https://pontrenisbatam.wordpress.com/

Senin, 01 Januari 2018

Tafsir Surat Al Zalzalah Bagian 6

by Rory Rachmad  |  in Bab Tafsir at  Senin, Januari 01, 2018

🌍 BimbinganIslam.com
Sabtu, 12 Rabi’ul Akhir 1439 H / 30 Desember 2017 M
👤 Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.
📗 Tafsir Juz 30 | Surat Az Zalzalah 
📖 Tafsir Surat Az Zalzalah (Bagian 6 dari 6) 
⬇ Download audio: bit.ly/BiAS-FA-Tafsir-H0906
~~~~~~

TAFSIR SURAT AZ ZALZALAH (BAGIAN 6 DARI 6)


 بســـمے اللّه الرّحمنـ الرّحـيـمـے 
الســـلامـ عليكــــمـ ورحمة الله وبركــــاته 
​​​الحمد لله على إحسانه، والشكر له على توفيقه وامتنانه، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له تعظيما لشأنه، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله الداعي إلى رضوانه، اللهم صلى عليه وعلى آله وأصحابه وإخوانه


Kemudian Allāh Subhānahu wa Ta'āla berfirman: 

 وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ

"Barangsiapa yang melakukan keburukan sedikit apapun, maka akan dia lihat hasilnya."

Sebagian salaf mengatakan bahwa sebagian orang menyangka bahwasanya yang akan diadzab oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla hanyalah dosa-dosa yang besar. Padahal seluruh kemaksiatan sekecil apapun dicatat oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla. 

Ini yang membuat Abū Bakar Radhiyallāhu Ta'āla 'anhu menangis. 

Contoh perkara yang ringan yang orang mengatakan, "Ah, cuma melihat sedikit saja koq, tidak jadi masalah," atau, "Saya kan cuma ghibāh sedikit saja atau sesekali saja." Semua akan dicatat oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla. 

Bukankah Allāh berfirman: 

يَعْلَمُ خَائِنَةَ الْأَعْيُنِ وَمَا تُخْفِي الصُّدُورُ

"Dialah Allāh yang mengetahui lirikan pengkhianatan pandangan mata, bahkan Allāh mengetahui isi hati manusia." (QS Al Mu'min/Ghāfir: 19)

Jangankan lirikan mata, isi hati juga Allāh bisa mengetahui. Orang hasad, orang dengki semua dicatat oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla. Tidak ada yang sepele di sisi Allāh Subhānahu wa Ta'āla. 

Oleh karenanya Nabi  shallallāhu 'alayhi wa sallam  bersabda:

إِيَّاكُمْ وَمُحَقَّرَاتِ الذُّنُوبِ ، فَإِنَّهُنَّ يَجْتَمِعْنَ عَلَى الرَّجُلِ حَتَّى يُهْلِكْنَهُ 

"Hati-hatilah kalian dengan dosa-dosa yang dianggap sepele, sesungguhnya dosa-dosa yang dianggap sepele tersebut akan berkumpul pada seseorang kemudian dosa-dosa tersebut akan membinasakan." (HR Ahmad nomor 3627)

Inilah yang disebut oleh n
Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam dengan:  الآيَةُ الْجَامِعَةُ الْفَاذَّةُ (ayat yang komperhensif yang mencakup segala sesuatu dan dia istimewa). 

Barangsiapa meyakini ayat ini dan menjadikan ayat ini sebagai tolak ukurnya, buku pegangannya, yaitu: Barangsiapa yang melakukan kebaikan sedikit apapun akan melihat hasilnya, barangsiapa melakukan keburukan sedikit apapun akan melihat hasilnya, maka dia akan bertaqwa kepada Allāh. Dia akan semanggat beribadah dan dia akan semanggat meninggalkan kemaksiatan. 

