Al Imām Az Zuhriy rahimahullāh ta'āla: في علم المغازي علم الآخرة و الدنيا "Dalam ilmu sejarah Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam ada ilmu akhirat dan ilmu dunia."

Minggu, 01 Oktober 2017

Keutamaan Meredam Amarah

by Rory Rachmad  |  in Kitab Jami' at  01 Oktober

🌍 BimbinganIslam.com
Sabtu, 10 Muharam 1439 H / 30 September 2017 M
👤 Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA
📗 Kitābul Jāmi' | Bab Peringatan Terhadap Akhlak-Akhlak Buruk
🔊 Hadits 25 | Keutamaan Meredam Amarah 
⬇ Download audio: bit.ly/BiAS-FA-Bab04-H25
~~~~~

KEUTAMAAN MEREDAM AMARAH


 بسم اللّه الرحمن الرحيم
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله

Ikhwān dan Akhawāt yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla, kita masuk pada hadīts ke-25 tentang “Keutamaan Meredam Amarah". 

Al Hafizh Ibnu Hajar membawakan hadīts dari 'Annas bin Mālik. Shahābat 'Annas bin Mālik berkata:

... مَنْ كَفَّ غَضَبَهُ كَفَّ اللَّهُ عَنْهُ عَذَابَهُ 

"Barangsiapa menahan amarahnya maka Allāh akan menahan adzab-Nya (yaitu) Allāh akan mencegah adzab-Nya." (Hadīts riwayat At Thabrani dalam kitābnya Al Mu’jamu Al Ausath) 

==> Menahan adzab-Nya (yaitu) Allāh akan mencegah dan adzab-Nya tidak mengenai orang ini, sebagai balasan kalau dia meredam amarahnya.

Kata Ibnu Hajar rahimahullāh, hadīts ini memiliki sahid (penguat yang datang dari shahābat yang lain). 

Berbeda dengan muta'bi', kalau ada mutāba’ah berarti datang lewat jalan yang lain tetapi shahābatnya sama. 

Dan ada penguat dari hadīts Ibnu Umar radhiyallāhu 'anhumā yang diriwayatkan oleh Ibnu Abid Dunya. 

Hadīts ini menjelaskan tentang keutamaan meredam amarah, memiliki keutamaan khusus. 

Oleh karenanya Allāh Subhānahu wa Ta'āla mengkhususkan penyebutannya di dalam Al Qur'ān, yaitu antara ciri-ciri  penghuni surga adalah: 

...... وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ

"Dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain." (QS Āli Imrān: 134)

Sebagaimana disebutkan oleh para ahli bahasa: كظم الغيظ,  yaitu mengikat (menutup) tempat air (al kirbah) tatkala air sudah penuh. 

Al kirbah adalah tempat air zaman dahulu yang terbuat dari kulit. 

 الْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ

Maksudnya adalah orang yang memendam amarah tatkala amarahnya sudah memuncak. 

Ini hebat, bukan diawal kemarahan tetapi tatkala penyebab amarahnya sudah luar biasa, amarahnya sudah berada dipuncaknya, kemudian dia tahan maka ini orang yang hebat. 

Dan telah lalu pembahasan tentang orang-orang yang meredam amarah dan pahalanya sangat banyak (kita tidak akan mengulang lagi). 

Di dalam hadīts ini dikatakan barangsiapa meredam amarahnya maka Allāh akan menahan adzab-Nya. 

Tetapi hadīts ini secara sanad merupakan hadīts yang dhaif karena di dalamnya ada seorang perawi yang bernama Khālid Ibnu Burdin. 

Perawi ini adalah perawi yang lemah, Imām Bukhāri tatkala menyebutkan biografi Khālid Ibnu Burdin dalam At tarikh Al Kabir beliau berkata, "Dia tidak bisa diikuti," artinya tidak bisa dikuatkan (lemah). 

Adz Dzahabi juga mengomentari Khālid Ibnu Burd dengan mengatakan bahwa dia perawi yang majhul sehingga hadīts ini adalah hadīts yang lemah. 

Demikian juga syahid yang didatangkan oleh Al Hafizh Ibnu Hajar rahimahullāh, sanadnya lemah sehingga kita tidak bisa menjadikan dua hadīts ini sebagai dalīl. 

Naun telah kita ketahui bahwasanya meredam amarah akan mendatangkan pahala yang besar dari Allāh Subhānahu wa Ta'āla. Dan diantaranya orang yang meredam amarah adalah termasuk dari ciri-ciri penghuni surga, sebagaimana firman Allāh Subhānahu wa Ta'āla:

وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

"Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa." (QS Āli Imrān: 133)

Diantara ciri-ciri orang yang bertaqwa tersebut kata Allāh: 

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

"(yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan." (QS Āli Imrān: 134)

Dan keutamaan menahan amarah sangat baik.

Semoga Allāh Subhānahu wa Ta'āla menjadikan kita orang-orang yang mudah untuk meredam amarah, aamiin 

________

◆ Yuk.... Ikut Saham Akhirat
Pembelian Rumah U/ Markaz Dakwah dan Studio Bimbingan Islām 

| Bank Mandiri Syariah
| Kode Bank : 451
| No. Rek : 710-3000-507
| A.N : YPWA Bimbingan Islām 
Konfirmasi Transfer Via WA/SMS & Informasi ;  0811-280-0606 (BIAS CENTER 06)
~~~~~


gunakan https://www.roryrachmad.net (jika tidak bisa buka halaman)
Proudly Powered by Abu Uwais.