Syaikh Ali bin Hasan al Halabiy hafidzahullah berkata : Al musalsal yaitu : hadits yang setiap perawinya saling mengikuti di dalam suatu sifat tertentu, baik dalam bentuk ucapan -seperti bersumpah dengan nama Allah- atau dalam bentuk keadaan -seperti meriwayatkan hadits dalam keadaan berdiri- atau dalam bentuk perbuatan -seperti tersenyum selepas meriwayatkan hadits-. (At Ta’liqat al Atsariyah [26])

Selasa, 14 Agustus 2018

Keutamaan 10 hari Dzulhijjah

by Rory Rachmad  |  in Kajian Tematik at  14 Agustus

🌍 BimbinganIslam.com
Senin, 1 Dzulhijjah 1439 H / 13 Agustus 2018 M
👤 Ustadz Fauzan S.T., Lc, M.A.
📔 Materi Tematik | Keutamaan 10 hari Dzulhijjah
----------------------------------

*KEUTAMAAN  10 HARI BULAN DZULHIJJAH*


Bismillahirrahmanirrahim

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Alhamdulillah, wa sholatu wa salamu 'alaa Rasulillah.

Para sahabat BIAS sekalian.

Di antara kenikmatan yang Allāh Subhānahu wa Ta’āla berikan kepada kita adalah kita bisa menemui hari-hari yang mulia, hari-hari yang utama. Hari-hari di mana pahala amalan amalan dilipat gandakan.

Di antaranya adalah kita menemui sepuluh hari awal di bulan Dzulhijjah. Di mana sepuluh hari awal di bulan Dzulhijjah ini adalah hari-hari yang utama sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, dari Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bahwasanya Beliau bersabda:

مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهِا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ عَزَّوَجَلَّ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ، يَعْنِيْ أَيَّامَ الْعَشْرِ، قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ ؟ قَالَ: “وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَىْءٍ

“Tidak ada hari dimana suatu amal shalih lebih di cintai Allah melebihi amal shalih yang dilakukan di hari-hari ini (yakni sepuluh hari pertama Dzulhijjah).”

Para shahabat bertanya:

”Wahai Rasulullah, termasuk lebih utama dari jihad di jalan Allah?”

Nabi ٍshallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Termasuk lebih utama dibanding jihad di jalan Allah, kecuali orang yang keluar dengan jiwa dan hartanya (ke medan jihad) dan tidak ada satu pun yang kembali (ia mati syahid).”

Shahih, HR Al Bukhari (no. 969), Abu Dawud (no. 2438), At Tirmidzi (no. 757), Ibnu Majah (no. 1727) Ad Darimi (II/25), Ibnu Khuzaimah (no.2865), Ibnu Hibban (no.324, At Taliqatul Hisan), At Thahawy dalam Syarh Musykilil Atsar (no.2970), Ahmad (I/224, 239, 346), Al Baghawi dalam Syarhus Sunnah (no.1125), Abu Dawud Ath Thayalisi dalam Musnad-nya (no.2753), Abdurrazzaq dalam Al Mushannaf (no. 8121), Ibnu Abi Syaibah dalam Al Mushannaf (no. 19771), Al Baihaqi (IV/284), dan Ath Thabrani dalam Al Mu’jamul Kabir (no. 12326-12328).

Para sahabat BIAS sekalian...

Oleh karena itu, ini adalah kesempatan yang mulia. Dan kita lihat bahwa sepuluh hari di awal bulan Dzulhijjah adalah yang utama, dimana:

1. Bahwasanya Allāh Subhānahu wa Ta’āla bersumpah atas hari-hari tersebut.

Dan apabila Allāh Subhānahu wa Ta’āla bersumpah atas sesuatu / atas makhluk-Nya, menunjukkan bahwa makhluk tersebut adalah makhluk yang utama, yaitu hari-hari di awal bulan dzulhijjah.

Sebagaimana Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

وَالْفَجْرِ﴿١﴾وَلَيَالٍ عَشْرٍ

Demi fajar, demi malam yang sepuluh. [ QS Al Fajr/89:1-2]

"Dan demi malam yang sepuluh," di sini, disebutkan oleh para mufassirin dari kalangan salaf maupun khalaf, di antaranya oleh Imam Ibnu Katsir, bahwasanya itu adalah sepuluh hari awal di bulan Dzulhijjah. Dan ini yang shahih.

2. Dan Allāh Subhānahu wa Ta’āla juga menyebutkan sepuluh hari tersebut adalah "ayyamun ma'lumat" yang berarti hari-hari tertentu yang Allāh Subhānahu wa Ta’āla utamakan.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla sebutkan dan Allāh Subhānahu wa Ta’āla puji para jama'ah haji.
Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

...وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ...

