https://pontrenisbatam.wordpress.com/

Sabtu, 29 Juli 2017

HSI 12 - 25 Pembatal keislaman yang ke 4 bagian 1

by Rory Rachmad  |  in HSI-NI at  Sabtu, Juli 29, 2017

■ *Halaqah 25 | PENJELASAN PEMBATAL KEISLAMAN KEEMPAT (BAGIAN 2)*

download audio : http://goo.gl/0bIPeS

Di dalam Al-Qur’an ketika Allāh Subhānahu wa Ta’āla menyebutkan ayat warisan

يُوصِيكُمُ اللَّهُ فِي أَوْلَادِكُمْ ۖ لِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْأُنْثَيَيْنِ ۚ… 

[QS An-Nisa’ 11]

 Disebutkan di dalam ayat ini oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla tentang beberapa hal yang berkaitan dengan _hukum waris._

*Bahwasanya :*

✓ Anak laki-laki mendapatkan sekian 
✓ Anak perempuan mendapatkan sekian 
✓ Seorang ibu apabila ada anaknya maka dia mendapatkan sekian 
✓ Dan apabila si mayyit memiliki saudara maka dia mendapatkan sekian

_Ketentuan dari Allāh Subhānahu wa Ta’āla._ Kemudian Allāh mengatakan

*Ini adalah kewajiban dari Allāh Subhānahu wa Ta’āla*

Maksudnya _membagikan warisan sesuai dengan yang sudah Allāh bagi adalah sebuah kewajiban_

إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمًا

*“Sesungguhnya Allāh adalah Dzat Yang Maha Mengetahui & Maha Bijaksana”.*

 Lebih mengetahui daripada kita, kita tidak tahu apa yang terbaik adapun Allāh Subhānahu wa Ta’āla maka Dia menurunkan syariat / menurunkan hukum² & *Dia lah Allāh Yang Maha Mengetahui & Maha Bijaksana.*

Demikian pula ketika Allāh Subhānahu wa Ta’āla menyebutkan _tentang orang-orang yang berhak untuk mendapatkan shodaqoh, mendapatkan Zakat,_ yaitu firman Allāh Subhānahu wa Ta’āla

إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ ۖ 

[QS At-Tawbah 60]

Kemudian Allāh mengatakan:

فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

*“Ini adalah kewajiban dari Allāh & Allāh adalah Dzat Yang Maha Mengetahui & Maha Bijaksana”.*

 *Shodaqoh atau Zakat*, baik Zakat mal /Zakat Harta orang-orang yang berhak untuk mendapatkan *sudah* ditentukan oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla tidak keluar dari 8 golongan yang sudah Allāh sebutkan & Allāh memberikan syarat ini _sesuai dengan ilmu Allāh Subhānahu wa Ta’āla & Dia lah Yang Maha Mengetahui apa yang terbaik bagi kita_

وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

*“dan Allāh adalah Dzat Yang Maha Mengetahui & juga Maha Bijaksana”.*

_Kewajiban_ kita sekali lagi adalah *meyakini petunjuk Rasulullãh ﷺ adalah lebih baik* daripada petunjuk selain beliau ﷺ.

أَوْ أنَّ حُكمَ غيره أحسن من حكمه

_“Atau dia meyakini bahwasanya hukum selain beliau ﷺ adalah lebih baik daripada hukumnya”._

 Apabila ada seorang meyakini bahwasanya keputusan & hukum selain Rasulullãh ﷺ adalah lebih baik daripada hukum Rasulullãh ﷺ, maka *orang yang demikian telah membatalkan keIslaman.*

*Berhukum dengan hukum Allāh Subhānahu wa Ta’āla adalah kewajiban.*

إِنِ الْحُكْمُ إِلَّا لِلَّهِ ۚ 

[QS Yusuf 40]

*“Tidaklah hukum kecuali untuk Allāh Subhānahu wa Ta’āla”.*

 Seorang Muslim Berhukum kepada Rasulullãh ﷺ apa yang datang dari beliau *harus ada diterima & diridhai*, _tidak boleh_ dia meyakini bahwasanya hukumnya lebih baik daripada hukum Rasulullãh ﷺ atau meyakini bahwasanya hukum *selain* beliau ﷺ lebih baik daripada hukum beliau ﷺ.

*Kewajiban kita adalah meyakini hukum beliau & keputusan beliau adalah lebih baik daripada semua keputusan*

فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّىٰ يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ 

[Surat An-Nisa’ 65]

_“Tidak Demi Rabb mu mereka tidak akan beriman sampai mereka menjadikan engkau sebagai hakim yang memberikan keputusan”._

فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ

_“Di dalam apa yang mereka perselisihkan ”._

ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

_“Sampai mereka menjadikan engkau sebagai hakim memberi keputusan kemudian mereka tidak mendapatkan didalam hati mereka /didalam jiwa mereka rasa berat ”._

وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

_“Dan mereka menyerahkan diri mereka dengan sebenar-benar penyerahan ”._

Allāh mengatakan:

فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ

*Tidak beriman*, menunjukkan bahwasanya Berhukum dengan hukum beliau ﷺ adalah *kewajiban*, karena Allāh sampai mengatakan

لَا يُؤْمِنُونَ

*Mereka tidak beriman /tidak akan sempurna keimana

nnya sampai menjadikan engkau sebagai hakim didalam apa yang mereka perselisihkan*

_Orang-orang munafik_ dahulu mereka tidak mau berhakim kepada Rasulullãh ﷺ tapi mereka mencari yang lain didalam memutuskan _perselisihan_ mereka, *Berhukum dengan selain hukum Rasulullãh ﷺ adalah diantara sifat orang-orang munafik*

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ يَزْعُمُونَ أَنَّهُمْ آمَنُوا بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ يُرِيدُونَ أَنْ يَتَحَاكَمُوا إِلَى الطَّاغُوتِ وَقَدْ أُمِرُوا أَنْ يَكْفُرُوا بِهِ وَيُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُضِلَّهُمْ ضَلَالًا بَعِيدًا

[QS An-Nisa’ 60]

_Mereka ingin Berhukum dengan hukum Thogut_

وَقَدْ أُمِرُوا أَنْ يَكْفُرُوا بِهِ

_padahal mereka sudah diperintahkan untuk mengingkari hukum Thogut_

*Berhukum dengan hukum nabi ﷺ & meyakini bahwasanya hukum beliau & keputusan beliau lebih baik daripada hukum yang lain maka ini adalah sebuah kewajiban.*

كَالذِينَيُفَضِّلُونَ حُكْمَ الطَّوَاغِيتِ عَلَى حُكْمِهِ

 Kemudian beliau memberikan contoh seperti orang yang mengutamakan & meyakini bahwasanya hukum yaitu hukum Thogut ini lebih baik daripada hukum Nabi ﷺ.

Ucapan beliau

َيُفَضِّلُونَ

_Menunjukkan bahwasanya orang ini meyakini bahwasanya hukum selain hukum Allāh lebih baik. Didalam hatinya dia meyakini bahwasanya hukum selain hukum Allāh lebih baik_

فَهُوَ كَافِرٌ.

*Maka orang yang demikian adalah orang yang kafir.*

 Ini menunjukkan bahayanya meyakini bahwasanya disana ada hukum yang lebih baik daripada hukum Allāh & RasulNya. _Karena ini_ *termasuk pembatal² keIslaman, ini adalah pembatal keIslaman yang ke-4 yang disebutkan oleh Syaikh rahimahullah*


Abdullāh Roy
Di kota Al-Madīnah

0 komentar:

Proudly Powered by Blogger.