PESAN-PESAN

Nama

Email *

Pesan *

Rabu, 18 Oktober 2017

Tafsir Surat Al Qāri'ah Bagian 04

by Rory Rachmad  |  in Bab Tafsir at  18 Oktober

🌍 BimbinganIslam.com
Jum’at, 16 Muharam 1439 H / 06 Oktober 2017 M
👤 Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA
📗 Tafsir Juz 30 | Surat Al Qāri'ah (Bagian 04)
⬇ Download audio: bit.ly/BiAS-FA-Tafsir-H0704
~~~~~

TAFSIR SURAT AL QĀRI'AH (BAGIAN 4)


الســـلامـ عليكــــمـ ورحمة الله وبركــــاته
​​​الحمد لله على إحسانه، والشكر له على توفيقه وامتنانه، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له تعظيما لشأنه، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله الداعي إلى رضوانه، اللهم صلى عليه وعلى آله وأصحابه وإخوانه

Ikhwan dan akhwat yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla, kita lanjutkan pembahasan tafsir kita tentang kandungan dari surat Al Qāri'ah.

Setelah itu Allāh Subhānahu wa Ta'āla menyebutkan, tentunya setelah dikumpulkan di padang Masyhar, akan melalui yang namanya yaumul hisab (hari persidangan). Setelah hari persidangan baru kemudian yaumul mizan, hari pertimbangan.

Jadi sebelum ditimbang amal-amal perbuatan manusia Allāh akan sidang untuk mengklasifikasikan mana amalan keburukan mana amalan kebaikan.

Setiap kita akan disidang oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla. Dan tatkala disidang tidak ada namanya pembela, yang ada cuma saksi-saksi.

Sebagaimana telah kita jelaskan pada pertemuan lalu seluruh saksi akan didatangkan oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āl. Tangan menjadi saksi, kaki menjadi saksi, kulit menjadi saksi, bumi menjadi saksi, catatan amal menjadi saksi, Mālaikat menjadi saksi. Dan yang menyidang adalah Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

لَا تَخْفَىٰ مِنْكُمْ خَافِيَةٌ

"Tidak ada satupun yang tersembunyi di sisi Allāh Subhānahu wa Ta'āla." (QS  Hāqqah: 18)

Setelah hari persidangan baru masuk pada yaumul mizan (hari pertimbangan) yang Allāh sebutkan dalam ayat ini:

فَأَمَّا مَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُه* فَهُوَ فِي عِيشَةٍ رَاضِيَةٍ * وَأَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ * فَأُمُّهُ هَاوِيَةٌ ُ

"Adapun orang yang berat timbangannya, maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan dan adapun orang yang timbangannya ringan, maka tempat kembalinya adalah neraka Hāwiyyah (tempat yang sangat dalam)." ( QS Al Qāri'ah: 6-9)

Ahlusunnah waljama'ah mengimāni adanya mizān (timbangan) yang Allāh akan hadirkan pada hari kiamat. Hanya saja ada khilaf di antara para ulamā apakah mizān tersebut satu atau berbilang (banyak).

Zhahir ayat menunjukan mizān itu banyak, seperti firman Allāh Subhānahu wa Ta'āla:

وَنَضَعُ الْمَوَازِينَ الْقِسْطَ لِيَوْمِ الْقِيَامَةِ فَلَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئًا ۖ وَإِنْ كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ أَتَيْنَا بِهَا ۗ وَكَفَىٰ بِنَا حَاسِبِين

"Kami akan meletakan timbangan-timbangan yang adil, maka tidak seorangpun yang akan dizhalimi oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla, meskipun  amalan mereka sebesar biji sawi, kami akan datangkan dan cukup kami yang akan menghisabnya." (QS Al Anbiyā': 47)

Di sini Allāh menggunakan:

 وَنَضَعُ الْمَوَازِينَ

"Kami meletakan timbangan-timbangan."

Sehingga sebagian ulamā mengatakan timbangan jumlahnya berbilang.

Ada yang mengatakan timbangan hanya satu dalam lafadz hadīts atau dalam ayat yang lain.

