PESAN-PESAN

Nama

Email *

Pesan *

Senin, 19 Februari 2018

Halaqah - 02 Dalil Wajibnya Beriman Kepada Takdir Allāh

by Rory Rachmad  |  in Silsilah Beriman Kepada Takdir at  19 Februari

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته 
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang kedua dari Silsilah Ilmiyyah Beriman dengan Takdir Allah adalah tentang Dalil Wajibnya Beriman Kepada Takdir Allah

Beriman dengan takdir Allah yang baik dan yang buruk adalah termasuk salah satu diantara 6 rukun iman yang harus diimani dan telah tetap kewajibannya didalam Al-Quran, As-Sunah dan 'Ijma 

Dari Al-Quran اللهُ سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman

إِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنَاهُ بِقَدَرٍ

“Sesungguhnya Kami telah menciptakan sesuatu dengan ketentuan” (Al-Qamar : 49)

Dan Allah berfirman

وَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ فَقَدَّرَهُ تَقْدِيرًا...

“....Dan Dia menciptakan segala sesuatu maka Dia pun menentukan dengan sebenar-benar penentuan” (Al-Furqan : 2)

Dan Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman

وَكَانَ أَمْرُ اللَّهِ قَدَرًا مَقْدُورًا  ۚ... 

“....Dan perkara Allah adalah ketentuan yang sudah ditakdirkan” (Al-Ahzab : 38)

Adapun dari As-Sunnah maka Rasulullah ﷺ bersabda ketika ditanya oleh Malaikat Jibril عَلَيهِ السَّلَامُ tentang iman

أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ

“Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, rasul-rasulNya, hari Akhir dan engkau beriman dengan takdir yang baik maupun yang buruk” (HR Muslim)

Dan beliau ﷺ bersabda

كُلُّ شَيْءٍ بِقَدَرٍ حَتَّى العَجْزُ والكَيْسُ

“Segala sesuatu dengan takdir sampai ketidakmampuan dan kecerdasan” (HR Muslim)

Adapun dari 'Ijma maka kaum muslimin telah bersepakat atas wajibnya beriman dengan takdir Allah dan bahwasanya orang yang mengingkari dengan takdir Allah maka dia telah keluar dari agama islam

Berkata Abdullah Ibn Umar radhiyallahu 'anhuma ketika mendengar tentang munculnya orang-orang yang mengingkari takdir dan bahwasanya kejadian terjadi dengan sendirinya tanpa takdir 

فَإِذَا لَقِيتَ أُولَئِكَ فَأَخْبِرْهُمْ أَنِّي بَرِيءٌ مِنْهُمْ وَأَنَّهُمْ بُرَآءُ مِنِّي، وَالَّذِي يَحْلِفُ بِهِ عَبْدُ اللهِ بْنُ عُمَرَ، لَوْ أَنَّ لِأَحَدِهِمْ مِثْلَ أُحُدٍ ذَهَبًا فَأَنْفَقَهُ مَا قَبِلَ اللهُ مِنْهُ حَتَّى يُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ

“Apabila kamu bertemu dengan mereka maka kabarkanlah kepada mereka bahwa aku (Abdullah Ibnu Umar) berlepas diri dari mereka dan mereka pun berlepas diri dariku, Demi Dzat yang Ibnu Umar bersumpah denganNya seandainya salah seorang dari mereka memiliki emas sebesar gunung Uhud kemudian menginfakannya maka Allah tidak akan menerima darinya sampai dia beriman dengan takdir ” (Atsar ini diriwayatkan oleh Imam Muslim didalam shahihnya)

Yang demikian karena Allah tidak menerima amalan orang yang kafir dan termasuk kekufuran apabila seseorang mengingkari takdir Allah عَزَّ وَ جَلَّى Berkata Al Imam An Nawawi رٙحِمٙهُ اللهُ

وَقَدْ تَظَاهَرَتِ الْأَدِلَّةُ الْقَطْعِيَّاتُ مِنَ الْكِتَابِ وِالسُّنَّةِ وَإِجْمَاعِ الصَّحَابَةِ وَأَهْلِ الْحَلِّ وَالْعَقْدِ مِنَ السَّلَفِ وَالْخَلَفِ عَلَى إِثْبَاتِ قَدَرِ اللَّهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى

“Telah banyak dalil-dalil yang jelas tetapnya yang saling menguatkan dari Al-Quran, As-Sunnah dan Ijma Shahabat dan para Ahlul halli abdi yaitu orang-orang yang punya wewenang dari tokoh-tokoh kaum muslimin dari kalangan salaf dan khalaf yang menunjukkan atas penetapan takdir Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى (Al Minhaj Syarah Shahih Muslim Ibnu Al Hajjaj jilid I/155)

Dan berkata Ibnu Hajar رٙحِمٙهُ اللهُ

و مذهب السلف قاطبة أن الأمورَ كلها بتقدير الله تعالى

“Dan Manhaj seluruh salaf bahwa perkara-perkara semuanya dengan takdir Allāh تَعَالَى (Fathul Baari Jilid 11 halaman 478)

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Abdullāh Roy
Di kota Al-Madīnah

Ditranskrip oleh: Tim Transkrip BiAS

Proudly Powered by Abu Uwais.