https://pontrenisbatam.wordpress.com/

Rabu, 21 Februari 2018

Tafsir Surat Al-Qadr Bagian 2

by Rory Rachmad  |  in Bab Tafsir at  Rabu, Februari 21, 2018

🌍 BimbinganIslam.com
Selasa, 03 Jumadal Akhir 1439 H / 20 Februari 2018 M
👤 Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA
📗 Tafsir Juz 30 | Surat Al-Qadr
📖 Tafsir Surat Al-Qadr (Bagian 2 dari 5)
⬇ Download audio: bit.ly/BiAS-FA-Tafsir-H1102
~~~~~~~~~~~~~~~

*TAFSIR SURAT AL QADR (BAGIAN 2 DARI 5)*


بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة
الحمد لله على إحسانه، وشكر الله على توفقه وامتنانه، وأشهد أن لا إله إلا الله واهده لا شرك له تعظيم بشأنه, وأشهد أن محمد عبده ورسوله دائلا رضوانه, اللهم صلى عليه وعلى آله وصحبه وإخوانه


Allāh Subhānahu wa Ta'āla berfirman:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ

"Kami turunkan Al Qurān di malam laylatul Qadr."

Allāh berfirman lagi:

وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ

"Dan tahukah kamu, apakah malam laylatul Qadr itu ?"

Ini ushlūb dalam Al Qurān, "Wa mā addrāk (tahukah kamu)," ini untuk mengagungkan sesuatu tersebut.

Oleh karenanya Allāh mengatakan, "Wa mā addrāka mā laylatul qadr," tahukah kamu apa itu malam laylatul Qadr.

Allāh jawab:

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

"Malam laylatul Qadr lebih baik daripada 1000 bulan."

⇒ Saya ulangi, perkataan Allāh "khayrun (lebih baik)" bukan sama dengan 1000 bulan, jangan salah!

Kebanyakan atau sebagian orang mengatakan malam laylatul Qadr sama dengan 1000 bulan, jawabannya bukan sama tetapi lebih baik.

Lebih baiknya sebagaimana?

Wallāhu A'lam, kita tidak tahu. Tetapi malam laylatul Qadr lebih baik. daripada 1000 bulan.

Para ahli tafsir membicarakan tentang kenapa 1000 bulan ini?

Sebagian mereka menyatakan hal ini karena rahmat Allāh Subhānahu wa Ta'āla kepada kaum muslimin (umat Muhammad shallallāhu 'alayhi wa sallam), karena Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam telah mengabarkan bahwasanya:

أَعْمَارُ أُمَّتِـي مَا بَيْنَ السِّتِّيْنَ إِلَى السَّبْعِيْنَ وَأَقَلُّهُمْ مَنْ يَجُوزُ ذَلِكَ

"Umur-umur umatku antara 60 hingga 70 tahun dan sedikit orang yg bisa melampui umur tersebut." (Hadīts riwayat Ibnu Mājah. 4236, Syaikh Al-Albāniy rahimahullāh mengatakan hasan shahīh)

Dan ini kenyataan, kebanyakan orang-orang sekarang meninggalnya antara 60 sampai 70 tahun. Dan ini di antara mukzijat Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam, mengabarkan bahwasanya umur umatku sampai 60-70 tahun.

Sementara umur umat terdahulu panjang-panjang, di antaranya Nabi Nūh 'alayhissalām.

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوْمِهِ فَلَبِثَ فِيهِمْ أَلْفَ سَنَةٍ إِلَّا خَمْسِينَ عَامًا فَأَخَذَهُمُ الطُّوفَانُ وَهُمْ ظَالِمُونَ

"Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka ia tinggal di antara mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun. Maka mereka ditimpa banjir besar, dan mereka adalah orang-orang yang zalim". (QS Al Ankabūt: 14)

Nabi Nūh 'alayhissalām berdakwah dikaumnya 950 tahun, umurnya berapa?

Waallāhu A'lam bishawāb, kita tidak tahu.

Oleh karenanya Allāh ingin memberikan karunia kepada umat Muhammad shallallāhu 'alayhi wa sallam dengan suatu malam yang namanya malam laylatul Qadr yang jika seseorang beribadah pada malam tersebut dengan ibadah yang sesungguhnya maka ibadah dia akan bernilai lebih baik daripada 1000 bulan.