Seperti:

 وَالْـحَمْدُ لِله تَـمَْلأُ الْـمِيْزَانَ

"Bahwasanya kalimat Alhamdulillāh akan memenuhi timbangan."

Jadi terkadang timbangan datang dalam bentuk mufrad (tunggal) atau dalam bentuk jamak.

Dari sini sebagian ulamā mengatakan bahwa timbangan itu satu.

Wallāhu A'lam, seperti apa bentuknya. Ada yang mengatakan timbangan banyak. Namun zhahir dari ayat menunjukan bahwasanya timbangan itu banyak.

Ada 3 (tiga)  perkara yang ditimbang:

⑴ Amalan shālih.
⑵ Pemilik amalan shālih itu sendiri (manusia).
⑶ Catatan amal.

Dalīl yang menujukan amal shālih ditimbang banyak, contohnya seperti hadīts Nabi.  shallallāhu 'alayhi wa sallam :

اَلطُّهُوْرُ شَطْرُ الإِيْـمَـانِ ، وَالْـحَمْدُ لِله تَـمَْلأُ الْـمِيْزَان

"Bahwasanya bersuci itu adalah setengah dari keimānan dan kalimat Alhamdulillāh akan memenuhi timbangan." (HR Muslim nomor 223)

Contoh lain seperti sabda Nabi  shallallāhu 'alayhi wa sallam :

مَا مِنْ شَىْءٍ أَثْقَلُ فِي الْمِيزَانِ مِنْ حُسْنِ الْخُلُقِ

"Tidak ada suatu yang lebih berat untuk diletakan ditimbangan seperti akhlaq yang mulia." (HR Abu Daud nomor 4799)

Dari sini, sebagian ahlul bid'ah yang mereka mengagungkan kebodohan mereka, mereka mengingkari adanya timbangan.  Kata mereka:

"Tidak ada timbangan, bagaimana timbangan bisa menimbang sesuatu yang abstrak?"

"Akhlaq mulia adalah sesuatu yang abstrak, bagaimana menimbangnya?" s

Sehingga sebagian dari mereka mengatakan, "Tidak ada timbangan, timbangan itu hanya majas."

Ini adalah pendapat sebagian bahlul bid'ah.

Kita bilang:

Tidak benar meskipun itu sesuatu yang abstrak tetapi Allāh punya cara untuk menimbang, itu urusan Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Dan di antara dalīl bahwasanya amalan shālih akan dirubah menjadi sesuatu yang konkrit, lihatlah kematian. Kematian adalah sesuatu yang astrak tapi pada hari kiamat Allāh datangkan kematian dalam bentuk kambing yang disembelih di antara surga dan neraka, sehingga menunjukan tidak ada kematian setelah ini.

Kematian bukan sesuatu yang bisa kita lihat tetapi dihadirkan oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla dalam bentuk kambing pada hari kiamat.

Contohnya:

⇒ Rasūlullāh  shallallāhu 'alayhi wa sallam sebutkan bahwasanya surat Al Baqarah dan surat Ali Imrān akan datang dalam bentuk awan atau bentuk sesuatu. Allāh bisa merubah.

⇒ Seperti dalam kuburan seorang akan bertemu dengan bentuk yang sangat mengerikan mendatangi dia di alam barzakh, ternyata itu adalah amalan keburukan dia yang Allāh datangkan dalam sesuatu yang konkrit. Mudah bagi Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Oleh karenanya, tidak boleh kita menggunakan akal kita yang sangat lemah ini dan mengatakan, "Bagaimana cara Allāh menimbang." Ini semua urusan Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Demikian saja apa yang bisa kita sampaikan.


سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ، وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ
الســـلامـ عليكــــمـ ورحمة الله وبركــــاته
________

◆ Yuk.... Ikut Saham Akhirat
Pembelian Rumah U/ Markaz Dakwah dan Studio Bimbingan Islām

| Bank Mandiri Syariah
| Kode Bank : 451
| No. Rek : 710-3000-507
| A.N : YPWA Bimbingan Islām
Konfirmasi Transfer Via WA/SMS & Informasi ;  0811-280-0606 (BIAS CENTER 06)
-------------------------------------


Proudly Powered by Abu Uwais.