…dan agar mereka menyebut nama Allah pada beberapa hari yang telah ditentukan... [QS Al Hajj/22:28]

3. Bahwasanya Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam mempersaksikan dan menegaskan sebagai "ayyamul afdhal", hari-hari yang paling mulia yang kita lewati di dunia.

Sebagaimana diriwayatkan oleh Jabir bin Abdillah radhiyallahu 'anhu dari Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dan dishahihkan oleh Syaikh Al Albani:

" أفضـل أيـام الدنيـا أيـام العشـر "

Hari-hari yang kita lalui yang paling afdhal adalah sepuluh (sepuluh hari di awal bulan Dzulhijjah). Dishahihkan Syaikh Al Albani dalam Shahihul Jami 1/253 No 1133.

4. Bahwasanya di dalamnya ada hari yang terbaik, yaitu hari Arafah. Di mana hari tersebut adalah "afdhalu yaumin thala'at syamsyu", hari terbaik di mana matahari terbit.

Maksudnya, hari Arafah adalah hari terbaik. Dan juga di hari Arafah di mana semua orang yang berhaji mereka wukuf.

Dan juga berpuasa di dalamnya diberikan pahala berupa diampuninya dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.

Dan keutamaan yang lain yang luar biasa.

Oleh karena itu, sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah adalah hari-hari yang terbaik.

Dan kata Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam:

اَلْحَجُّ عَرَفَةُ

Haji itu wukuf di Arafah. [ Shahih, HR At Tirmidzi (no. 889) dan lainnya ]

Wukuf adalah rukun di dalam haji.

5. Bahwasanya di dalamnya adalah hari nahr, hari penyembelihan, mempersembahkan kurban kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla dan ia adalah ibadah yang paling agung, sebagaimana disebutkan Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam:

إِنَّ أَعْظَمَ الأَيَّامِ عِنْدَ اللَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَوْمُ النَّحْرِ ثُمَّ يَوْمُ الْقَرِّ . قَالَ عِيسَى قَالَ ثَوْرٌ وَهُوَ الْيَوْمُ الثَّانِى.

“Sesungguhnya hari yang paling agung di sisi Allah Tabaraka wa Ta’ala adalah yaumun nahr (Hari penyembelihan), kemudian hari yang tinggal."

Isa (rawi hadits) berkata: Tsaur berkata: “Dia (hari yang tinggal) adalah hari yang kedua." [HR. Abu Dawud dalam Sunan-nya (1765) dan Ahmad dalam Al Musnad (4/350). Hadits ini dinilai shahih oleh Syaikh Al Albaniy -rahimahullah- dalam Takhrij Al Misykah (no. 2643)]

6. Bahwasanya di sepuluh hari yang pertama di bulan Dzulhijjah di sana terkumpul "ummahatul 'ibadah", ibadah-ibadah yang agung, ibadah-ibadah yang pokok :

- ada haji
- ada umrah
- ada puasa
- ada dzikir
- ada ibadah fisik, berupa shalat
- ada ibadah batin
- ada sedekah
- ada berkurban
- dan lain sebagainya.

Para sahabat BIAS yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

Oleh karena itu, jangan kita lewatkan kesempatan ini, apalagi jika kita berasa di tanah suci Makkah Al Mukarramah, pahalanya luar biasa.

Berkumpul keutamaan waktu, dan berkumpul pula keutamaan tempat. Terlebih apalagi bagi yang menjalankan ibadah haji. Ini adalah "duyufurahman" (tamu--tamu Allah Subhanahu wa Ta'ala).

Wa shalatu 'alaa Nabiyyina Muhammadin wa 'alaa alihi wa salim

Wa akhiru da'wana 'anil hamdulillahirabbil 'alamin.

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

_________________________
🏦 *Donasi Dakwah BIAS* dapat disalurkan melalui :
🎗 *Bank Mandiri Syariah*
🥇 *Kode Bank : 451*
💳 *No. Rek : 710-3000-507*
🏬 *A.N : YPWA Bimbingan Islam*

📲 Pendaftaran Donatur Tetap & Konfirmasi Transfer *Hanya via WhatsApp* ke ;  *0878-8145-8000*

SWIFT CODE : BSMDIDJA (Luar Negeri)

▪ *Format Donasi :  DONASIDAKWAHBIAS#Nama#Nominal#Tanggal*

📝 *Cantumkan Kode 700 di akhir nominal transfer anda..*



gunakan https://www.roryrachmad.net (jika tidak bisa buka halaman)
Proudly Powered by Abu Uwais.