Al Imām Az Zuhriy rahimahullāh ta'āla: في علم المغازي علم الآخرة و الدنيا "Dalam ilmu sejarah Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam ada ilmu akhirat dan ilmu dunia."

Minggu, 03 Desember 2017

Tafsir Surat Al Ādiyāt Bagian 2

by Rory Rachmad  |  in Bab Tafsir at  03 Desember

🌍 BimbinganIslam.com
Rabu, 11 Rabi’ul Awwal 1439 H / 29 November 2017 M
👤 Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.
📗 Tafsir Juz 30 | Surat Al Ādiyāt (Bagian 02)
📖 Tafsir Surat Al Ādiyāt (Bagian 2)
⬇ Download audio: bit.ly/BiAS-FA-Tafsir-H0802
~~~~~~~~~~~~~~~

*TAFSIR SURAT AL 'ĀDIYĀT (BAGIAN 2)*


بســـمے اللّه الرّحمنـ الرّحـيـمـے
الســـلامـ عليكــــمـ ورحمة الله وبركــــاته
​​​الحمد لله على إحسانه، والشكر له على توفيقه وامتنانه، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له تعظيما لشأنه، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله الداعي إلى رضوانه، اللهم صلى عليه وعلى آله وأصحابه وإخوانه


Ikhwan dan akhwat yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Kita Lanjutan pengajian dari tafsir Juz'amma, kita akan menyebutkan tafsir dari surat Al 'Ādiyāt atau surat: وَالْعَادِيَاتِ ضَبْحًا

Allāh Subhānahu wa Ta'āla berfirman:

وَالْعَادِيَاتِ ضَبْحًا                        

"Demi kuda perang yang berlari kencang dengan terengah-engah."

⇒ Jadi ضَبْحًا dalam bahasa Arab adalah suara yang keluar dari seekor kuda yang terengah-engah tatkala dia sedang berlari.

⇒ 'Al 'ādu' artinya berlari dengan cepat, al masyū syari' (berjalan dengan cepat).

Allāh Subhānahu wa Ta'āla tidak menjelaskan di sini tentang maushuf (yang disifati) akan tetapi Allāh menjelaskan tentang sifat, Allāh bersumpah dengan sifat.

"Demi yang  berlari," atau, "Berjalan dengan cepat sambil terengah-engah."

⇒ Jadi jika kita artikan dengan bahasa, "Demi yang berjalan dengan cepat sambil terengah-engah."

Siapa yang berlari dengan cepat?

Tidak disebutkan oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla, karenanya ada khilaf di antara para shahābat tentang makna: وَالْعَادِيَاتِ.

√ Pendapat  Ali bin Abi Thalib: وَالْعَادِيَاتِ  artinya Ibil atau unta.
√ Pendapat Ibnu Abbās:  وَالْعَادِيَاتِ artinya kuda, yang berlari dengan cepat dan terengah-engah.

⇒ Nanti akan kita jelaskan surat tersebut, akan tetapi saya katakan jumhūr mufassirin menyatakan ayat ini berkaitan dengan kuda karena meninjau dari sifat-sifat selanjutnya semuanya berkaitan dengan kuda.

Kita akan jelaskan: وَالْعَادِيَاتِ ضَبْحًا  yang artinya, "Demi kuda perang yang berlari kencang dan mengeluarkan suara terengaah-engah (ضَبْحًا)."

· Kemudian kata Allāh Subhānahu wa Ta'āla:

فَالْمُورِيَاتِ قَدْحًا

"Dan demi kuda yang mengeluarkan api dengan pukulan kuku kakinya."

⇒ Jadi kuda tatkala berlari dengan cepat, karena cepatnya sehingga kuku-kukunya mengenai batu, kemudian mengeluarkan percikan-percikan api.

Allāh bersumpah dengan kuda seperti ini, kuda yang berlari dengan kencang sehingga kukunya yang keras itu ketika bersentuhan dengan batu maka mengeluarkan percikan-percikan api.

⇒ Dan ini tidak berlaku pada unta, ini hanya berlaku pada kuda.

· Kemudian kata Allāh Subhānahu wa Ta'āla:

فَالْمُغِيرَاتِ صُبْحًا

"Dan demi kuda yang menyerang dengan tiba-tiba di waktu pagi."

⇒ Al 'ighara (الإغر) artinya "menyerang dengan tiba-tiba di waktu pagi".

Dan ini adalah  waktu yang sangat tepat untuk menyerang yaitu taktkala orang-orang atau musuh dalam keadaan lalai. Maka diserang di waktu pagi dan ini bermanfaat dalam perperangan. Dan yang melakukannya adalah kuda.

 فَالْمُغِيرَاتِ صُبْح

"Dan demi kuda yang menyerang atau membawa pasukan untuk menyerang tiba-tiba di waktu pagi hari."

· Kemudian kata Allāh Subhānahu wa Ta'āla:

 فَأَثَرْنَ بِهِ نَقْعًا

