Syaikh Ali bin Hasan al Halabiy hafidzahullah berkata : Al musalsal yaitu : hadits yang setiap perawinya saling mengikuti di dalam suatu sifat tertentu, baik dalam bentuk ucapan -seperti bersumpah dengan nama Allah- atau dalam bentuk keadaan -seperti meriwayatkan hadits dalam keadaan berdiri- atau dalam bentuk perbuatan -seperti tersenyum selepas meriwayatkan hadits-. (At Ta’liqat al Atsariyah [26])

Senin, 02 Juli 2018

Amalan Di Akhir Bulan Ramadhan 01

by Rory Rachmad  |  in Kajian Tematik at  02 Juli

🌍 BimbinganIslam.com
Jum'at, 23 Ramadhan 1439 H / 08 Juni 2018 M
👤 Ustadz Fauzan S.T., Lc, M.A.
📔 Materi Tematik | Amalan Di Akhir Bulan Ramadhan 01
⬇ Download Audio: BiAS-UFz-Tematik-Amalan-DiAkhir-Ramadhan-01
----------------------------------

*AMALAN DI AKHIR BULAN RAMADHĀN, BAGIAN 01*


بسم اللّه الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وبعد

Para sahabat Bimbingan Islām yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Alhamdulilāh kita masih diberi kesempatan oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla untuk bisa menikmati bulan Ramadhān dan Ramadhān sebentar lagi akan pergi.

Bulan Ramadhān bulan ampunan, dalam hitungan hari akan selesai. Oleh karena itu orang-orang yang cerdas adalah orang-orang yang bisa memanfaatkan bulan ini. Waktu demi waktu terus berlalu, hari terus berganti dan Ramadhān akan pergi.

Oleh karena itu Ikhwān Fīddīn A'ādzaniyallāh wa Iyyakum.

Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam dan para salaf mereka diakhir Ramadhān semakin bersemangat bahkan memberikan yang terbaik yang mereka miliki. Mereka bersungguh-sungguh.

Barangsiapa yang malas diakhir Ramadhān maka hendaknya dia tingkatkan semangatnya.

Sebagaimana perkataan Ibnu Taimiyyah rahimahullāh:

"Puasanya yang dilihat yang dinilai yang menjadi ibrah (patokan) adalah sempurnanya di akhir bukan kekurangan yang ada di awal."

Kalau di awal kita masih banyak main-main, banyak perkara sia-sia yang kita lakukan dan kita kurang bersemangat di dalam ibadah maka kita masih mempunyai kesempatan.

Di akhir Ramadhān ini kita keluarkan segala kekuatan yang kita miliki untuk beribadah kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Sebagaimana seekor kuda bila berlomba dengan kuda yang lain, maka kuda itu akan mengeluarkan segala kekuatannya sebelum ujung garis finish, sehingga dia menjadi kuda  pemenang. Maka jangan sampai kita kalah dari kuda tersebut. Kuda cerdas di akhir  perjalanan dia akan bersemangat, dia keluarkan kekuatan untuk bisa mencapai garis finish.

Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam juga menyebutkan:

 إنما الأعمال بالخواتيم

"Bahwasanya amal itu tergantung pada akhirnya."

Semoga kita bisa mengakhiri bulan Ramadhān ini dengan sebaik-baik ibadah,  sebaik-baik persembahan kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Mempersembahkan apa yang kita miliki kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla , mengakhiri bulan yang penuh dengan kebaikan, bulan yang penuh dengan ampunan dengan sesuatu yang terbaik yang bisa kita persembahkan kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Oleh karena itu ada tiga hal penting yang perlu kita lakukan sebagaimana yang dilakukan oleh para salaf. Mereka di akhir Ramadhān sangat bersemangat, berbeda dengan kita.

Kita di awal Ramadhān bersemangat dan di akhirnya sibuk dengan perkara duniawi yang tidak ada kaitannya dengan ibadah dibulan Ramadhān. Seperti sibuk dengan makanan, minuman, sibuk mempersiapkan lebaran. Bagi pedagang sibuk dengan perdagangannya.

Seorang yang cerdas akan berusaha semaksimal mungkin yang dia mampu untuk mendapatkan kebaikan di bulan Ramadhān.

