Al Imām Az Zuhriy rahimahullāh ta'āla: في علم المغازي علم الآخرة و الدنيا "Dalam ilmu sejarah Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam ada ilmu akhirat dan ilmu dunia."

Senin, 02 Juli 2018

Amalan-Amalan Di Bulan Ramadhan Bagian 07

by Rory Rachmad  |  in Kajian Tematik at  02 Juli

🌍 BimbinganIslam.com
Rabu, 23 Sya’ban 1439 H / 09 Mei 2018 M
👤 Ustadz Fauzan S.T., Lc, M.A.
📔 Materi Tematik | Amalan-Amalan Di Bulan Ramadhan (Bagian 07)
⬇ Download Audio: BiAS-UFz-Tematik-Amalan-Amalan Di Bulan Ramadhan-07
----------------------------------

*AMALAN-AMALAN UTAMA DIBULAN RAMADHĀN, BAGIAN 07*


بسم اللّه الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وبعد


Para sahabat Bimbingan Islām yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla
dan kaum muslimin yang diberkahi oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Kita lanjutkan materi kita, sekarang kita membahas amalan berikutnya yaitu shalāt nāfilah.


(7) Kita dianjurkan memperbanyak shalāt-shalāt sunnah, dan shalāt sunnah (nāfilah) yang dicontohkan oleh Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam banyak macamnya.

Oleh karena itu, kita tidak perlu lagi  melakukan shalāt-shalāt lain yang tidak ada tuntunannya dari Rasūlullāh ahallallāhu 'alayhi wa sallam.

Yang termasuk shalāt sunnah (nāfilah) diantaranya:

▪Shalāt sunnah yang menyertai shalāt Jum'at

Untuk shalāt yang menyertai shalāt Jum'at, yaitu shalāt sunnah 4 raka'at dimasjid atau dua raka'at dirumah.

Hal ini berdasarkan hadīts dari Abū Hurairah radhiyallāhu Ta'āla 'anhu bahwasanya beliau berkata, Rasūlullāh  shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:

 إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمُ الْجُمُعَةَ فَلْيُصَلِّ بَعْدَهَا أَرْبَعًا

"Apabila seseorang diantara kalian shalāt Jum'at maka shalāt setelahnya empat raka'at." (Hadīts riwayat Muslim, Abū Dāwūd, An Nassā'i, Ibnu Mājah)

Dalam riwayat lain (Hadīts Muslim dan Ahmad) ada tambahan:

زَادَ عَمْرٌو فِي رِوَايَتِهِ قَالَ ابْنُ إِدْرِيسَ قَالَ سُهَيْلٌ فَإِنْ عَجِلَ بِكَ شَيْءٌ فَصَلِّ رَكْعَتَيْنِ فِي الْمَسْجِدِ وَرَكْعَتَيْنِ إِذَا رَجَعْتَ

Bahwasanya Amr menambahkan dalam riwayatnya, beliau berkata bahwasanya Ibnu Idrīs berkata, bahwasanya Suhail berkata: "Kalau ada yang membuat engkau terburu-buru maka shalātlah dua raka'at dimasjid dan dua raka'at apabila sudah pulang kerumah." (HR Muslim nomor 1458, versi Syarh Muslim nomor 881)

Dari Abdullāh bin Umar:

أَنَّهُ كَانَ إِذَا صَلَّى الْجُمُعَةَ انْصَرَفَ فَسَجَدَ سَجْدَتَيْنِ فِي بَيْتِهِ ثُمَّ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَصْنَعُ ذَلِكَ

Bahwasanya beliau apabila shalāt Jum'at,  beliau kemudian pulang kerumahnya dan shalāt dua raka'at dirumahnya. Dan beliau mengatakan: Beginilah waktu itu Rasūlullāh Shallallāhu 'alayhi wa sallam melakukannya." Hadīts riwayat Muslim, Abū Dāwūd dan Tirmidzī)

Dari Abū Hurairah radhiyallāhu Ta'āla 'anhu berkata, Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:

مَنْ كَانَ مُصَلِّيًا بَعْدَ الْجُمُعَةِ فَلْيُصَلِّ أَرْبَعًا

"Barangsiapa yang shalāt setelah shalāt Jum'at, maka hendaklah dia shalāt empat raka'at."

