Al Imām Az Zuhriy rahimahullāh ta'āla: في علم المغازي علم الآخرة و الدنيا "Dalam ilmu sejarah Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam ada ilmu akhirat dan ilmu dunia."

Minggu, 03 Desember 2017

Tafsir Surat Al Qāri'ah Bagian 06

by Rory Rachmad  |  in Bab Tafsir at  03 Desember

🌍 BimbinganIslam.com
Senin, 09 Rabi’ul Awwal 1439 H / 27 November 2017 M
👤 Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA
📗 Tafsir Juz 30 | Surat Al Qāri'ah (Bagian 06)
⬇ Download audio: bit.ly/BiAS-FA-Tafsir-H0706
~~~~~~~~~~~~~~

*TAFSİR SURAT AL QĀRİ'AH (BAGİAN 6)*


الســـلامـ عليكــــمـ ورحمة الله وبركــــاته
​​​الحمد لله على إحسانه، والشكر له على توفيقه وامتنانه، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له تعظيما لشأنه، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله الداعي إلى رضوانه، اللهم صلى عليه وعلى آله وأصحابه وإخوانه


ikhwan adan akhwat yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Kita lanjutkan pembahasan ​​​tafsir kita tentang kandungan dari surat Al Qāri'ah.

Kata Allāh Subhānahu wa Ta'āla:

فَأَمَّا مَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُه

"Adapun orang yang timbangan kebaikan lebih  berat."

فَهُوَ فِي عِيشَةٍ رَاضِيَة

"Maka dia akan berada dalam kehidupan yang memuaskan."

⇒ Bagaimana tidak memuaskan, Allāh masukan dia ke dalam surga.

 لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

"(Di surga) tidak ada kekhawatiran tidak ada kesedihan." (QS Yunus: 62)

Seluruhnya kegembiraan, tidak ada kepayahan, tidak ada keletihan.

Di dunia kita merasakan keletihan, merasakan kepayahan. Untuk meraih suatu kenikmatan perlu perjuangan.

Di surga semuanya mudah. Sampai-sampai, buah-buahan ranting-rantingnya mendekat dimanapun kita berada. Bila kita menginginkannya, kita tinggal melirik buah tersebut dan buah tersebut akan datang dengan sendirinya.

Bahkan sungai, kita tidak perlu loncat ke bawah. Para ulamā menyebutkan dalam riwayat, "Sungai-sungai mengalir tanpa ada lubangnya, mengalir di atas."

Kita mau apa saja tidak ada yang sulit.

Di surga, bidadari?  Jangan tanya tentang bidadari, bagaimana seseorang tidak puas pada hari tersebut.

Makanya Allāh mengatakan:

فَهُوَ فِي عِيشَةٍ رَاضِيَةٍ

"Dia berada dalam kehidupan yang memuaskan."

⇒ Sampai-sampai kepuasan tersebut, Allāh sandarkan bukan kepada orangnya tetapi kepada kehidupannya.

'Aysyah adalah fi'lah yaitu hay'ah, suatu bentuk kehidupan yang sangat memuaskan. Sampai-sampai Allāh tidak mengatakan dia puas (orangnya puas) tetapi kehidupannya sudah sangat memuaskan, kehidupan yang sangat indah di surga kenikmatan yang luar biasa.

Adapun sebaliknya seseorang yang timbangannya ringan:

وَأَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُه* فَأُمُّهُ هَاوِيَةٌ ُ

"Adapun seseorang yang timbangannya ringan maka tempat kembalinya adalah Hāwiyyah."

⇒ Hāwiyyah (tempat yang sangat dalam, terjal ke bawah).

⇒ Kita tahu bahwasanya neraka Jahannam sangat jauh, sangat dalam. Sehingga disebutkan dalam hadits, Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam  pernah mendengar suatu bunyi seperti bunyi batu jatuh, maka Rasūlullāh  Shallallāhu 'alayhi wa sallam  menjelaskan bahwa bunyi tersebut adalah batu yang telah dilepaskan sekian puluh tahun yang lalu (sekitar 70 tahun) dan baru sampai ke dasarnya neraka Jahannam.

Bayangkan! melepaskan batu 70 tahun berapa dalamnya neraka Jahannam tersebut?

Ada yang mengatakan Hāwiyyah adalah salah satu nama dari nama-nama neraka Jahannam, karena neraka berbagai macam juga modelnya.

Sebagaimana surga bertingkat-tingkat begitupun dengan neraka, bertingkat-tingkat.

Allāh sebutkan dalam bahasa Arab:  فَأُمُّهُ , yang dalam bahasa Arab artinya dan ibunya, ibunya neraka.

Kenapa Allāh sebutkan ibunya neraka?

⇒ Ada yang mengatakan maksudnya ummuhu adalah ummuhu rasihi artinya dia dilemparkan dalam neraka Jahannam dengan kepala yang di bawah. Sehingga tatkala dia jatuh ke dalam dasar neraka Jahannam yang pertama kali jatuh adalah kepalanya.

⇒ Pendapat yang lain ummuhu (ibunya neraka Jahannam). Kita tahu bahwa seorang anak tatkala ketakutan yang pertama dia panggil bukan ayahnya tetapi ibunya, ini mengingatkan kita bahwasanya bagaimana seorang hendaknya berbakti kepada ibunya. Ikatan bathin seorang anak dengan ibu sangat luar biasa.

Demikian pula seorang yang masuk neraka Jahannam yang pertama kali dipeluk ibunya neraka Jahannam sebagaimana ibu yang memeluk kemudian di dekap erat-erat dan tidak dibiarkan.

