Al Imām Az Zuhriy rahimahullāh ta'āla: في علم المغازي علم الآخرة و الدنيا "Dalam ilmu sejarah Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam ada ilmu akhirat dan ilmu dunia."

Rabu, 21 Februari 2018

Tafsir Surat Al-Qadr Bagian 3

by Rory Rachmad  |  in Bab Tafsir at  21 Februari

🌍 BimbinganIslam.com
Rabu, 04 Jumadal Akhir 1439 H / 21 Februari 2018 M
👤 Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA
📗 Tafsir Juz 30 | Surat Al-Qadr
📖 Tafsir Surat Al-Qadr (Bagian 3 dari 5)
⬇ Download audio: bit.ly/BiAS-FA-Tafsir-H1103
~~~~~~~~~~~~~~~

*TAFSIR SURAT AL QADR (BAGIAN 3 DARI 5)*


بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة
الحمد لله على إحسانه، وشكر الله على توفقه وامتنانه، وأشهد أن لا إله إلا الله واهده لا شرك له تعظيم بشأنه, وأشهد أن محمد عبده ورسوله دائلا رضوانه, اللهم صلى عليه وعلى آله وصحبه وإخوانه

Kita lanjutkan, kenapa dinamakan dengan lailatul qadar?

Al Qadr dalam bahasa Arab memiliki beberapa makna, di antaranya:

⑴ Kemuliaan.

Oleh karenanya dinamakan malam lailatul qadar karena malam tersebut adalah malam yang mulia.

⑵ Penyempitan.

Oleh karenanya Allāh Subhānahu wa Ta'āla berfirman:

وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلَاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ

Adapun manusia jika Allāh sempitkan ( فَقَدَرَ), Kami sempitkan rezekinya maka dia mengatakan, "Allāh menghinakanku." (QS Al Fajr: 16)

Kenapa malam lailatul qadar dinamakan malam yang sempit ?

⇒ Kata para ulamā karena terlalu banyak malāikat turun tatkala itu, seakan-akan dunia ini sempit karena sesak dengan para malāikat.

⑶ Taqdir.

Dan kita jelaskan pada malam lailatul qadar, Allāh menetapkan taqdir.

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ * فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ * أَمْرًا مِنْ عِنْدِنَا ۚ إِنَّا كُنَّا مُرْسِلِينَ

_Dalam surat Ad Dukhān: 3-5, Allāh sebutkan bahwasnya di malam lailatul qadar Allāh turunkan taqdir Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Dari sini kita bicara sedikit tentang taqdir, taqdir yang Allāh tentukan atau Allāh turunkan ada beberapa tingkatan.

⇒ Taqdir umum adalah taqdir yang Allāh catat di lauhil mahfūzh tidak akan ada perubahan, semua yang terjadi sampai hari kiamat sudah Allāh catat di lauhil Mahfūzh, akan tetapi Allāh kabarkan berita tentang taqdir tersebut bertahap.

Sebagaimana tadi Al Qurān sudah tercatat secara lengkap di lauhil mahfūzh, akan tetapi Allāh turunkan kepada Nabi Muhammad shallallāhu 'alayhi wa sallam secara bertahap.

Demikian juga seluruh kejadian yang akan terjadi sampai hari kiamat telah tercatat di lauhil mahfūzh.

Yā akhi.....,

Bagaimana lauhil mahfūzh ini kita tidak tahu, tetapi sebagaimana perkataan Syaikh Muhammad bin Shālih Utsaimain, bahwa kecanggihan teknologi sekarang sudah sangat canggih sehingga betapa banyak data yang bisa kita simpan di hardisk yang kecil atau CD yang kecil. Lauhil Mahfūzh kita tidak tahu seperti apa tapi dia bisa mencatat seluruh (detail) kejadian yang terjadi sampai hari kiamat.

Besarnya seperti apa ? Bagaimana tulisanya ? Bagaimana cara menulisnya ?

Wallāhu A'lam bishawāb.

⇒ Yang jelas lauhil mahfūzh adalah bank data, semua data yang terjadi sampai hari kiamat sudah tercatat di lauhil Mahfūzh.

Data ini Allāh turunkan secara bertahap, ada yang disebut dengan:

⇒ Taqdir al umri (taqdir umur).

Allāh Subhānahu wa Ta'āla setiap meniupkan ruh kepada janin dalam perut seorang ibu maka Allāh kirimkan mālaikat. Mālaikat akan catat janin dalam perut ibu tersebut (umurnya sekian, ajalnya sampai kapan, amalnya bagaimana, masuk surga atau neraka, sampai dia meninggal dunia). 

Pencatatan mālaikat ini merupakan perincian dari data yang ada di lauhil Mahfūzh.

⇒ Taqdir Sanawi (Taqdir tahunan).

Setiap tahun di malam lailatul qadar, Allāh turunkan taqdir Allāh sampai tahun kedepan, dikabarkan kepada para mālaikat.

Tadi saya katakan dalam surat Ad Dhukhan, Allāh mengatakan:

فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ

"Pada malam tersebut Allāh paparkan tentang perkara-perkara yang akan terjadi sampai tahun depan." (QS Ad Dukhān: 4)

Setiap hari Allāh Subhānahu wa Ta'āla putuskan keputusan-keputusan, sebagaimana Allāh sebutkan dalam surat Ar Rahmān:

 كُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِي شَأْنٍ

"Setiap hari dia (Allāh) dalam kesibukan." (QS Ar Rahmān: 29)

⇒ Tetapi taqdir harian, taqdir tahunan dan taqdir umur ini semua merupakan data yang diambil dari taqdir yang ada di lauhil Mahfūzh.

Allāh Subhānahu wa Ta'āla berfirman:

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

