https://pontrenisbatam.wordpress.com/

Sabtu, 29 Juli 2017

HSI 12 - 21 Pembatal keislaman yang ke 3 bagian 2

by Rory Rachmad  |  in HSI-NI at  Sabtu, Juli 29, 2017

■ *Halaqah 21 | PENJELASAN PEMBATAL KEISLAMAN KETIGA (BAGIAN 2)*

download audio : http://goo.gl/sBhXeN

*Dan Allāh mengkafirkan orang-orang yang membedakan diantara para Rasul.*

 _Beriman kepada sebagian Rasul & mendustakan Rasul yang lain_, sebagaimana ini adalah *keadaan orang-orang Yahudi & Nashrani*.

Orang-orang Yahudi _mengaku beriman_ dengan Nabi Musa alaihi salam & beliau adalah Rasulullãh, ketika datang Rasulullãh ﷺ yaitu Muhammad ﷺ _mereka kufur dengan Nabi Muhammad ﷺ_, *ini namanya membedakan diantara para Rasul, beriman kepada sebagian Rasul & kufur kepada Rasul yang lain*. Termasuk didalamnya orang-orang Nashrani, beriman kepada Nabi Isā alaihi salam tetapi mereka kufur dengan Rasulullãh ﷺ.

_Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:_

إِنَّ الَّذِينَ يَكْفُرُونَ بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ وَيُرِيدُونَ أَنْ يُفَرِّقُوا بَيْنَ اللَّهِ وَرُسُلِهِ وَيَقُولُونَ نُؤْمِنُ بِبَعْضٍ وَنَكْفُرُ بِبَعْضٍ… 

[QS An-Nisa’ 150]

_“Sesungguhnya orang-orang yang kufur kepada Allāh & para RasulNya & mereka ingin membedakan antara Allāh & para RasulNya kemudian mereka mengatakan_

نُؤْمِنُ بِبَعْضٍ وَنَكْفُرُ بِبَعْض

_Kami beriman kepada sebagian mereka /sebagian para Rasul & kami kufur dengan Rasul yang lain”._

أُولَٰئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ حَقًّا ۚ… 

[QS An-Nisa’ 151]

_“mereka adalah orang-orang yang benar-benar kekafirannya”._

 Yaitu membedakan diantara para Rasul, beriman dengan sebagian Rasul & kafir dengan Rasul yang lain.

*Ini adalah keadaan orang-orang Yahudi & juga Nashrani, beriman kepada sebagian Rasul & kufur dengan Rasulullãh ﷺ.*

_Allāh mengatakan_

أُولَٰئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ حَقًّا

_*Mereka ini benar benar orang yang kafir*_

Bagaimana kita mengatakan bahwasanya orang-orang Yahudi & Nashrani adalah bukan orang yang kafir..?

 _Dan Rasulullãh ﷺ bersabda :_

لاَ يَسْمَعُ بِي أحد من هذه الأمة لا يَهُودِيٌّ، وَلاَ نَصْرَانِيٌّ، ثُمَّ يَمُوتُ وَلَمْ يُؤْمِنْ بِالَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ إِلاَّ كانَ مِنْ أَصْحَابِ النار.

_“Tidak mendengar tentang kedatanganku salah seorang dari umat ini baik seorang Yahudi maupun Nashrani kemudian dia meninggal dunia & tidak beriman dengan apa yang aku bawa kecuali dia adalah termasuk *penduduk Neraka*”._

 Ini adalah kabar dari Rasulullãh ﷺ, orang Yahudi & juga Nashrani yang tidak beriman dengan beliau ﷺ setelah kedatangan beliau, setelah mereka mendengar kedatangan beliau kemudian dia mati & tidak beriman dengan beliau ﷺ *maka dia adalah termasuk penduduk Neraka*.

 Kabar yang jelas dari Allāh & RasulNya tentang kekufuran orang-orang Yahudi & Nashrani. Demikian pula _orang-orang Munafik_, mereka adalah orang-orang yang kafir & Allāh Subhānahu wa Ta’āla mengabarkan bahwasanya _orang-orang Munafik berada ditingkat yang paling bawah didalam Neraka_

إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الْأَسْفَلِ مِنَ النَّارِ 

[QS An-Nisa’ 145]

_“Sesungguhnya orang Munafik mereka berada di neraka yaitu ditingkat yang paling bawah”._

Allāh mengabarkan tentang kekufuran orang-orang Munafik, firman-Nya

وَلَقَدْ قَالُوا كَلِمَةَ الْكُفْرِ وَكَفَرُوا بَعْدَ إِسْلَامِهِمْ 

[QS At-Tawbah 74]

_“dan sungguh mereka (orang-orang Munafik) telah mengucapkan ucapan yang kufur & mereka kafir setelah Islām mereka”._

 Menunjukkan kepada kita tentang *kekufuran orang-orang Munafik*, meskipun mereka dengan lisan mereka dengan dhohir mereka menampakkan seakan mereka adalah orang yang beriman, mengucapkan

*لا إله إلا الله*

_Dengan lisannya_, bersaksi bahwasanya Muhammad adalah Rasulullãh dengan lisannya, hidup bersama kaum muslimin, terkadang mereka melakukan shalat bersama muslimin, _akan tetapi_ hati mereka *kufur terhadap itu semua*. Maka Allāh Subhānahu wa Ta’āla memasukkan mereka termasuk diantara *golongan orang-orang yang kafir*.

 Kewajiban kita adalah *meyakini* bahwasanya mereka adalah orang-orang yang kafir

مَنْ لَمْ يُكَفِّرِ المُشْرِكِينَ 

_“Barangsiapa yang tidak mengkafirkan orang-orang yang musyrikin ”._

أَوْ شَكَّ فِي كُفْرِهِمْ

_“atau meragukan kekufurannya”._

`Mengatakan mungkin mereka kafir dan mungkin mereka muslim,

ini namanya ragu².

Kalau pertama mengatakan 

_Mereka muslim tapi yang kedua meragukan tentang kekufuran orang-orang musyrikin tersebut_, maka ini juga *tidak boleh & diharamkan* & _Orang yang meragukan tentang kekufuran orang-orang musyrikin *maka dia kafir*._


Abdullāh Roy
Di kota Al-Madīnah

0 komentar:

Proudly Powered by Blogger.