PESAN-PESAN

Nama

Email *

Pesan *

Sabtu, 29 Juli 2017

Halaqah - 09 Penjelasan Kaidah Yang Pertama Bagian 2

by Rory Rachmad  |  in Silsilah Nawaqidhul Islam at  29 Juli


Halaqah yang ke-9, Penjelasan Kitab Nawaqidhul Islam karangan Asy-Syaikh Muhammad Ibnu Abdul Wahab at Tamimi rahimahullah

Didalam Al-Quran Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى, ketika menyebutkan perkara-perkara yang diharamkan pertama kali yang Allah sebutkan adalah masalah Syirik kepada Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى

قُلْ تَعَالَوْا أَتْلُ مَا حَرَّمَ رَبُّكُمْ عَلَيْكُمْ ۖ أَلَّا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ 

"Katakanlah wahai Muhammad. "wahai orang-orang musyrikin kemarilah kalian aku bacakan kepada kalian perkara yang diharamkan oleh Rabb kalian yaitu Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى

Karena orang-orang musyrikin mereka kadang berdusta atas nama Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى mengharamkan sesuatu yang dihalalkan. maka Allah berkata kepada Nabi-Nya

"Katakanlah wahai Muhammad, "wahai orang-orang musyrikin kemarilah kalian aku bacakan kepada kalian ssesuatu (perkara-perkara) yang diharamkan Rabb kalian yaitu Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى

أَلَّا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا

"Supaya kalian tidak menyekutukan Allah sedikitpun" (Al-An’am : 151)

Disebutkan disini yang pertama kali yaitu masalah Syirik, dan Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى ketika menyebutkan tentang hak-hak yang 10 didalam surat An-Nisa, Hak yang pertama yang Allah sebutkan adalah hak untuk Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى sebelum hak yang lain

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ…

Disebutkan didalam ayat ini 10 hak, "hak untuk Allah , hak untuk keluarga, hak untuk orang miskin, anak yatim, seorang yang musafir, seorang tetangga, yang pertama kali adalah untuk Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى"

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا

”Hendaklah kalian menyembah kepada Allah”

وَلا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا

”Dan janganlah kalian menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun”(An-Nisa : 36)

Sehingga tidak heran disini, mualif (pengarang) menjadikan yang nomor satu adalah

الشرك في عبادة الله تعالى

Pembatal keIslaman yang pertama adalah "syirik didalam beribadah kepada Allah"

"Kenapa bisa menjadi pembatal?" karena Orang yang mengucapkan:

الشْهَدُوا أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ

”Asyhadu an La ilaha illallah”

Maknanya dia telah bersaksi dan berikrar dan bersumpah dan mengabarkan kepada orang lain bahwasanya "Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah"

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ
لَا إِلَهَ berarti dia telah menafikan, mengingkari ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah, ketika dia mengucapkan إِلَّا اللَّهُ Kecuali Allah berarti dia telah menetapkan bahwasanya Allah sebagai satu-satunya sesembahan. orang yang mengatakan

الشْهَدُوا أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ

"Aku bersaksi bahwasanya tidak ada sesembahan yang berhak disembah dan diibadahi kecuali Allah"

Berarti konsekuensinya tidak boleh dia serahkan sebagian ibadah sekecil apapun kepada selain Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى, siapapun dia, kalau itu adalah selain Allah berarti tidak halal kita serahkan ibadah kepadanya, selain Allah mencangkup diantaranya :

Jin, pohon, batu atau bahkan nabi sekalipun, dia adalah selain Allah, demikian pula Malaikat dia adalah selain Allah , selain Allah adalah makhluk dan Al-khaliq hanyalah Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى, Seorang yang mengatakan

الشْهَدُوا أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ

Janji dari dia, ikrar dari dia, bahwasanya ibadah sekecil apapun tidak akan dia serahkan kepada selain Allah, pantang seorang muslim yang sudah mengatakanْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ menyerahkan sebagian ibadah kepada selain Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى

Jika seseorang menyerahkan sebagian ibadah kepada selain Allah, baik dengan ucapan lisan atau dengan perbuatan atau dengan hatinya, karena yang namanya ibadah maka akan kita sebutkan kadang berupa lisan kadang berupa hati, kadang berupa perbuatan, Apabila ibadah tersebut diserahkan kepada selain Allah berarti dia telah membatalkan ucapannya لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ

الشرك في عبادة الله تعالى

"Menyekutukan didalam beribadah kepada Allah"

Yang dimaksud dengan ibadah disebutkan oleh para ulama adalah

اسم جامع لكل ما يحبه الله ويرضاه، من الأقوال والأفعال الظاهرة و الباطنة 

Apa yang dimaksud ibadah : yang tidak boleh kita serahkan kepada selain Allah, para ulama telah menerangkan yang dimaksud dengan ibadah adalah seluruh perkara yang dicintai dan diridhai oleh Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى baik berupa ucapan maupun perbuatan yang dhohir maupun yang batin.

