PESAN-PESAN

Nama

Email *

Pesan *

Senin, 19 Februari 2018

Halaqah - 19 Makna Ucapan Rasulullãh ﷺ “Kejelekan Tidak Kepadamu

by Rory Rachmad  |  in Silsilah Beriman Kepada Takdir at  19 Februari

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته 
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين


Halaqah yang Ke-19 dari Silsilah Ilmiyyah Beriman dengan Takdir Allah adalah tentang Makna Ucapan Rasulullah ﷺ Kejelekan Tidak Kepadamu

Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى yang menciptakan segala sesuatu yang bermanfaat maupun yang memudharati, yang baik maupun yang buruk.

Adapun sabda Nabi ﷺ didalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim

والشر ليس إليك 

” Dan kejelekan tidak disandarkan kepadamu”

Maka hadits ini tidak menunjukkan bahwa kejelekan tidak dicipta oleh Allah, Para ulama telah menjelaskan bahwa makna hadits ini

1. Ini adalah bentuk adab kita kepada Allah عَزَّ وَ جَلَّى Tidak boleh kita berkata “wahai Yang Menciptakan kejelekan” atau  “Wahai Pencipta Babi” Meskipun Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى Dialah Yang Menciptakan itu semua

2. Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى tidak menciptakan secara murni kejelekan. kejelekan yang Allah ciptakan pasti ada hikmahnya dilihat dari sisi hikmah inilah kejelekan yang menimpa manusia tersebut adalah baik dipandangan Allah عَزَّ وَ جَلَّى maka tidak boleh disandarkan kejelekan kepada Allah عَزَّ وَ جَلَّى

Misalnya Allah mentakdirkan rezeki ada diantara manusia yang diluaskan rezekinya dan ada yg disempitkan, disempitkan dengan hikmah dan di luaskan dengan hikmah

Diantara hikmah disempitkan rezeki seseorang adalah supaya dia tidak berlebihan di dunia supaya dia banyak berdoa dan mendekatkan diri kepada Allah dan diantara hikmahnya adalah supaya terjadi saling membutuhkan antara orang yang kaya dan orang yang miskin

3. Ada diantara ulama yang mengatakan bahwa makna ucapan Nabi ﷺ “kejelekan tidak di sandarkan kepadamu” maksudnya tidak boleh bertaqarrub kepada Allah dengan kejelekan

4. Ada diantara Ulama yang mengatakan bahwa maknanya kejelekan tidak akan sampai kepada Allah, tetapi kebaikan itulah yang akan sampai kepada Allah, penyandaran kejelekan didalam dalil tidak dilakukan secara khusus kepada Allah tetapi terkadang dengan Penyandaran umum seperti firman Allah عَزَّ وَ جَلَّى

اللَّهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ ۖ… 

“Allah yang menciptakan segala sesuatu” (Surat Az-Zumar : 62)

Dan terkadang disandarkan kejelekan tersebut kepada penyebabnya sebagaimana firman Allah 

مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

“Dari kejelekan apa yang dia ciptakan” (Surat Al-Falaq : 2)

Dan terkadang Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى menggunakan kalimat pasif sebagaimana firman Allah

وَأَنَّا لَا نَدْرِي أَشَرٌّ أُرِيدَ بِمَنْ فِي الْأَرْضِ أَمْ أَرَادَ بِهِمْ رَبُّهُمْ رَشَدًا

“Dan sesungguhnya kami (bangsa Jin) tidak mengetahui apakah kejelekan yang diinginkan terhadap penduduk bumi ataukah Rabb mereka menginginkan bagi penduduk bumi kebaikan” (Surat Al-Jinn  : 10)

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Abdullah Roy
Di kota Al-Madinah

Ditranskrip oleh: Tim Transkrip BiAS

Proudly Powered by Abu Uwais.