Diantaranya:

⑴ Hendaknya di akhir Ramadhān memperbanyak istighfār.

Beristighfār kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla , meminta ampun kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Ini adalah sunnah dan satu kebaikan yang Allāh ajarkan kepada kita. Untuk menutup keta'atan ibadah kita dengan beristighfār.

Coba kita lihat di dalam ayat tentang haji, tentang shalāt, semuanya ditutup dengan istighfār.

Allāh Subhānahu wa Ta'āla  berfirman:

ثُمَّ أَفِيضُوا۟ مِنْ حَيْثُ أَفَاضَ ٱلنَّاسُ وَٱسْتَغْفِرُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌۭ رَّحِيمٌۭ

"Kemudian bertolaklah kamu dari tempat bertolaknya orang-orang banyak ('Arafah) dan mohonlah ampun kepada Allāh, sesungguhnya Allāh Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS Al Baqarah: 199)

Begitu juga Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam setiap selesai shalāt beliau senantiasa beristighfār.

Dan Allāh Subhānahu wa Ta'āla memberikan ciri orang-orang yang senantiasa bersungguh-sungguh di dalam shalāt salah satu kelebihannya adalah dengan beristighfār.

Allāh Subhānahu wa Ta'āla berfirman:

كَانُوا۟ قَلِيلًۭا مِّنَ ٱلَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ ۞ وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

"Di dunia mereka sedikit sekali tidur diwaktu malam. Dan pada akhir malam mereka memohon ampunan (kepada Allāh)" (QS Adz Dzāriyāt: 17-18)

Oleh karena itu, Abū Hurairah radhiyallāhu Ta'āla 'anhu berkata:

الْغِيبَةُ تَخْرِقُ الصَّوْمَ، وَالاسْتِغْفَارُ يُرَقِّعُهُ، فَمَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ أَنْ لا يَجِيءَ غَدًا بِصَوْمِهِ مُرَقَّعًا فَلْيَفْعَلْ

"Ghībah itu merobek-robek shaum, membuat puas kita cacat dan istighfārlah yang akan  jahitnya (menutupnya), barangsiapa yang bisa mendatangkan puasa dalam keadaan terjahit (tertutup kembali) robekan tadi maka lakukanlah."

Ibnu Al Munkadir, beliau berkata:

الصيام جنه من النار، مالم يخرقها والكلام شئ  يخرق هذه الجنه, والأشتغفر برقع ما تخر ق منها

"Puasa adalah benteng dari api neraka, selama orang tersebut tidak merobek-robeknya, dan perkataan yang buruk merobek-robek perisainya, dan istighfār yang menutup kembali yang sudah robek."

Oleh karena itu Ikhwān Fīddīn A'ādzaniyallāh wa Iyyakum.

Satu amalan yang sederhana bisa anda lakukan dimanapun anda berada, dengan aktifitas apapun (yaitu) dengan beristighfār, meminta ampun kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ, أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ, أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ, أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيْمَ
وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

"Saya memohon ampun kepada Allāh, saya bertaubat kepada Nya."

Memperbanyak istighfār kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Ikhwān Fīddīn A'ādzaniyallāh wa Iyyakum.

Semoga Allāh Subhānahu wa Ta'āla  mengangkat seluruh amalan-amalan kita dan melipat gandakannya.

وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم
واخردعوانا أن الحمد لله رب العالمين
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

_____________________
🏦 *Donasi Dakwah BIAS* Dakwah dapat disalurkan melalui :
🎗 *Bank Mandiri Syariah*
🥇 *Kode Bank : 451*
💳 *No. Rek : 710-3000-507*
🏬 *A.N : YPWA Bimbingan Islam*

📲 Pendaftaran Donatur Tetap & Konfirmasi Transfer *Hanya via WhatsApp* ke ;  *0878-8145-8000*

SWIFT CODE : BSMDIDJA

▪ *Format Donasi :  DONASIDAKWAHBIAS#Nama#Nominal#Tanggal*

📝 *Cantumkan Kode 700 di akhir nominal transfer anda..*

Contoh : 100.700
_____________________


gunakan https://www.roryrachmad.net (jika tidak bisa buka halaman)
Proudly Powered by Abu Uwais.