"Maka kuda-kuda tersebut menebarkan atau menerbangkan debu-debu."

⇒ Jadi, kuda-kuda tatkala masuk, kemudian masuk ke dalam area peperangan dengan gerakan yang sangat cepat sehingga debu-debu berterbangan (Jadi Allah menyebutkan tentang kondisi kuda yang masuk dalam area perperangan).

· Kemudian kata Allāh Subhānahu wa Ta'āla:

فَوَسَطْنَ بِهِ جَمْعًا

"Dan kuda-kuda tersebut menyerbu ke tengah-tengah kumpulan musuh."

⇒ Fawasathna ( فَوَسَطْنَ) artinya "masuk ke tengah-tengah".
⇒ Jam'a wa jam'ul'adu( جَمْعًا جَمْعُ الْعَدُ) artinya "masuk ke tengah-tengah musuh kemudian berperang di tengah medan pertempuran".

Jadi ayat-ayat ini berkaitan dengan kuda-kuda peperangan yang berlari dengan kencang, karena kencangnya berlari, kuda tersebut terengah-engah suaranya.

Kemudian kuda tersebut memercikan percikan-percikan api dari kukunya tatkala bersentuhan dengan batu.

Kemudian menebarkan debu yang berterbangan, kemudian kuda tersebut masuk di tengah-tengah area pertempuran.

Ini adalah kegiatan kuda-kuda perang.

⇒ Allāh bersumpah dengan sifat-sifat kuda ini.

√ Buat apa?
√ Apa yang Allāh ingin tekanankan?

Yang ingin Allāh tekankan kata Allāh Subhānahu wa Ta'āla:

إِنَّ الْإِنْسَانَ لِرَبِّهِ لَكَنُودٌ
ٌ
"Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar kepada Tuhannya."

⇒ Ingkar maksudnya tidak berterima kasih.

Jadi Allāh bersumpah dengan kuda-kuda tersebut buat apa?

Allāh bersumpah dengan kuda-kuda tersebut untuk menekankan bahwasanya manusia itu sifatnya ingkar.

√ Tidak berterima kasih.
√ Ingkar dengan nikmat yang Allāh berikan kepada dia.
√ Lupa dengan kenikmatan yang Allāh berikan kepada dia.

Nanti akan kita jelaskan apa kaitannya sumpah-sumpah kuda tersebut dengan penekanan ini.

Tadi telah kita isyaratkan bahwa ada pendapat yang lain tentang tafsiran surat ini. Saya katakan tadi dari Ali bin Abi Thalib Radhiyallāhu Ta'āla 'anhu.

Ali bin Abi Thalib Radhiyallāhu Ta'āla 'anhu mengatakan: وَالْعَادِيَاتِ ضَبْح artinya "unta-unta yang berjalan dengan cepat tatkala musim haji".

⇒ Jadi Ali bin Abi Thalib berbicara bukan peperangan tetapi haji.

Allah berbicara tentang tunggangan:

√ Tunggangan perang
√ Tunggangan haji

Kalau Ali bin Abi Thalib menafsirkan dengan tunggangan haji dan ini disebutkan oleh para ulamā dengan tafsir ikhtilaf  tanawwu' (ikhtilaf, perselisihan, yang tidak bermasalah dan tidak bertentangan).

⇒ Saya ulangi, dalam kaedah tafsir kebanyakan khilaf yang ada dalam tafsir adalah khilaf tanawwu' yaitu berbeda contoh saja, namun tidak ada kontradiksi.

Berbeda dengan khilaf dalam masalah fiqih, kebanyakan khilaf dalam masalah fiqih adalah tadhdhad (bertentangan).

√ Halal » harām
√ Sunnah » bid'ah

Adapun dalam masalah tafsir tidak!  Kebanyakan hanya sekedar contoh.

⇒ Contohnya adalah tafsiran: وَالْعَادِيَاتِ

① Menurut Ibnu Abbās radhiyallāhu Ta'āla 'anhumma yang berlari kencang adalah kuda.

Karena Allāh tidak menyebutkan demi kuda yang berlari kencang, Allāh hanya menyebutkan demi yang berlari kencang, yang berlari kencang ini apa?

Menurut Ibnu Abbās adalah kuda. Kuda adalah tunggangan yang digunakan untuk peperangan.

② Menurut Ali bin Abi Thalib  yang berlari kencang adalah unta yang digunakan untuk mengangkut para jama'ah haji (untuk berhaji).

⇒ Oleh karenanya disebutkan unta yang diqiyaskan (disamakan) dengan kuda, yang sama-sama mengeluarkan suara tatkala berjalan dengan cepat.

Wallāhu A'lam bishshawab,
sampai disini saja, semoga bermanfaat.

In syā Allāh  besok kita lanjutkan, wabillāhi taufīq.

الســـلامـ عليكــــمـ ورحمة الله وبركــــاته


Ditranskrip oleh Tim Transkrip BiAS
-------------------------------------


gunakan https://www.roryrachmad.net (jika tidak bisa buka halaman)
Proudly Powered by Abu Uwais.