.T., Lc, M.A.
📔 Materi Tematik | Amalan-Amalan Di Bulan Ramadhan (Bagian 01)
⬇ Download Audio: BiAS-UFz-Tematik-Amalan-Amalan Di Bulan Ramadhan-01
----------------------------------

*AMALAN-AMALAN UTAMA DI BULAN RAMADHĀN, BAGIAN 01*


 بسم اللّه الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله لا نبي بعده

Para sahabat Bimbingan Islām dan kaum muslimin yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Segala puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allāh Subhānahu wa Ta'āla yang terus memberikan kenikmatan kepada kita. Dan kenikmatan yang paling utama adalah kenikmatan imān dan kenikmatan untuk bisa mengenal Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Oleh karena itu ilmu adalah sesuatu yang sangat penting bagi kehidupan seorang muslim sehingga dia bisa mengenal Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Sahabat sekalian.

Akan datang bulan Ramadhān.

√ Bulan yang penuh keberkahan;
√ Bulan yang penuh kemuliaan;
√ Bulan yang penuh dengan kesempatan-kesempatan, agar kita mendapat ampunan dari Allāh Subhānahu wa Ta'āla;
√ Bulan dimana pahala kita dilipat gandakan oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Dan kita menambah bekal dalam kehidupan kita untuk bersiap-siap menghadapi satu hari dimana tidak bermanfaat harta-harta yang kita kumpulkan dan tidak bermanfaat anak-anak yang selama ini menemani kita, kecuali yang datang kepada Allāh dengan hati yang bersih.

Sebagaimana firman Allāh Subhānahu wa Ta'āla :

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ * إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ

"(yaitu) Pada hari (ketika) harta dan anak-anak tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih." (QS Asy Syu'arā': 88-89)

Para sahabat sekalian.

Bulan Ramadhān adalah furshutu amal, salah satu kesempatan amal, yaitu membekali diri kita dengan amal-amal kebajikan.

Berikut ini akan kita sebutkan beberapa amalan yang apabila kita kerjakan di bulan Ramadhān maka akan berlipat ganda pahalanya:


⑴ Bertaubat kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla

Bertaubat ini bukan hanya di bulan Ramadhān tetapi juga di luar bulan Ramadhān, akan tetapi taubat di bulan Ramadhān nilainya akan sangat berharga sangat luar biasa.

Di dalam hadīts disebutkan:

فتحت أَبْوَابُ السَّمَاءِ

"Dibukakan pintu-pintu langit."

Dan di situ Allāh Subhānahu wa Ta'āla mengampuni hamba-hamba-Nya.

Oleh karena itu, taubat adalah salah satu amalan yang hendaknya kita tingkatkan terutama di bulan Ramadhān.

Berdasarkan firman Allāh Subhānahu wa Ta'āla :

وَتُوبُوٓا۟ إِلَى ٱللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ ٱلْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

"Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allāh, hai orang-orang yang berimān supaya kamu beruntung." (QS An Nūr: 31)

Kemudian dalam hadīts lain, menunjukkan bahwa Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam adalah seorang nabi, seorang yang mulia di sisi Allāh Subhānahu wa Ta'āla, telah diampuni dosa-dosanya baik yang telah lampau maupun yang akan datang, akan tetapi beliau (shallallāhu 'alayhi wa sallam) tidak tertipu. Beliau senantiasa bertaubat, meminta ampun kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Dari Abū Hurairah radhiyallāhu Ta'āla 'anhu beliau berkata, bahwasanya saya mendengar Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:

وَاللَّهِ إِنِّى لأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ فِى الْيَوْمِ أَكْثَرَ مِنْ سَبْعِينَ مَرَّةً

"Demi Allāh, saya beristighfār kepada Allāh (meminta ampun kepada Allāh) dan saya bertaubat kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla di dalam satu hari lebih dari 70 kali." (Hadīts riwayat Imām Bukhāri dan Imām Ahmad)

Dalam riwayat yang lain disebutkan bahwasanya:

 إني لأستغفر الله وأتوب إليه في اليوم مائة مرة

"Saya meminta ampun kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla dan juga bertaubat kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla dalam satu hari 100 kali."

⇒ Ini menunjukkan bagaimana Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam mengajarkan kepada umatnya tentang pentingnya meminta ampun kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla dan bertaubat kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Berapa banyak dosa-dosa yang kita lakukan, yang kita ketahui dan juga yang tidak kita ketahui.

√ Dosa dari panca indera kita;
√ Dosa dari lisan kita;
√ Dosa dari apa yang kita pikirkan;
√ Dosa dari apa yang kita lakukan.

Oleh karena itu, manfaatkanlah bulan Ramadhān sebagi furshah (kesempatan) untuk kita.

√ Untuk kita kembali kepada Allāh;
√ Untuk beristighfār meminta ampun kepada Allāh;
√ Untuk bertaubat kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Allāh Subhānahu wa Ta'āla sangat bahagia, sangat gembira untuk menerima taubat seorang hamba.

Dalam ayat, Allāh Subhānahu wa Ta'āla  berfirman:

إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلتَّوَّٰبِينَ وَيُحِبُّ ٱلْمُتَطَهِّرِينَ

"Sesungguhnya Allāh menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri." (QS Al Baqarah: 222)

Dalam sebuah hadīts dijelaskan bagaimana gembiranya Allāh Subhānahu wa Ta'āla tatkala seorang hamba bertaubat.

