Selasa, 02 Mei 2017

HSI 05 - 57 Tinggalnya Orang-orang Beriman dan Orang Munafiq

by Rory Rachmad  |  in HSI 05 at  02 Mei


السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-57 dari Silsilah Beriman Kepada Hari Akhir adalah adalah tentang "Tinggalnya Orang-orang Beriman dan Orang-orang Munafiq"

Di dalam hadits Abu Sa'id Al-Khudri yang diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhari dan Muslim disebutkan bahwasanya setelah orang-orang kafir baik musyrikin maupun ahlul kitab digiring ke neraka, maka tidak tersisa kecuali orang-orang yang menyembah Allah, yang shaleh maupun yang faajir.

Dikatakan kepada mereka, Apa yang menghalangi kalian untuk pergi, sedangkan manusia sudah pergi?

Dalam riwayat Muslim, Apa yang kalian tunggu? Mereka berkata, Kami berbeda dengan mereka di dunia. Padahal kami dahulu butuh dengan mereka.

Maksudnya dahulu mereka bertauhid tidak menyembah apa yang disembah oleh orang-orang kafir. Meskipun mereka membutuhkan orang-orang kafir tersebut dalam beberapa hal.

Mereka berkata, Sungguh kami telah mendengar penyeru menyeru supaya setiap kaum mengikuti apa yang dia sembah. Dan kami sekarang sedang menunggu Rabb kami.

Maka datanglah Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى di dalam bentuk yang berbeda dengan bentuk yang mereka lihat pertama kali. Ini menunjukkan bahwasanya orang-orang yang beriman akan melihat Allah di Padang Mahsyar. Kemudian Rasulullah  bersabda, Maka Allah berkata, "Aku adalah Rabb kalian." Mereka berkata, "Kami berlindung kepada Allah darimu. Kami tidak menyekutukan Allah sedikitpun."

Mereka mengatakan perkataan ini 2 atau 3 kali. 

Maksudnya Allah akan menguji mereka dengan memperlihatkan diri-Nya kepada mereka dalam bentuk yang lain. Ketika mereka melihat Allah dalam bentuk yang lain, maka mereka berlindung kepada Allah, supaya tidak terfitnah di dalam ujian ini. Dan ucapan mereka, "Kami tidak menyekutukan Allah sedikitpun", menunjukkan tentang keutamaan tauhid.

Beliau ﷺ bersabda,

Maka tidak berbicara kepada Allah saat itu kecuali para Nabi. Maka Allah berkata, Apakah kalian memiliki tanda sehingga kalian mengetahui bahwa Dia adalah Rabb kalian? Mereka berkata, Betis. Maka disingkaplah betis Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى 

Para ulama mangatakan bahwasanya ini adalah termasuk hadits yang berisi sifat Allah. Kewajiban kita beriman bahwasanya Allah memiliki betis sesuai dengan keagungan-Nya. Tidak boleh kita ingkari, tidak boleh kita serupakan dengan makhluk, tidak boleh kita takwil, dan tidak boleh kita bertanya tentang bagaimana-Nya.

Kemudian Rasulullah ﷺ bersabda,

Maka sujudlah setiap mukmin. 

Dan dalam riwayat Muslim disebutkan, Tidak tersisa orang yang dahulu sujud untuk Allah, ikhlas dari dirinya kecuali Allah akan mengijinkan dia bersujud. Kemudian tidaklah tersisa orang yang dahulu sujud karena hanya ingin melindungi diri dan riya' kecuali Allah akan menjadikan punggungnya menjadi rata. Setiap akan sujud dia jatuh tersungkur di atas tengkuknya.

Maksudnya dia tidak bisa sujud karena punggungnya yang semula memiliki beberapa ruas tulang yang memudahkan dia untuk membungkuk, menjadi hanya memiliki satu ruas tulang yang rata. Demikianlah keadaan orang-orang yang dahulu menipu Allah dan orang-orang yang beriman di dunia. Maka Allah menipu mereka. Mereka mengira bahwasanya mereka akan selamat dengan tinggalnya mereka saat itu bersama orang-orang yang beriman. Namun ternyata perkiraan mereka adalah perkiraan yang salah.

Kemudian Rasulullah ﷺ bersabda,

Kemudian orang-orang yang beriman mengangkat kepala mereka dan Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى telah kembali kepada bentuk-Nya yang semula.

Kemudian Allah berkata, Aku adalah Rabb kalian. Mereka pun berkata, Engkau adalah Rabb kami.

itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini, dan sampai bertemu pada halaqah selanjutnya.

وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Saudaramu,
Abdullāh Roy
Di kota Al-Madīnah
*Materi audio ini disampaikan didalam Group WA Halaqah Silsilah Ilmiyyah HSI Abdullah Roy


Proudly Powered by Abu Uwais.