Syaikh Ali bin Hasan al Halabiy hafidzahullah berkata : Al musalsal yaitu : hadits yang setiap perawinya saling mengikuti di dalam suatu sifat tertentu, baik dalam bentuk ucapan -seperti bersumpah dengan nama Allah- atau dalam bentuk keadaan -seperti meriwayatkan hadits dalam keadaan berdiri- atau dalam bentuk perbuatan -seperti tersenyum selepas meriwayatkan hadits-. (At Ta’liqat al Atsariyah [26])

Senin, 02 Juli 2018

Kajian 101 | Perkara-Perkara Yang Disunnahkan Dalam Puasa Bagian 02

by Rory Rachmad  |  in Matan abu syuja' at  02 Juli

🌍 BimbinganIslam.com
Rabu, 17 Rajab 1439 H / 04 April 2018 M
👤 Ustadz Fauzan S.T., M.A.
📗 Matan Abū Syujā' | KITĀBUSH SHIYĀM (كتاب الصيام)
🔊 Kajian 101 | Perkara-Perkara Yang Disunnahkan Dalam Puasa (bagian 02)
⬇ Download audio: bit.ly/BiAS-FZ-H101
〰〰〰〰〰〰〰

*PERKARA-PERKARA YANG DISUNAHKAN DALAM PUASA (BAGIAN 02)*


بسم اللّه الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وبعد


Para sahabat Bimbingan Islām dan kaum muslimin yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Alhamdulilāh, kita lanjutkan pelajaran kita tentang masalah-masalah yang ada di dalam puasa dan kita sampai pada pembahasan perkara-perkara yang mustahab (disunnahkan) di dalam puasa.

Sunnah berikutnya, yaitu:


• Yang kelima | Sebaiknya apabila kita mampu dalam sahūr kita tersedia kurma, maka ini lebih utama.

Berdasarkan hadīts dari Abū Hurairah radhiyallāhu ta'āla 'anhu bahwasanya Rasūlullāh  shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:

نِعْمَ سَحُورُ الْمُؤْمِنِ التَّمْرُ

"Sebaik-baik makan sahur bagi seorang mukmin adalah kurma."

(Hadīts Abū Dāwūd nomor 2345, Ibnu Hibbān 3475 dan dishahīhkan Syaikh Al bāniy dan Syu'aib Al Arnauth).

⇒ Ini menunjukkan bahwa kurma termasuk perkara yang dianjurkan di dalam sahūr, karena kurma akan menguatkan kondisi fisik seseorang tatkala melakukan ibadah puasa.


• Yang Keenam | Disunnahkan berbuka puasa dengan ruthāb (kurma basah) karena masih banyak kandungan airnya.

Bila tidak ada ruthāb maka berbuka dengan tamr (kurma yang sudah dikeringkan) apabila memungkinkan. Jika tidak ada, maka dengan air.

Sebagaimana hadīts dari Annas radhiyallāhu Ta'āla 'anhu, beliau berkata, Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:

 كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُفْطِرُ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّيَ عَلَى رُطَبَاتٍ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ فَتُمَيْرَاتٌ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تُمَيْرَاتٌ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ

"Bahwasanya Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam berbuka puasa dengan beberapa ruthāb sebelum beliau shalāt. Kalau tidak ada ruthāb maka beliau makan kurma, bila tidak ada ruthāb atau kurma beliau minum seteguk air."

⇒ Jadi urutannya; ⑴ ruthāb, ⑵ kurma, ⑶ air


• Yang ketujuh | Berdo'a tatkala berbuka puasa karena ini adalah termasuk waktu yang mustajāb.

Dari Ibnu Umar radhiyallāhu Ta'āla 'anhu, beliau berkata, bahwasanya Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam apabila beliau berbuka puasa, beliau berkata:

ذَهَبَ الظَّمَـأُ، وابْــتَلَّتِ العُرُوقُ، وثَــبَتَ الأَجْرُ إِن شَاءَ اللهُ

(Hadīts hasan riwayat Abū Dāwūd, An Nassā'i dan yang lainnya)

Apa kata Rasūlullāh ?

ذَهَبَ الظَّمَـأُ، وابْــتَلَّتِ العُرُوقُ، وثَــبَتَ الأَجْرُ إِن شَاءَ اللهُ

"Telah hilang rasa haus dan urat-urat leher telah basah dan pahala telah tetap, in syā Allāh."

⇒ Ini do'a yang disunnahkan tatkala kita berbuka puasa.


• Yang kedelapan dan kesembilan | Dermawan, banyak membaca Al Qur'ān dan mempelajari Al Qur'ān tersebut.

Ini sunnah bagi seorang tatkala dia sedang berpuasa.

Dari Ibnu 'Abbās radhiyallāhu ta'āla 'anhu beliau berkata:

 كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم أَجْوَدَ النَّاسِ بِالْخَيْرِ، وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ، حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ، وَكَانَ جِبْرِيلُ ـ عَلَيْهِ السَّلاَمُ  يَلْقَاهُ كُلَّ لَيْلَةٍ فِي رَمَضَانَ حَتَّى يَنْسَلِخَ، يَعْرِضُ عَلَيْهِ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم الْقُرْآنَ، فَإِذَا لَقِيَهُ جِبْرِيلُ ـ عَلَيْهِ السَّلاَمُ ـ كَانَ أَجْوَدَ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ.

"Bahwasanya Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam adalah orang yang paling dermawan, paling gemar berderma dengan kebaikan. Dan lebih dermawan lagi tatkala dibulan Ramadhān. Tatkala beliau bertemu dengan Jibrīl alayhissallām. Dan Jibrīl senantiasa bertemu dengan Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam setiap malam di bulan Ramadhān sampai bulan Ramadhān itu pergi. Beliau mengajarkan, memaparkan Al Qur'ān kepada Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam, kalau beliau (shallallāhu 'alayhi wa sallam) bertemu dengan Jibrīl, maka beliau lebih dermawan lagi daripada angin yang mengalir." (HR Bukhari nomor 1902)

Di sini beliau (shallallāhu 'alayhi wa sallam) juga mempelajari Al Qur'ān bersama Jibrīl.


• Yang kesepuluh | Hendaknya orang yang sedang berpuasa apabila dia dicela maka dia mengatakan, "Sesungguhnya saya sedang berpuasa," artinya hendaknya dia bersabar.

Berdasarkan hadīts Abū Hurairah yang telah lalu bahwasanya tatkala seorang dikatakan (dicela) hendaknya dia mengatakan, "Saya sedang berpuasa."

Demikian yang bisa disampaikan pada materi kali ini, semoga bermanfaat.


وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم
واخردعوانا أن الحمد لله رب العالمين
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

_____________________
🏡 *Donasi Markas* Dakwah dapat disalurkan melalui :
| Bank Mandiri Syariah
| Kode Bank : 451
| No. Rek : 710-3000-507
| A.N : YPWA Bimbingan Islam
Konfirmasi Transfer *Hanya Via WhatsApp* & Informasi ;  0811-280-0606
SWIFT CODE : BSMDIDJA

▪ *Format Donasi : Markas Dakwah#Nama#Nominal#Tanggal*

📝 *Cantumkan Kode 25 di nominal transfer anda..*

Contoh : 100.025
_____________________


gunakan https://www.roryrachmad.net (jika tidak bisa buka halaman)
Proudly Powered by Abu Uwais.