Dari Anas bin Mālik radhiyallāhu Ta'āla 'anhu berkata, Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:

لَلَّهُ أَشَدُّ فَرَحًا بِتَوْبَةِ عَبْدِهِ حِينَ يَتُوبُ إِلَيْهِ مِنْ أَحَدِكُمْ كَانَ عَلَى رَاحِلَتِهِ بِأَرْضِ فَلاَةٍ فَانْفَلَتَتْ مِنْهُ وَعَلَيْهَا طَعَامُهُ وَشَرَابُهُ فَأَيِسَ مِنْهَا فَأَتَى شَجَرَةً فَاضْطَجَعَ فِي ظِلِّهَا قَدْ أَيِسَ مِنْ رَاحِلَتِهِ فَبَيْنَا هُوَ كَذَلِكَ إِذَا هُوَ بِهَا قَائِمَةً عِنْدَهُ فَأَخَذَ بِخِطَامِهَا ثُمَّ قَالَ مِنْ شِدَّةِ الْفَرَحِ اللَّهُمَّ أَنْتَ عَبْدِي وَأَنَا رَبُّكَ . أَخْطَأَ مِنْ شِدَّةِ الْفَرَحِ

Sungguh kegembiraan Allah karena taubatnya hamba-Nya melebihi kegembiraan salah seorang dari kalian terhadap hewan tunggangannya di sebuah padang pasir yang luas, namun tiba-tiba hewan tersebut lepas, padahal di atasnya ada makanan dan minuman hingga akhirnya dia merasa putus asa untuk menemukannya kembali. Kemudian ia beristirahat di bawah pohon, namun di saat itu, tiba-tiba dia mendapatkan untanya sudah berdiri di sampingnya. Ia pun segera mengambil tali kekangnya kemudian berkata: "Ya Allah Engkau hambaku dan aku ini Tuhan-Mu." Dia telah salah berdo'a karena terlalu senang. (HR Muslim nomor 2747)

Demi Allāh, Allāh lebih gembira dengan taubat hamba-Nya tatkala dia bertaubat kepada Allāh, daripada kegembiraan orang yang sedang safar ditempat yang kosong (padang pasir) kemudian tatkala dia beristirahat, kemudian kendaraannya hilang padahal di atas unta tersebut terdapat makanan dan minuman, kemudian dia mencari unta tersebut sampai dia putus asa.

Bayangkan!

Di padang pasir tempat yang tandus tidak ada orang.

Kemudian dia mendatangi satu pohon, kemudian dia duduk di bawahnya (di bawah bayangannya) karena dia sudah putus asa lalu dia beristirahat.

Tatkala dia terbangun, didapatinya unta miliknya sudah ada di depannya, kemudian orang tersebut langsung mengambil tali kendalinya dan dia naiki unta tersebut. Karena bahagianya dia mengucapkan kalimat yang salah.

اللهمَّ أنت عبدي وأنا ربُّك، أخطأ من شِدَّة الفَرح

"Yā Allāh engkau adalah hambaku dan aku rabbmu,” dia salah karena saking bahagianya.

⇒ Dia mengucapkan kalimat yang salah karena begitu bahagianya telah menemukan untanya

Bahwasanya kebahagiaan Allāh Subhānahu wa Ta'āla menerima taubat seorang hamba lebih daripada kebahagiaan orang yang kehilangan kendaraannya (untanya) yang penuh dengan perbekalan lalu tiba-tiba unta tersebut datang kembali di hadapannya.

Maka kegembiraan Allāh Subhānahu wa Ta'āla lebih daripada kegembiraan orang yang kehilangan kendaraanya ini.

Dalam sebuah hadīts yang lain, dari Abī Mūsā radhiyallāhu Ta'āla 'anhu berkata Rasūlullāh Shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:

إِنَّ اللهَ يَبْسُطُ يَدَهُ بِاللَّيْلِ لِيَتُوْبَ مُسِيئُ النَّهَارِ وَيَبْسُطُ يَدَهُ بِالنَّهَارِ لِيَتُوْبَ مُسِيئُ اللَّيْلِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا

Bahwasanya Allāh Subhānahu wa Ta'āla membentangkan Tangan-Nya pada malam hari agar orang-orang yang berbuat maksiat di siang hari bertaubat kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Dan Allāh membentangkan Tangan- Nya di siang hari agar orang-orang yang berbuat maksiat di malam hari bertaubat kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla dan itu akan berlaku terus sampai matahari muncul dari barat.

Matahari muncul dari barat menunjukkan datang kiamat, maka sudah tidak bermanfaat taubat seorang hamba.

Demikian yang bisa dipaparkan, mudah-mudahan bermanfaat dan semoga kita menjadi orang-orang yang tawwabin (senantiasa bertaubat kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla).


وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم
واخردعوانا أن الحمد لله رب العالمين
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

_____________________
🏡 *Donasi Markas* Dakwah dapat disalurkan melalui :
| Bank Mandiri Syariah
| Kode Bank : 451
| No. Rek : 710-3000-507
| A.N : YPWA Bimbingan Islam
Konfirmasi Transfer *Hanya Via WhatsApp* & Informasi ;  0811-280-0606
SWIFT CODE : BSMDIDJA

▪ *Format Donasi : Markas Dakwah#Nama#Nominal#Tanggal*

📝 *Cantumkan Kode 25 di nominal transfer anda..*

Contoh : 100.025
_____________________


gunakan https://www.roryrachmad.net (jika tidak bisa buka halaman)
Proudly Powered by Abu Uwais.