Dalam hadīts yang lain disebutkan.

إِذَا صَلَّيْتُمُ الْجُمُعَةَ فَصَلُّوا بَعْدَهَا أَرْبَعًا

"Apabila kalian shalāt Jum'at maka shalāt lah setelahnya empat raka'at."

Atau dalam hadīts yang lain, Ibnu Yūnus, beliau berkata, berkata kepada saya bapak saya:

 يَا بُنَىَّ فَإِنْ صَلَّيْتَ فِي الْمَسْجِدِ رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ أَتَيْتَ الْمَنْزِلَ أَوِ الْبَيْتَ فَصَلِّ رَكْعَتَيْنِ

"Wahai anakku, apabila engkau shalāt dimasjid dua raka'at kemudian engkau pulang kerumah maka shalātlah dua raka'at." (Hadits riwayat Abu Daud nomor 1131)

Kemudian diantara sunnah-sunnah lain selain sunnah rawātib, seperti:

▪Dua raka'at setelah dhuhur selain sunnah rawātib, (artinya) setelah selesai sunnah rawātib tambah lagi dua raka'at.

عَنْ عَنْبَسَةَ بْنِ أَبِي سُفْيَانَ، قَالَ قَالَتْ أُمُّ حَبِيبَةَ زَوْجُ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم  " مَنْ حَافَظَ عَلَى أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ قَبْلَ الظُّهْرِ وَأَرْبَعٍ بَعْدَهَا حَرُمَ عَلَى النَّارِ "

Dari 'Anbasah Ibnu Abī Sufyān dia berkata, berkata Ummu Habibah istri Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam, Rasūlullāh  shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:

"Barangsiapa yang menjaga empat raka'at sebelum *dan empat raka' at setelah* shalāt dhuhur maka diharamkan baginya neraka." (Hadīts shahīh riwayat Abu Daud 1269 dan Imām Ahmad dan dishahīhkan oleh Syaikh Albāniy rahimahullāh)

⇒ Ini menunjukkan bahwa ada tambahan dua raka'at sunnah rawātib (yaitu) dua raka'at setelah shalāt dhuhur.

Tetapi apabila dia menambahkan menjadi empat raka'at maka ini juga memiliki tambahan.

Kemudian amalan yang berikutnya adalah:

▪ Shalāt sebelum shalāt ashar, maghrib dan isya.

⑴ Empat raka'at sebelum ashar.

Sebagaimana hadīts dari Āli radhiyallāhu Ta'āla 'anhu beliau berkata:

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي قَبْلَ الْعَصْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ يَفْصِلُ بَيْنَهُنَّ بِالتَّسْلِيمِ عَلَى الْمَلَائِكَةِ الْمُقَرَّبِينَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ مِنْ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُؤْمِنِينَ


"Bahwasanya Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam shalāt sebelum shalāt ashar empat raka'at, beliau memisahkan diantaranya dengan salam (artinya) dua raka'at dua raka'at dengan disaksikan malāikat muqarrabīn dan orang-orang yang mengikutinya dari kalangan muslimin dan mukminin." (Hadīts hasan riwayat Tirmidzī nomor 429, dan dihasankan oleh Syaikh Albāniy rahimahullāh)

Begitu juga dari Ibnu Umar beliau berkata, Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:

رَحِمَ اللَّهُ امْرَأً صَلَّى قَبْلَ الْعَصْرِ أَرْبَعًا

"Semoga Allāh merahmati seseorang yang beliau shalāt sebelum ashar empat raka'at." (Hadīts riwayat Abū Dāwūd nomor 1271, At Tirmidzī nomor 430, Ahmad nomor 2/117)

⇒ Ini menunjukkan sunnah yang dilakukan sebelum shalāt ashar.

⑵ Dua raka'at sebelum maghrib.

Kemudian dua raka'at sebelum shalāt maghrib, hal ini tidak dinukilkan atau tidak ada riwayat dari Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bahwasanya beliau shalāt dua raka'at sebelum maghrib.

