Syaikh Ali bin Hasan al Halabiy hafidzahullah berkata : Al musalsal yaitu : hadits yang setiap perawinya saling mengikuti di dalam suatu sifat tertentu, baik dalam bentuk ucapan -seperti bersumpah dengan nama Allah- atau dalam bentuk keadaan -seperti meriwayatkan hadits dalam keadaan berdiri- atau dalam bentuk perbuatan -seperti tersenyum selepas meriwayatkan hadits-. (At Ta’liqat al Atsariyah [26])

Senin, 02 Juli 2018

Amalan-Amalan Di Bulan Ramadhan Bagian 10

by Rory Rachmad  |  in Kajian Tematik at  02 Juli

🌍 BimbinganIslam.com
Sabtu, 26 Sya’ban 1439 H / 12 Mei 2018 M
👤 Ustadz Fauzan S.T., Lc, M.A.
📔 Materi Tematik | Amalan-Amalan Di Bulan Ramadhan (Bagian 10)
⬇ Download Audio: BiAS-UFz-Tematik-Amalan-Amalan Di Bulan Ramadhan-10
----------------------------------

*AMALAN-AMALAN UTAMA DIBULAN RAMADHĀN, BAGIAN 10*


بسم اللّه الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وبعد

Para sahabat Bimbingan Islām dan kaum muslimin yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Kita lanjutkan amalan berikutnya yang hendaknya kita lakukan di bulan Ramadhān dan di luar Ramadhān (tentunya) yaitu:


⒀ Memberi Makan Orang Yang Berbuka Puasa.

Memberi makan orang yang berbuka puasa pahalanya sangat besar, dia bisa mendapatkan pahala orang yang berpuasa.

Dari Zaid ibni Khālid Al Juhaniy radhiyallāhu ta'āla 'anhu berkata, Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:

"Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga." (Hadīts shahīh riwayat Imām Tirmidzī nomor 807)

Kita bayangkan, apabila kita memberi buka puasa untuk 100 orang, sebagaimana dalam hadīts, kita akan mendapatkan pahala puasa dari 100 orang tersebut.

Apabila kita memberi makan (buka puasa) untuk 1000 orang, maka kita mendapatkan pahala puasa dari 1000 orang tersebut, berdasarkan hadīts yang shahīh. Ini adalah amalan yang luar biasa.

Amalan ringan tetapi pahalanya luar biasa, ini adalah kemurahan dari Allāh Subhānahu wa Ta'āla.


⒁ Mengeluarkan Zakāt Fithrah

عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ عَلَى الْعَبْدِ وَالْحُرِّ وَالذَّكَرِ وَالْأُنْثَى وَالصَّغِيرِ وَالْكَبِيرِ مِنْ الْمُسْلِمِينَ وَأَمَرَ بِهَا أَنْ تُؤَدَّى قَبْلَ خُرُوجِ النَّاسِ إِلَى الصَّلَاةِ

Dari Ibnu Umar radhiyallāhu ta'āla 'anhumā, beliau berkata, Rasūlullāh  shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:

"Bahwasanya Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam mewajibkan untuk mengeluarkan zakāt fithrah, satu shā' dari tamr atau satu shā' dari sya'īr. Kewajiban itu dikenakan kepada budak, orang merdeka, lelaki, wanita, anak kecil dan orang tua dari kalangan umat Islām. Dan beliau memerintahkan agar zakāt fithri itu ditunaikan sebelum keluarnya orang-orang menuju shalāt." (Hadīts riwayat Bukhāri dan Muslim, lafazh ini dari Imām Muslim)

Ini menunjukkan bahwa setiap jiwa yang ditanggung oleh seseorang wajib dikeluarkan zakātnya. Baik dia seorang hamba, budak sahaya, seorang merdeka, anak kecil maupun orang dewasa. Selama masih dalam tanggungan seseorang maka wajib dikeluarkan zakātnya (zakāt fithrah).

Dan ini (zakāt fithrah) termasuk amalan yang diperintahkan di bulan Ramadhān.

عَن أَبَا سَعِيدٍ الْخُدْرِيَّ ـ رضى الله عنه ـ يَقُولُ كُنَّا نُخْرِجُ زَكَاةَ الْفِطْرِ صَاعًا مِنْ طَعَامٍ، أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ، أَوْ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ، أَوْ صَاعًا مِنْ أَقِطٍ، أَوْ صَاعًا مِنْ زَبِيبٍ.

Dari Abū Sa'id Al Khudriy radhiyallāhu ta'āla 'anhu beliau berkata:

"Dahulu kami mengeluarkan zakāt fithri dengan satu shā' dari makanan kami atau satu shā' dari sya'īr (gandum) atau satu shā' tamr (kurma) atau satu shā' aqith (keju) atau satu shā' dari zabīb (anggur)." (Hadīts riwayat Bukhāri nomor 1506 dan Muslim nomor 2330)

Ini menunjukkan bahwasanya mengeluarkan zakāt fithrah adalah amalan para shahābat.

Dan zakāt fithrah berdasarkan makanan pokok dari penduduk negeri tersebut.

Seperti kita (misalnya) di Indonesia untuk zakāt fithrah dengan mengeluarkan beras, karena beras adalah makanan pokok kita orang Indonesia. Dan satu shā' kira-kira sekitar 3 kg.

Dalam hadīts yang lain.

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ ـ صلى الله عليه وسلم ـ زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ فَمَنْ أَدَّاهَا قَبْلَ الصَّلاَةِ فَهِيَ زَكَاةٌ مَقْبُولَةٌ وَمَنْ أَدَّاهَا بَعْدَ الصَّلاَةِ فَهِيَ صَدَقَةٌ مِنَ الصَّدَقَاتِ

Dari Ibnu Abbās radhiyallāhu ta'āla 'anhu, beliau berkata:

"Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam mewajibkan untuk mengeluarkan zakāt fithrah sebagai pensuci bagi orang-orang yang puasa dari perbuatan sia-sia dan sebagai makanan bagi orang-orang miskin. Barangsiapa yang menunaikannya sebelum shalāt 'Ied maka dia dihitung sebagai zakāt yang diterima. Dan barangsiapa yang menunaikan setelah shalāt 'Ied maka dia dihitung sebagai sedekah biasa." (Hadīts riwayat Abū Dāwūd, Ibnu Mājah dan dihasankan oleh Syaikh Albāniy rahimahullāh).

Demikian semoga bermanfaat.

وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم
واخردعوانا أن الحمد لله رب العالمين
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

_____________________
🏡 *Donasi Markas* Dakwah dapat disalurkan melalui :
| Bank Mandiri Syariah
| Kode Bank : 451
| No. Rek : 710-3000-507
| A.N : YPWA Bimbingan Islam
Konfirmasi Transfer *Hanya Via WhatsApp* & Informasi ;  0811-280-0606
SWIFT CODE : BSMDIDJA

▪ *Format Donasi : Markas Dakwah#Nama#Nominal#Tanggal*

📝 *Cantumkan Kode 25 di nominal transfer anda..*

Contoh : 100.025
_____________________


gunakan https://www.roryrachmad.net (jika tidak bisa buka halaman)
Proudly Powered by Abu Uwais.