Demikianlag, jiia seorang masuk ke dalam neraka Jahannam, akan lama di dalamnya dan tidak dibiarkan untuk keluar. Orang-orang kāfir mustahil keluar dari neraka Jahannam.

Kemudian kata Allāh Subhānahu wa Ta'āla:

وَمَا أَدْرَاكَ مَا هِيَهْ

"Tahukah kalian apa itu Hāwiyyah?"

Kata Allāh Subhānahu wa Ta'āla:

نَارٌ حَامِيَةٌ

"Api yang dipanaskan."

⇒ Sudah api, masih dipanaskan lagi oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Dalam hadīts, Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam  menyebutkan tentang api dunia:

نَارُكُمْ جُزْءٌ مِنْ سَبْعِينَ جُزْءًا مِنْ نَارِ جَهَنَّمَ

"Bahwasanya api di dunia itu 1 dari 70 api di neraka." (Hadīts Shahīh riwayat Bukhāri no. 3265)

⇒ Maksudnya 70 kali lipat api di dunia.

Sedangkan api yang sekarang tidak ada seorang pun bisa bertahan dan betapa pedihnya tatkala dibakar dengan api yang ada sekarang (di dunia), lalu bagaimana dengan api yang dilipat gandakan oleh Allāh 70 kali lipat.

Sebagian ulamā mengatakan, 70 dilipat gandakan makaudnya benar-benar 70 kali lipat. Adapula yang mengatakan 70 adalah simbol untuk menunjukan berlipat-lipat,  karena orang Arab dahulu sering menggunakan kalimat 70 yang maksudnya adalah banyak sekali (berlipat-lipat ganda).

Intinya neraka Jahannam kata Allāh Subhānahu wa Ta'āla:

نَارُ اللَّهِ الْمُوقَدَةُ

"Neraka yang dipanaskan dan dinyalakan oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla." (QS Al Humazah: 6)

الَّتِي تَطَّلِعُ عَلَى الْأَفْئِدَةِ

"Dan api tersebut akan masuk ke dalam dada-dada (jantung-jantung) manusia." (QS Al Humazah: 7)

لَا يَمُوتُ فِيهَا وَلَا يَحْيَىٰ

Seseorang tatkala diadzab di dalam neraka Jahannam. Kementara jantungnya dibakar oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Tidak hanya luarnya tetapi dibakar sampai dalam., sampai sel-sel  dalam tubuhnya dibakar dalam keadaan hidup."_(QS Al 'Alā: 13)

 كُلَّمَا نَضِجَتْ جُلُودُهُمْ بَدَّلْنَاهُمْ جُلُودًا غَيْرَهَا

"Setiap terbakar kulitnya Allāh gantikan dengan kulit yang baru." (QS An Nisā: 56)

لِيَذُوقُوا الْعَذَابَ

"Agar dia merasakan pedihnya adzab neraka Jahannam."

Mereka minta untuk diberhentikan meskipun sehari.

يُخَفِّفْ عَنَّا يَوْمًا مِّنَ الْعَذَابِ

"Yā Allāh liburkan lah kami dari siksaan meskipun hanya sehari." (QS Al Ghafir 49)

==> Kurangi, kurangi, meskipun hanya sehari. Tapi tidak ada.

فَلَنْ نَزِيدَكُمْ إِلَّا عَذَابًا

"Kata Allāh kami tidak akan menambahkan kepada kalian kecuali adzab."_(QS An Nabā': 30)

⇒ Setiap hari semakin pedih, ini ayat yang paling mengerikan bagi penduduk neraka
 Jahannam.

Allāh mengatakan:

فَذُوقُوا فَلَنْ نَزِيدَكُمْ إِلَّا عَذَابًا

"Rasakanlah, siksaan api neraka Jahannam dan kami tidak akan menambah bagi kalian kecuali adzab." (QS An Nabā': 30)

⇒ Semakin pedih, menyakitkan dan tidak akan dikurangi oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Demikianlah kajian kita pada kesempatan kali ini, tentang tafsir surat Al Qāri'ah,  intinya menjelaskan tentang hari kiamat, hari yang sangat dasyhat dan adanya hari pertimbangan bahwasanya amalan shālih akan ditimbang oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Yakinlah bahwa setiap kebaikan yang kita lakukan meskipun sedikit apapun akan diletakan oleh Allāh dalam daun timbangan dan yakinlah sedikit keburukan apapun yang kita lakukan akan diletakan dalam daun timbangan.

Oleh karenanya, jangan pernah meremehkan kebaikan apapun, jangan pernah!

Kita tidak tahu jangan-jangan senyum yang kita berikan kepada saudara kita dengan ikhlas dan tulus ini yang menjadi pemberat timbangan kita nanti. Karena kita tidak tahu, apakah shalāt kita, umrah kita, sedekah kita di ridhā oleh Allāh atau tidak?

Oleh karena nya mari kita perbanyak amal shālih dengan niat yang tulus karena Allāh dan kita berharap ada salah satu amalan kita yang bisa kita andalkan kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla, sehingga memberatkan timbangan kebaikan kita pada hari kiamat.

Demikian saja apa yang bisa kita sampaikan, semoga apa yang kita lakukan ini menjadi pemberat timbangan kebaikan kita di akhirat kelak.  Āmīn yā rabbal 'ālamīn.


سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ، وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ
الســـلامـ عليكــــمـ ورحمة الله وبركــــاته


Ditranskrip oleh Tim Transkrip BiAS
-------------------------------------


gunakan https://www.roryrachmad.net (jika tidak bisa buka halaman)
Proudly Powered by Abu Uwais.