Kalau kita perhatikan surat ini berbicara tentang hari kiamat. Sebagaimana dalam ayat yang lain kata Allāh:

يَوْمَ تَجِدُ كُلُّ نَفْسٍ مَا عَمِلَتْ مِنْ خَيْرٍ مُحْضَرًا وَمَا عَمِلَتْ مِنْ سُوءٍ

"Setiap jiwa akan melihat apa yang dilakukan akan hadir, baik kebaikan ataupun keburukan akan hadir pada hari kiamat."  (QS Al 'Imrān: 30)

Akan dihadirkan catatan amal.

Orang-orang kafir pada 
hari kiamat akan mengatakan:

مَالِ هَٰذَا الْكِتَابِ لَا يُغَادِرُ صَغِيرَةً وَلَا كَبِيرَةً إِلَّا أَحْصَاهَا ۚ وَوَجَدُوا مَا عَمِلُوا حَاضِرًا

"Ini catatan apa? tidak ada yang dia tinggalkan baik yang kecil maupun yang besar semua dicatat, dan mereka akan melihat apa yang mereka kerjakan dihadirkan oleh Allāh, baik catatannya maupun balasannya."

(QS Al Kahfi: 49)

Ayat ini memang berkaitan dengan hari kiamat, tetapi sebagian ulamā seperti Al Imām Ibnu Qayyim rahimahullāh menyebutkan bahwasanya balasan kebaikan maupun balasan keburukan bukan hanya di akhirat di duniapun demikian. 

Banyak dalīl yang menunjukan hal ini.

Oleh karenanya tatkala Allāh Subhānahu wa Ta'āla berfirman: 

إِنَّ الْأَبْرَارَ لَفِي نَعِيم * وَإِنَّ الْفُجَّارَ لَفِي جَحِيمٍ
ٍ
"Sesungguhnya orang-orang yang baik dalam kenikmatan dan orang-orang pelaku kemaksiatan dalam neraka." (QS Al Infithār: 13-14)

Kata Imām Ibnu Qayyim rahimahullāh, orang-orang yang baik dalam kenikmatan dalam 3 (tiga) kondisi kenikmatan: 

⑴ Kenikmatan di dunia (Kebahagian di dunia).
⑵ Kenikmatan /Kebahagiaan tatkala di alam kubur (alam barzakh).
⑶ Kenikmatan yang sempurna tatkala di akhirat. 

Oleh karenanya para salaf mengatakan: 

 إن في الدنيا جنة من لم يدخلها لا يدخل جنة الآخرة

"Sesungguhnya di dunia ada surga barang siapa yang tidak masuk surga dunia di tidak akan masuk di surga akhirat."

Artinya:

⇒ Orang yang berimān dan beramal shālih, dia pasti merasakan kebahagiaan. Allāh akan memberikan hasil dari amalan shālih dia berupa kebahagiaan. 

Sebelum dia meraih kebahagiaan di akhirat (kebahagiaan yang abadi) dia sudah merasakan kebahagiaan di dunia, demikian juga kebahagiaan tatkala di alam barzakh. 

⇒ Demikian juga pelaku kemaksiatan, dia akan mendapatkan hasilnya di dunia, sebelum di akhirat. Ini pendapat sebagian ulamā. 

Oleh karenanya seorang muslim, tatkala melakukan kemaksiatan, apapun kemaksiatannya maka dia akan melihat atsarnya, dia akan melihat dampaknya. Bukankah Allāh Subhānahu wa Ta'āla telah berfirman: 

مَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ

"Tidaklah suatu musibah yang menimpa kalian, apapun musibah tersebut kecuali akibat ulah perbuatan kalian." (QS Asy Syūrā: 30)

Sampai-sampai Rasūlullāh menyebutkan:

مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلاَ وَصَبٍ وَلاَ هَمٍّ وَلاَ حُزْنٍ وَلاَ أَذًى وَلاَ غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا، إِلاَّ كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ .

