Al Imām Az Zuhriy rahimahullāh ta'āla: في علم المغازي علم الآخرة و الدنيا "Dalam ilmu sejarah Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam ada ilmu akhirat dan ilmu dunia."

Rabu, 03 Mei 2017

HSI 05 - 61 Beberapa Contoh Dosa Penyebab Seseorang Masuk Neraka Bagian 2

by Rory Rachmad  |  in HSI 05 at  03 Mei


السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-61 dari Silsilah Beriman Kepada Hari Akhir adalah tentang "Beberapa Contoh Dosa Penyebab Jatuhnya Seseorang ke Dalam Neraka Bagian Yang Kedua"

Di antara dosa yang membahayakan seseorang yang beriman dan bisa menjadi penyebab jatuhnya seseorang ke dalam neraka ketika melewati shirath adalah berdusta atas nama Nabi ﷺ,  Beliau ﷺ ,

مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ 

Barangsiapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja, maka hendaknya dia menyiapkan tempatnya di dalam neraka (HR.Bukhari dan Muslim)

Hendaknya seseorang berhati-hati di dalam menyampaikan hadits dari Nabi ﷺ menjauhi hadits-hadits dha'if dan palsu, baik dalam masalah aqidah, fadhail amal, maupun masalah yang lain. Dan bagi yang tidak mampu menghukumi sendiri sebuah hadits, maka hendaknya dia taqlid dengan ulama atau ustadz yang dia anggap paling ahli di dalam hadits.

Di antara dosa tersebut adalah dosa lisan dan kemaluan. Nabi Muhammad ﷺ pernah ditanya tentang perkara yang paling banyak memasukkan manusia di dalam neraka. Maka beliau ﷺ mengatakan

الْفَمُ وَالْفَرْجُ
Mulut dan kemaluan (Hadits Shahih Riwayat Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Dosa yang dilakukan mulut seperti dusta, membicarakan kejelekan orang lain, mengadu domba, berfatwa tanpa ilmu, menuduh tanpa hak, makan dan minum yang haram dan lain-lain. Dosa yang dilakukan kemaluan seperti berzina, liwath, dan lain-lain.

Dan di antara dosa tersebut adalah SOMBONG. Rasulullah ﷺ bersabda yang artinya,

Tidak akan masuk surga, orang yang di dalam hatinya terdapat seberat zarroh-pun dari kesombongan. Seorang laki-laki bertanya, Sesungguhnya seseorang senang apabila bajunya bagus dan sandalnya bagus. Maka beliau  berkata, Sesungguhnya Allah adalah indah dan mencintai keindahan. Yang dimaksud dengan kesombongan adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia (HR. Muslim)

Ucapan beliau ﷺ tidak akan masuk surga adalah ancaman bagi pelakunya, bahwasanya dia bukan termasuk orang-orang yang pertama-tama masuk surga. Dan balasan kesombongan dia adalah masuk neraka terlebih dahulu. Marilah kita belajar menerima kebenaran dari manapun datangnya. Karena pada hakikatnya kebenaran adalah dari Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى Dan janganlah kita meremehkan orang lain, karena ilmu, harta, jabatan atau gelar yang kita miliki. Karena Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى yang telah memberikan kepada kita kenikmatan-kenikmatan tersebut, mampu untuk memberikan kepada orang lain yang semisal atau yang lebih baik kapan Allah kehendaki. Semakin seseorang rendah hati karena Allah, maka Allah akan semakin mengangkat derajatnya.

Di antara dosa tersebut adalah memakan makanan yang haram. Rasulullah ﷺ bersabda,

Sesungguhnya tidaklah tumbuh daging dari makanan yang haram, kecuali neraka lebih pantas bagi daging tersebut (Hadits Shahih Riwayat Tirmidzi).

Seorang muslim hendaknya sangat berhati-hati di dalam mencari rezeki untuk diri-sendiri dan keluarga. Tidak memakan dan memberi makan, kecuali setelah yakin itu halal. Hendaknya ia menjauhi riba, memakan harta orang lain tanpa hak, menjauhi uang suap, menjauhi kurang di dalam menimbang dan segala jenis harta haram lainnya.

Dan di antara dosa yang bisa menjadi sebab jatuhnya seseorang ke dalam neraka adalah tidak ikhlas di dalam menuntut ilmu, maksudnya ilmu agama. Rasulullah ﷺ bersabda yang artinya,

Barang siapa yang menuntut ilmu, yang sebenarnya digunakan untuk mencari ridha Allah. Dia tidak menuntut ilmu tersebut kecuali untuk mencari dunia, maka dia tidak akan mencium bau surga pada hari kiamat (Hadits Shahih Riwayat Abu Daud).

Di dalam hadits yang lain beliau  mengatakan bahwasanya barangsiapa saja yang menuntut ilmu hanya untuk menyombongkan diri di hadapan para ulama atau untuk berdebat dengan orang-orang bodoh, maka ancamannya adalah neraka (Hadits Shahih Riwayat Ibnu Majah)

itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini, dan sampai bertemu pada halaqah selanjutnya.

وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Saudaramu,
Abdullāh Roy
Di kota Al-Madīnah
*Materi audio ini disampaikan didalam Group WA Halaqah Silsilah Ilmiyyah HSI Abdullah Roy


gunakan https://www.roryrachmad.net (jika tidak bisa buka halaman)
Proudly Powered by Abu Uwais.