Akan tetapi ada riwayat yang shahīh yang menunjukkan bahwasanya beliau membiarkan para shahābatnya untuk shalāt dua raka'at sebelum maghrib.

Dan mana kala beliau melihat mereka shalāt, beliau tidak memerintahkan tidak juga melarang.

Ini menunjukkan adalah hal yang benar dalam masalah ini, artinya Rasūlullāh  tidak melakukannya akan tetapi Rasūlullāh  membiarkan para shahābat melakukan dua raka'at sebelum shalāt maghrib.

⇒ Ini menunjukkan bahwasanya perkara ini adalah perkara mubah atau mustahab.

Kemudian.

Dari Abdillāh Al Muzannī, beliau berkata:

عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ صَلُّوا قَبْلَ صَلَاةِ الْمَغْرِبِ قَالَ فِي الثَّالِثَةِ لِمَنْ شَاءَ

Bahwasanya Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam pernah bersabda:

"Shalātlah kalian sebelum shalāt maghrib."

Dan beliau mengatakan dalam yang ketiga karena diulang-ulang sampai ketiga:

"Bagi yang menginginkan." (Hadīts riwayat Bukhāri nomor 1183)

⇒ Hal ini beliau khawatir orang-orang menjadikan itu adalah sesuatu yang sunnah karena disana bukan sunnah yang muakkad.

Akan tetapi apabila seorang melakukannya maka ini termasuk mendapatkan pahala shalāt sunnah.

Dari Anas bin Mālik radhiyallāhu Ta'āla 'anhu beliau berkata:

كان المؤذن إذا أذن قام ناس من أصحاب النبي – صلى الله عليه وسلم – يبتدرون السواري حتى يخرج النبي – صلى الله عليه وسلم – وهم كذلك يصلون الركعتين قبل المغرب، ولم يكن بين الأذان والإقامة شيء

"Bahwasanya seorang muadzin apabila dia ādzan maka orang-orang pun bersegera berdiri kemudian bersegera masuk kedalam masjid ditempatnya sampai mereka menunggu Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam keluar dan mereka dalam keadaan yang demikian, mereka shalāt dua raka'at sebelum maghrib dan tidak ada antara ādzan dan iqāmah sesuatupun."

⇒ Ini menunjukkan bahwa shalāt sebelum maghrib adalah perkara yang dilakukan oleh para shahābat Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam.

Dari 'Abdillāh Ibnu Mughafal radhiyallāhu Ta'āla 'anhu berkata, Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:

بين كل أذانين صلاة، بين كل أذانين صلاة"، ثم قال في الثالثة: "لمن شاء"

"Antara dua ādzan (maksudnya ādzan dan iqāmah) itu ada shalāt,"

Akan tetapi kata Rasūlullāh, "Bagi yang menghendaki." (Hadīts riwayat Bukhāri dan Muslim)

Maka ini semua meliputi shalāt-shalāt sebelum shalāt ashar, maghrib dan sebelum shalāt isya.

Dan semua itu bukanlah sunah rawātib, akan tetapi termasuk sunnah-sunnah yang apabila dikerjakan maka seseorang mendapatkan pahala.

Semoga Allāh Subhānahu wa Ta'āla  memberikan taufīq kepada kita untuk beramal amalan shālih.

وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم
واخردعوانا أن الحمد لله رب العالمين
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

_____________________
🏡 *Donasi Markas* Dakwah dapat disalurkan melalui :
| Bank Mandiri Syariah
| Kode Bank : 451
| No. Rek : 710-3000-507
| A.N : YPWA Bimbingan Islam
Konfirmasi Transfer *Hanya Via WhatsApp* & Informasi ;  0811-280-0606
SWIFT CODE : BSMDIDJA

▪ *Format Donasi : Markas Dakwah#Nama#Nominal#Tanggal*

📝 *Cantumkan Kode 25 di nominal transfer anda..*

Contoh : 100.025
_____________________


gunakan https://www.roryrachmad.net (jika tidak bisa buka halaman)
Proudly Powered by Abu Uwais.