PESAN-PESAN

Nama

Email *

Pesan *

Kamis, 29 Desember 2016

Hasad Dan Merendahkan Sesama Muslim Bagian 5

by Rory Rachmad  |  in Kitab Jami' at  29 Desember

🌍 BimbinganIslam.com
Jum'at, 03 Rabi'ul Awwal 1438 H / 02 Desember 2016 M
👤 Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA
📗 Kitābul Jāmi' | Bab Peringatan Terhadap Akhlak-Akhlak Buruk
🔊 Hadits 15 | Hasad Dan Merendahkan Sesama Muslim (Bagian 5)
⬇ Download audio: bit.ly/BiAS-FA-Bab04-H15-5
~~~~~~~

HASAD DAN MERENDAHKAN SESAMA MUSLIM (BAGIAN 5)


بسم اللّه الرحمن الرحيم
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله

Sahabat BIAS yang dirahmati Allāh Subhanahu wa Ta'ala.

Kita masih pada hadits yang ke 15, masih berkaitan tentang masalah merendahkan saudara sesama muslim.

Ini adalah masalah yang perlu kita ingatkan karena perkara yang sangat "khaatir" ( berbahaya).

 Rasulullāh shallallāhu 'alaihi wasallam berkata dalam hadits:

بِحَسْبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ

"Cukuplah seseorang dikatakan buruk tatkala dia merendahkan (menghina) sesama muslim." (HR Muslim nomor 4650 versi Syarh Muslim nomor 2564)

Kata Ibnu Daqiqil 'Ied dalam Syarah Arba'in An Nawawiyyah beliau berkata:

"فيه تحذير عظيم من ذلك، لأن الله تعالى لم يحقره إذ خلقه ورزقه ثم أحسن تقويم خلقه وسخر ما في السموات وما في الأرض جميعاً لأجله، وإن كان له ولغيره فله من ذلك حصة

"Ini adalah peringatan yang keras terhadap perkara ini (merendahkan saudara sesama muslim), karena Allāh Subhanahu wa Ta'ala tidak merendahkan dia.

Tatkala Allāh menciptakan dia, Allāh memberikan rizki kepada dia. Kemudian Allāh  meng-indahkan (membaguskan) penciptaannya dan Allāh  mudahkan apa yang ada di langit dan di bumi untuknya."

Kemudian kata Ibnu Daqiqil 'Ied:

ثم إن الله سبحانه سماه مسلما ومؤمنا وعبدا وبلغ من أمره إلى أن جعل الرسول منه إليه محمدا صلى الله عليه وسلم

"Bahkan Allāh menamakan dia sebagai seorang muslim, seorang mukmin, dan sebagai hamba. Bahkan lebih daripada itu, Allāh Subhanahu wa Ta'ala mengutus rasul yaitu Muhammad shallallāhu 'alaihi wasallam kepadanya."

Kenapa?

Karena Allāh perhatian kepada hamba ini, disamping mengutus rasul adalah agar memberi petunjuk kepada hamba ini.

Berarti Allāh perhatian kepada hamba ini.

فمن حقر مسلما من المسلمين، فقد حقر ما عظم الله عز وجل وكافيه ذلك

Maka barang siapa yang merendahkan seorang muslim (diantara kaum muslimin) maka sungguh dia merendahkan apa yang diagungkan oleh Allāh Subhanahu wa Ta'ala. Cukuplah dia dalam hal ini dikatakan buruk.

Oleh karenanya ini adalah perkara yang besar, sehingga kalau seseorang merendahkan orang lain maka dikatakan orang ini buruk ini buruk.

Kata beliau:

فإن من احتقار المسلم للمسلم أن لا يسلم عليه إذا مر

"Diantara bentuk seorang muslim merendahkan muslim yang lainnya adalah dia tahu orang ini lagi lewat tapi tidak diberi salam."

Kenapa tidak disalami ? Dia berarti merendahkan.

ولا يرد عليه السلام إذا بدأ به،

"Bahkan kalau saudaranya memberi salam tidak dibalas."

Ini juga menunjukkan dia merendahkan.

Kata beliau lagi:

ومنها أن يراه دون أن يدخله الله الجنة أو يبعده من النار

"Diantara bentuk merendahkan orang lain yaitu, dia melihat orang lain seakan-akan orang  tersebut tidak akan masuk surga atau orang tersebut tidak akan dijauhkan dari neraka Jahannam."

Oleh karenanya, Allāh Subhanahu wa Ta'ala melarang kita menghina saudara kita, kata Allāh Subhanahu wa Ta'ala:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَومٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَى أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَى أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ

"Wahai orang-orang yang beriman, janganlah sebagian kalian menghina sebagian yang lain. Bisa jadi yang dihina kebih baik daripada yang menghina. Dan janganlah sebagian wanita mengejek sebagian wanita yang lain, bisa jadi yang diejek lebih baik dari pada yang mengejek." (QS Al Hujurāt: 11)

Ini peringatan dari Allāh Subhanahu wa Ta'ala.

Anda mengejek (merendahkan) orang lain, bisa jadi yang diejek lebih baik, lebih bertaqwa daripada anda.

Oleh karena itu, di akhir hadits kata Rasulullāh shallallāhu 'alaihi wasallam:

كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ دَمُهُ وَمَالُهُ وَعِرْضُهُ " .

Setiap muslim atas muslim yang lain haram darahnya (tidak boleh ditumpahkan), haram hartanya (tidak boleh diambil) dan harga dirinya haram (tidak boleh dijatuhkan)." (HR Muslim nomor 4650 versi Syarh Muslim nomor 2564)

Ingat, Rasulullāh shallallāhu 'alaihi wasallam menggandengkan antara harga diri dengan menumpahkan darah dan mengambil harta.

Karena seseorang takut akan menumpahkan darah seseorang, dia merasa berdosa tatkala menumpahkan darah saudaranya. Dan seseorang tidak berani mengambil harta saudaranya, kenapa?

Karena dia merasa berdosa kalau mengambil harta saudaranya.

Tapi banyak orang yang dia tidak merasa bersalah untuk berani menjatuhkan harga diri saudaranya, padahal hukumnya sama.

Sebagaimana haram bagi kita menumpahkan darah orang lain, sebagaimana haram bagi kita mengambil harta orang lain, demikian juga haram bagi kita untuk menjatuhkan harga diri saudara kita.

Diantara bentuk menjatuhkan harga diri saudara kita adalah dengan merendahkannya, menghinanya. Ini hukumnya haram.

Oleh karenanya, ikhwan dan akhwat yang dirahmati oleh Allāh Subhanahu wa Ta'ala.

Sekali lagi saya ingatkan.

Kalau Anda memiliki kelebihan, ketaqwaan, maka hendaknya anda syukuri  kepada Allāh Subhanahu wa Ta'ala. Bukan dijadikan sarana untuk mengejek atau merendahkan orang lain, untuk menyombongkan diri.

Wallāhu Ta'ala A'lam bish Shawwab.
__________

Mari bersama mengambil peran dalam dakwah...
Dengan menjadi Donatur Rutin Program Dakwah Cinta Sedekah

1. Pembangunan & Pengembangan 100 Rumah Tahfizh
2. Support Radio Dakwah dan Artivisi
3. Membantu Pondok Pesantren Ahlu Sunnah Wal Jamaah di Indonesia

Silakan mendaftar di :

Hidup Berkah dengan Cinta Sedekah
------------------------------------------


Proudly Powered by Abu Uwais.