⇒ 1000 bulan = 83 tahun 4 bulan

Dan ini sudah melebihi umur umat Nabi Muhammad shallallāhu 'alayhi wa sallam yang berkisar 60-70 tahun.

Dan bila dia diberi taufiq oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla beribadah 1 malam di 1 tahun (dia beribadah di malam laylatul Qadr) dengan ibadah yang benar, maka seakan-akan dia sudah beribadah seumur hidup, bahkan lebih baik daripada ibadahnya seumur hidup.

Para ulamā membahas tentang bagaimana turunnya Al Qurān. Kita tahu bahwasanya Al Qurān di lauhil mahfūzh.

Allāh Subhānahu wa Ta'āla berfirman:

بَلْ هُوَ قُرْآنٌ مَجِيدٌ * فِي لَوْحٍ مَحْفُوظٍ

"Akan tetapi ini adalah Al Qurān yang mulia di lauhil mahfūzh." (QS Al Burūj: 21-22)

Apa itu lauhil mahfūzh?

Lauhil mahfūzh dalam bahasa Arab artinya lembaran yang terjaga.

⇒ Kata para ulamā, artinya lembaran tersebut terjaga.

√ Terjaga dari pencurian syaithān, karena syaithān dan jinn tidak bisa melihat isi daripada lauhil mahfūzh.

√ Terjaga dari adanya perubahan, karena Allāh mencatat seluruh taqdir di lauhil mahfūzh.

Dalam hadīts, kata Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam:

كَتَبَ اللهُ مَقَادِيْرَ الْخَلاَئِقِ قَبْلَ أَنْ يَخُلُقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ بِخَمْسِيْنَ أَلْفَ سَنَةٍ

"Allāh mencatat taqdir seluruh makhluk dan apa yang akan terjadi sampai hari kiamat, 50 ribu tahun sebelum Allāh menciptakan langit dan bumi (Allāh mencatat tersebut di lauhil mahfūzh)."

(Hadīts shahīh riwayat Muslim nomor 2653 dari 'Abdullāh bin 'Amr radhiyallāhu Ta'āla 'anhu)

Oleh karenanya dalam hadīts Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam mengatakan:

إِنَّ أَوَّلَ مَا خَلَقَ اللَّهُ الْقَلَمَ فَقَالَ لَهُ اكْتُبْ . قَالَ رَبِّ وَمَاذَا أَكْتُبُ قَالَ اكْتُبْ مَقَادِيرَ كُلِّ شَىْءٍ حَتَّى تَقُومَ السَّاعَةُ

Sesungguhnya makhluk yang pertama kali Allāh ciptakan adalah Al Qalam, kemudian Allāh berfirman kepadanya:

"Tulislah!"

Kemudian Al Qalam berkata:

"Wahai Rabbku, apa yang aku tulis?"

Allāh berfirman:

"Tulislah taqdir segala sesuatu sampai datang hari kiamat."

(Hadīts riwayat Abū Dāwūd nomor 4700, dishāhihkan oleh Syaikh Al Albāniy rahimahullāh)

⇒ Ini adalah berimān kepada taqdir, bahwasanya segala sesuatu yang Allāh taqdirkan seluruhnya telah ditulis di lauhil mahfūzh.

Di antara yang telah ditulis lauhil mahfūzh adalah Al Qurānul karīm. Secara lengkap sudah ditulis oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Akan tetapi Allāh menurunkan Al Qurān tersebut kepada Nabi Muhammad shallallāhu 'alayhi wa sallam bertahap, tidak langsung seluruhnya. Berdasarkan kejadian-kejadian yang ada dan Allāh sudah tahu semuanya akan terjadi kejadian demikian dan demikian. Dan Allāh turunkan ayat-ayat tersebut secara berangsur-angsur.

Oleh karenanya Allāh Subhānahu wa Ta'āla berfirman:

وَقُرْآنًا فَرَقْنَاهُ لِتَقْرَأَهُ عَلَى النَّاسِ عَلَى مُكْثٍ وَنَزَّلْنَاهُ تَنْزِيلًا

"Al Qurān kami turunkan dengan sedikit-sedikit untuk engkau bacakan kepada manusia perlahan-lahan dan kami turunkan sebagian-sebagian (tidak langsung)." (QS Al Isrā': 106)

Oleh karenanya yang pertama kali turun adalah surat Al Alaq (5 ayat), kemudian berdasarkan kejadian-kejadian berikutnya maka turun ayat-ayat berdasarkan sebab-sebab nuzul.