Dan Hendaklah seorang muslim memahami perkara ini jangan sampai dia tidak mengetahui apa makna ibadah apa perkara yang harus diserahkan hanya  kepada Allah yang berupa ibadah dan apa yang tidak boleh diserahkan kepada selain Allah.

Orang yang tidak mengetahui makna ibadah dikhawatirkan dia akan menyerahkan sebagian ibadah kepada selain Allah, segala sesuatu yang dicintai dan diridhai oleh Allah itulah yang dinamakan ibadah.

Dari mana kita tahu bahwa itu sesuatu ucapan atau perbuatan dicintai dan diridhai oleh Allah, tidak ada jalan lain kecuali dari kabar yang Allah kabarkan didalam Al-Quran atau melewati lisan Rasulullah ﷺ, sebagai utusan. itulah sumber dimana kita bisa mengetahui sesuatu itu ibadah atau tidak, sesuatu itu dicintai oleh Allah.

Kita akan mengetahui disana ibadah baik berupa ucapan maupun perbuatan yang dicintai dan diridhai oleh Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى, terkadang Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى menyebutkan didalam Al-Quran, Allah mencintai golongan fulan

والله يحب الصابرين

”Allah mencintai orang-orang yang bersabar”

Allah mengabarkan disini bahwasanya Allah mencintai orang-orang yang bersabar, menunjukkan bahwasanya sabar adalah ibadah, kenapa demikian? Karena Allah mengabarkan Allah mencintai orang-orang yang bersabar.

إن الله يحب المحسنين

”Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik”

Menunjukkan bahwasanya ihsan, berbuat baik kepada orang lain adalah ibadah, karena dia dicintai oleh Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى, Dan Allah mengabarkan bahwasanya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat kepada-Nya, menunjukkan bahwasanya taubat adalah termasuk ibadah.

Dan terkadang Allah mencintai sebuah amalan atau pun ucapan, dari mana kita tahu? Karena diperintahkan oleh Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى, Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى mengatakan :

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآَتُوا الزَّكَاةَ

”Dan hendaklah kalian mendirikan shalat, membayar zakat“

Disini Allah tidak mengatakan, Allah mencintai orang-orang yang shalat, tetapi Allah mengatakan :

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ

"Dan hendaklah kalian mendirikan shalat"

Dari mana kita tahu bahwasanya shalat adalah ibadah? Karena Allah memerintahkan dan Allah tidak memerintahkan dengan sesuatu kecuali sesuatu tersebut dicintai dan diridhai oleh Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى 

Berarti kita tahu bahwasanya shalat adalah ibadah karena ibadah diperintahkan oleh Allah dan segala sesuatu yang diperintahkan oleh Allah berarti itu adalah dicintai oleh Allah dan diridhai, dan kalau dicintai dan diridhai berarti dia adalah ibadah.

Dan terkadang kita mengetahui ketika Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى memuji sebagian orang, sebagaimana ketika Allah memuji orang yang menunaikan nazarnya

يُوفُونَ بِالنَّذْرِ وَيَخَافُونَ يَوْمًا كَانَ شَرُّهُ مُسْتَطِيرًا 


”Allah memuji orang-orang yang menyempurnakan Nazarnya” (Al-Insan : 7)

Ketika dia bernazar mewajibkan atas dirinya sesuatu yang sebenarnya tidak wajib, bernazar dengan keta’atan, kemudian dia menyempurnakan nazarnya maka ini dipuji oleh Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى adapun orang yang tidak menunaikan nazarnya maka ini adalah tercela. Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى memuji, menunjukkan bahwasanya Allah mencintai perbuatan tersebut

اسم جامع لكل ما يحبه الله ويرضاه

"Segala perkara yang dicintai dan diridhai oleh Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى"

من الأقوال والأفعال

"Baik berupa ucapan maupun perbuatan"

Dzikir kepada Allah, membaca Al-Quran, mengucapkan tasbih, tahmid, tahlil, shalawat ini semua adalah ibadah yang berupa ucapan dicintai dan diridhai oleh Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى, Berupa amalan seperti melakukan shalat, atau amalan harta dia melakukan zakat, bershadaqah maka ini adalah berupa amalan:

الظاهرة والباطنة

”Yang dzhahir maupun yang batin”

Yang dzhahir artinya kelihatan oleh orang lain, adapun yang batin apa yang ada di dalam hati manusia, rasa tawakal kepada Allah, rasa cinta kepada Allah, rasa takut kepada Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى, Al-inabah kepada Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى Ini adalah amalan-amalan hati dan semuanya masuk didalam kategori ibadah.

Semua ibadah tersebut harus diserahkan hanya kepada Allah tidak boleh sedikitpun, secuil pun diserahkan kepada selain Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى

Barang siapa yang menyerahkan sebagian ibadah dari ibadah-ibadah tadi kepada selain Allah maka dia telah masuk didalam الشرك في عبادة الله (menyekutukan didalam beribadah kepada selain Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى)dan ini adalah pembatal keislaman yang paling besar.

Ustadz Abdullah Roy
Ditranskrip oleh: Tim Transkrip BiAS

Proudly Powered by Abu Uwais