“Tidaklah keletihan, kepayahan, kesedihan, gundah gulana, bahaya, menimpa seorang mukmin, sampai duri sekalipun yang menusuk seorang muslim, kecuali Allah akan mengampuni kesalahan-kesalahannnya dengan musibah tersebut.” (HR Bukhari nomor 5641-5642)

Ini menunjukan ada hubungan dosa dengan musibah yang kita alami. 

Diriwayatkan bahwasanya Abū Bakar Radhiyallāhu Ta'āla 'anhu tatkala membaca firman Allāh Subhānahu wa Ta'āla: 

لَيْسَ بِأَمَانِيِّكُمْ وَلَا أَمَانِيِّ أَهْلِ الْكِتَابِ ۗ مَنْ يَعْمَلْ سُوءًا يُجْزَ بِهِ وَلَا يَجِدْ لَهُ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلِيًّا وَلَا نَصِيرًا

"Pahala itu bukan dalam angan-angan kalian dan juga bukan menurut angan-angan ahlul Kitāb, barangsiapa yang melakukan keburukan maka akan dibalas oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla." (QS An Nisā': 123)

Maka Abū Bakar radhiyallāhu Ta'āla 'anhu berkata: 

فَكُلَّ سُوءٍ عَمِلْنَا جُزِينَا بِهِ ؟ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : " غَفَرَ اللَّهُ لَكَ يَا أَبَا بَكْرٍ ، أَلَسْتَ تَمْرَضُ ؟ أَلَسْتَ تَنْصَبُ ؟ أَلَسْتَ تَحْزَنُ ؟ أَلَسْتَ تُصِيبُكَ اللَّأْوَاءُ ؟ " قَالَ : بَلَى ، قَالَ : " فَهُوَ مَا تُجْزَوْنَ بِهِ 

"Yā Rasūlullāh, apakah setiap keburukan yang kita lakukan, kita akan dibalas (di akhirat kelak)?"

(Ini mengerikan, tidak ada ampunan, pasti dibalas.)

Kemudian Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam menjawab: 

"Semoga Allāh mengampunimu, wahai Abū Bakar. Bukankah engkau sakit? Bukahkan engkau letih? Bukankah engkau pernah sedih? Bukankah engkau ditimpa dengan kesulitan-kesulitan hidup?

Kata Abū Bakar:

"Iyaa Rasūlullāh (saya merasakan itu semua)."

Kata Rasūlullāh  shallallāhu 'alayhi wa sallam:

"Inilah balasan yang Allāh berikan di dunia." (HR Ahmad nomor 65) 

Artinya, apa? 

⇒ Ada hubungan antara kemaksiatan dengan kesedihan, kegundah-gulanaan, kesulitan yang kita hadapi. Pasti ada pengaruhnya akan tetapi pengaruh yang sempurna di akhirat. 

Sebagaimana firman Allāh Subhānahu wa Ta'āla: 

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ

"Barangsiapa yang melakukan sedikitpun kebajikan maka dia akan lihat hasilnya di akhirat."

⇒ Di duniapun ada dampaknya tetapi akhirat adalah tempat pembalasan yang sempurna. 

وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَه

"Dan barangsiapa yang melakukan keburukan sedikit apapun maka dia akan lihat hasilnya."

⇒ Di dunia ada hasilnya (dampaknya) tetapi dampak yang sempurna adalah di akhirat. 

Demikianlah Ikhwān dan Akhawāt yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla, kajian kita tentang tafsir dari surat Az Zalzalah, semoga menambah keimānan kita dan juga memotivasi kita untuk melakukan amalan shālih, sesedikit apapun.

Dan memotivasi kita untuk menjauhkan diri kita dari dosa-dosa yang sering kita anggap sepele, seakan-akan tidak dicatat oleh mālaikat akan tetapi semuanya akan kita lihat hasilnya di akhirat kelak. 

Dan In syā Allāh besok akan kita lanjutkan dengan surat yang lain. Semoga bermanfaat. 

السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة


🖋Ditranskrip oleh Tim Transkrip BiAS
-------------------------------------


Proudly Powered by Blogger.