Oleh karenanya kita katakan Al Qurān secara utuh sudah ditulis oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla di lauhil mahfūzh akan tetapi diturunkannya sedikit demi sedikit berdasarkan kejadian-kejadian yang menimpa Nabi Muhammad shallallāhu 'alayhi wa sallam.

Kapan pertama kali Al Qurān turun?

⇒ Al Qurān turun pertama kali pada saat malam laylatul Qadr (malam yang penuh dengan keberkahan).

Ini harus kita pahami, bahwasanya meskipun Al Qurān disebutkan dalam lauhil mahfūzh namun disebutkan secara lengkap dan diturunkannya secara perlahan-lahan.

⇒ Di antaranya pertama kali turun adalah 5 ayat dari surat Al Alaq.

Oleh karenanya ayat yang terakhir turun adalah ayat dari surat Al Māidah ayat 3.

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

Ayat ini turun tatkala Nabi sedang berhaji wada, dan Nabi sedang berada dipadang Arafah. Hari Arafah adalah hari yang termulia. Kita tahu Allāh Subhānahu wa Ta'āla memilih yang Allāh kehendaki dengan hikmah Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Allāh Subhānahu wa Ta'āla berfirman:

وَرَبُّكَ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَيَخْتَارُ

"Allāh menciptakan apa yang Allāh kehendaki dan Allāh memilih apa yang Allāh kehendaki." (QS Al Qashash: 68)

Allāh ciptakan langit 7 tingkatan dan Allāh menjadikan langit yang tertinggi lebih mulia daripada langit yang di bawah.

Allāh menciptakan surga-surga (surga tidak hanya satu) dan Allāh menjadikan surga yang tertinggi adalah surga Firdaus dan di atas surga Firdaus atapnya adalah 'Arsy nya Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Allāh menciptakan para nabi,  Allāh pilih yang Allāh kehendaki (Nabi Ādam jadi nabi, Nabi Nūh jadi nabi) di antara sekian banyak manusia. Allāh memilih yang Allāh kehendaki sesuai dengan hikmahNya.

Kemudian di antara nabi-nabi tersebut Allāh pilih di antaranya 5 (lima) nabi Ulul Azmi minarrasūl yaitu:

⑴ Nabi Nūh
⑵ Nabi Ibrāhīm
⑶ Nabi Mūsā
⑷ Nabi 'Īsā
⑸ Nabi Muhammad shallallāhu 'alayhi wa sallam.

Kemudian dengan kehendak Allāh dan hikmah-Nya, Allāh memilih 2 (dua) nabi menjadi khairul rahman, yaitu:

⑴ Nabi Ibrāhīm.
⑵ Nabi Muhammad shallallāhu 'alayhi wa sallam.

Kemudian dengan kehendak Allāh, Allāh memilih nabi Muhammad shallallāhu 'alayhi wa sallam menjadi nabi terbaik menjadi manusia terbaik yang pernah ada.

Allāh menciptakan tempat-tempat yang banyak, setelah itu Allāh memilih sebagian tempat sebagai tempat yang mulia.

Seperti:

⑴ Al haramain (Mekkah dan Madīnah).
⑵ Al Aqsa.

Allāh menciptakan bulan, 12 bulan dengan kehendak-Nya dan hikmah-Nya Allāh memilih bulan Ramadhān menjadi bulan termulia.

Allāh menciptakan hari-hari, lalu Allāh menjadikan hari Arafah, hari yang terbaik di seluruh hari dalam setahun.

Allāh menciptakan malam dan Allāh menjadikan malam yang terbaik dalam setahun adalah malam laylatul Qadr.

Oleh karenanya malam laylatul Qadr adalah malam yang mulia, Allāh pilih untuk menurunkan Al Qurān.

Demikian.

وبالله التوفيق
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
——————————
🏡 *Donasi Markas* Dakwah dapat disalurkan melalui :
| Bank Mandiri Syariah
| Kode Bank : 451
| No. Rek : 710-3000-507
| A.N : YPWA Bimbingan Islam
Konfirmasi Transfer *Hanya Via WhatsApp* & Informasi ;  0811-280-0606
SWIFT CODE : BSMDIDJA

▪ *Format Donasi : Markas Dakwah#Nama#Nominal#Tanggal*

📝 *Cantumkan Kode 25 di nominal transfer anda..*

Contoh : 100.025
-------------------------------------


0 komentar:

Proudly Powered by Blogger.