Al Imām Az Zuhriy rahimahullāh ta'āla: في علم المغازي علم الآخرة و الدنيا "Dalam ilmu sejarah Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam ada ilmu akhirat dan ilmu dunia."

Senin, 19 Februari 2018

HSI 09 - 12 Aliran Sesat Yang Menyimpang Di Dalam Masalah Takdir

by Rory Rachmad  |  in HSI 09 at  19 Februari


السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله و صحبه أجمعين

Halaqah yang Ke dua belas dari Silsilah Ilmiyyah Beriman Takdir Allāh "Aliran Sesat Yang Menyimpang Di Dalam Masalah Takdir". 

Diantara Aliran sesat yang menyimpang di dalam masalah Takdir adalah aliran Al Majusiah yaitu aliran yang mengikuti jalan orang-orang Majusi. Mereka adalah orang-orang yang beriman dengan syariat akan tetapi mendustakan takdir Allāh, ada diantara mereka yang mengingkari ilmu Allāh dan mengatakan bahwa Allāh tidak mengetahui sesuatu kecuali setelah terjadinya dan diantara mereka yang mengingkari keumuman Masyiah Allāh dan penciptaanNya, mereka berkata:

“Allāh yang mencipta manusia dan manusia lah yg menciptakan amalannya sendiri”

Dan mereka berkata:

“Bahwa amalan manusia adalah dengan kehendak manusia semata & tidak ada hubungan sama sekali dengan kehendak Allāh”

Sehingga mereka dinamakan Al-Majusiah karena orang-orang Majusi meyakini bahwa pencipta ada 2 yaitu Pencipta kebaikan, Pencipta keburukan 

Dan diantara aliran yang sesat didalam masalah takdir adalah aliran Al-Musyrikiyah yaitu aliran yang mengikuti jalan orang-orang Musyrikin. 

Mereka mengakui takdir Allāh tetapi mengingkari syariat Allāh dan tidak mengikutinya. 

Dinamakan Al-Musyrikiyah karena orang-orang Musyrikin mengakui takdir Allāh & tidak mau mengikuti syariat Allāh yang intinya adalah Tauhid. 

Allāh berfirman tentang mereka:

سَيَقُولُ الَّذِينَ أَشْرَكُوا لَوْ شَاءَ اللَّهُ مَا أَشْرَكْنَا وَلَا آبَاؤُنَا وَلَا حَرَّمْنَا مِنْ شَيْءٍ ۚ… 

“akan berkata (orang-orang Musyrikin) seandainya Allāh menghendaki niscaya kita tidak akan berbuat syirik demikian pula bapak² kami dan tentunya kami tidak akan mengharamkan sesuatu” (Surat Al-An’am 148)

Demikianlah ucapan orang-orang Musyrikin ketika mereka diajak oleh Rasulullãh ﷺ untuk Bertauhid, mereka menolak tauhid dan beralasan bahwa kesyirikan mereka adalah dengan Takdir Allāh. 

Maka setiap orang yang berdalil dengan Takdir dalam membolehkan kemaksiatan pada hakikatnya dia telah mengikuti jalan orang-orang Musyrikin. 

Adapun Ahlus Sunnah maka seperti yang sudah berlalu mereka beriman dengan Takdir & Beriman dengan syariat. 

Demikianlah yang bisa kita sampaikan pada Halaqah kali ini & sampai bertemu kembali pada Halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

Abdullāh Roy
Di kota Al-Madīnah
*Materi audio ini disampaikan didalam Group WA Halaqah Silsilah Ilmiyyah HSI Abdullah Roy


kepada Anggota HSI dilarang menyebarkan transkrip ini di Group HSI yang sedang berjalan

gunakan https://www.roryrachmad.net (jika tidak bisa buka halaman)
Proudly Powered by Abu Uwais.