Al Imām Az Zuhriy rahimahullāh ta'āla: في علم المغازي علم الآخرة و الدنيا "Dalam ilmu sejarah Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam ada ilmu akhirat dan ilmu dunia."

Rabu, 21 Februari 2018

HSI 10 - 09 Pembelahan Dada Nabi ﷺ, Meninggalnya Aminah dan Abdul Mutholib

by Rory Rachmad  |  in HSI 10 at  21 Februari

Halaqah 09 | Pembelahan Dada Nabi ﷺ, Meninggalnya Aminah & Abdul Mutholib*

goo.gl/FH4Z2G


السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang kesembilan dari Silsilah Ilmiyyah Sirah Nabawiyah Adalah *”Pembelahan Dada Nabi ﷺ, Meninggalnya Aminah & Abdul Mutholib “*.

Pada tahun ke empat / kelima semenjak kelahiran Nabi ﷺ, terjadi kejadian besar yang menimpa Muhammad ﷺ.

Di dalam shahih Muslim, Imam Muslim meriwayatkan bahwa datang Malaikat Jibril & Muhammad ﷺ sedang bermain bersama anak-anak, kemudian Malaikat Jibril membelah dada beliau mengeluarkan dari jantungnya segumpal darah hitam, kemudian membuangnya & mencuci jantung nya didalam bejana yang terbuat dari emas yang di dalamnya ada air Zam zam sehingga jantung tersebut bersih kemudian mengembalikannya seperti semula.

Datanglah anak² tersebut melapor kepada Halimah bahwa Muhammad telah terbunuh, kemudian mereka pun menyambut Muhammad & beliau dalam keadaan sudah berubah wajahnya, Halimah sebagai ibu yang menyusui Muhammad ﷺ merasa takut dengan kejadian aneh yang menimpa Muhammad, maka diapun mengembalikan beliau kepada ibunya sampai berumur 6 tahun.

Pada tahun itulah Aminah mengajak Muhammad putranya yang sudah yatim untuk menziarahi kubur suaminya di kota Madinah & bersama mereka Abdul Mutholib & Ummu Aiman sang pembantu.

Ketika kembali pulang Aminah sakit & meninggal di al-Abwa sebuah sebuah kota antara Madinah & Mekkah. Jadilah Muhammad yang sangat masih kecil tersebut & sangat kasih sayang & perhatian hidup tidak memiliki orang tua.

Kemudian kembalilah beliau bersama kakek nya yang sangat sayang kepada beliau ﷺ bahkan lebih di sayangi daripada anak² nya yang lain.

Dahulu Abdul Mutholib memiliki tikar disekitar Ka’bah, tidak ada anak² nya yang berani duduk bersama Abdul Mutholib di atas tikar tersebut, karena menghormati bapaknya. Namun Abdul Mutholib membiarkan Muhammad duduk bersamanya duduk diatas tikar & mengusap punggungnya & senang apa yang dia lakukan.

Ketika berumur 8 tahun meninggal lah Abdul Mutholib (kakek yang sangat sayang kepada beliau) & sebelum meninggal Abdul Mutholib menyerahkan kepengurusan cucu nya kepada Abu Tholib paman saudara kandung Abdullah bin Abdul Mutholib.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada Halaqah kali ini & sampai bertemu kembali pada Halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

_*Abdullāh Roy*_
Di kota Pandeglang

*Materi audio ini disampaikan didalam Group WA Halaqah Silsilah Ilmiyyah HSI Abdullah Roy


kepada Anggota HSI dilarang menyebarkan transkrip ini di Group HSI yang sedang berjalan

gunakan https://www.roryrachmad.net (jika tidak bisa buka halaman)
Proudly Powered by Abu Uwais.