"Malam lailatul qadar lebih baik daripada 1000 bulan."

تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ

"Tanazzalu" asalnya dari "tatanazalu", malāikat turun begitu banyak pada malam tersebut (malāikat jumlahnya sangat banyak).

Dalam satu hadīts kata Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam,

أَطَّتِ السَّمَاءُ، وَحُقَّ لَهَا أَنْ تَئِطَّ 

Langit bunyi karena banyaknya mālaikat di langit (sebagaimana kalau ada barang diletakan di atas unta kemudian terdengar bunyi karena barangnya terlalu banyak).

Kata nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam:

إِنِّي أَرَى مَا لَا تَرَوْنَ، وَأَسْمَعُ مَا لَا تَسْمَعُونَ أَطَّتِ السَّمَاءُ، وَحُقَّ لَهَا أَنْ تَئِطَّ مَا فِيهَا مَوْضِعُ أَرْبَعِ أَصَابِعَ إِلَّا وَمَلَكٌ وَاضِعٌ جَبْهَتَهُ سَاجِدًا لِلَّهِ، وَاللَّهِ لَوْ تَعْلَمُونَ مَا أَعْلَمُ لَضَحِكْتُمْ قَلِيلًا وَلَبَكَيْتُمْ كَثِيرًا

"Sesungguhnya aku melihat apa yang tidak kalian lihat, aku mendengar sesuatu yang tidak kalian dengar. Langit merintih… dan layak baginya untuk merintih. Tidak ada satu ruang selebar 4 jari, kecuali di sana ada malāikat yang sedang meletakkan dahinya, bersujud kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla. Demi Allāh andaikan kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan sering menangis…"

(Hadīts riwayat Ahmad 21516, Tirmidzi 2312, Abdurrazaq dalam Mushanaf 17934. Hadīts ini dinilai hasan lighairihi oleh Syuaib Al Arnauth).

Antum bayangkan langit luasnya seperti apa? kita tidak tahu ujung langit dimana? Langit sangat luas ternyata malāikat banyak sekali, pada malam lailatul qadar malāikat turun kebumi, sehingga tadi saya katakan salah satu makna Qadr adalah sempit kenapa karena begitu banyak malāikat yang turun. Tetapi tidak semuanya berdasarkan perintah Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Malāikat yang Allāh perintahkan untuk turun maka mereka turun, dan kita tahu bahwasanya apabila malāikat turun akan mendatangkan keberkahan.

Oleh karenanya seperti majelis 'ilmu didatangi oleh para malāikat, kenapa? 

Karena majelis berkah, malāikat datang menghadiri majelis 'ilmu.

Bahkan dalam hadīts disebutkan:

 وَإِنَّ الْـمَلاَئِكَةَ لَتَضَعُ أَجْنِحَتَهَا رِضًا لِطَالِبِ الْعِلْمِ

_"Malāikat meletakan sayap-sayapnya di bawah karena ridhā kepada penuntut ilmu."_

Berarti menuntut ilmu itu berkah. Malāikat turun membawa berkah. semakin banyak malāikat turun semakin menunjukan malam tersebut malam yang penuh berkah.

Oleh karenanya malam lailatul qadar adalah malam yang penuh berkah. Kita lihat bagaimana Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam pada malam tersebut begadang.

كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ ، وَأَحْيَا لَيْلَهُ ، وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ

"Apabila Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam memasuki sepuluh hari terakhir (bulan Ramadhān), beliau mengencangkan sarungnya (untuk menjauhi para istri beliau dari berjima'), menghidupkan malam-malam tersebut dan membangunkan keluarganya." (Hadīts riwayat Bukhāri no. 2024,Muslim no. 1174).

Oleh karenanya kita lihat bagaimana kaum muslimin di kota Madīnah dan Mekkah di sepuluh hari terakhir semakin ramai masjid, orang i'tikaf, orang shalāt dimana-mana.

⇒ Di sepuluh hari terakhir masjid semakin penuh karena orang ingin mencari malam lailatul qadar. 

"Barangsiapa yang terhalangi dari kemuliaan malam lailatul qadar maka dia telah terhalangi dari kebaikan."

Bagaimana tidak, dia beribadah di satu malam seakan-akan dia beribadah seumur hidup, bayangkan seandainya malam lailatul qadar itu 10 jam, dari terbenam matahari sampai terbit fajar, maka barangsiapa yang ibadah selama 10 jam tersebut diisi malam lailatul qadar dengan ibadah (dzikir, shalāt, baca Al Qurān, dll).

Intinya diisi dengan ibadah, maka dia lebih baik daripada beribadah 83 tahun, seandainya dia beribadah 1 jam di malam tersebut maka seakan-akan dia beribadah lebih baik daripada dia beribadah 8,3 tahun.

Antum berdzikir, beristighfār 1 jam dimalam lailatul qadar seakan-akan antum beristighfār 8,3 tahun bahkan lebih dari itu, siapa yang kuat membaca Al Qurān 1 tahun penuh? Tidak akan kuat.

Oleh karenanya malam lailatul qadar adalah malam yang sangat mulia sehingga di syari'atkan i'tikaf.

⇒ Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam dan para shahābatnya beri'tikaf untuk mencari malam lailatul qadar.

Sebagian ulamā menganjurkan bila sudah masuk 10 malam terakhir di bulan Ramadhān persiapkan segala keperluan kita sehingga di 10 malam terakhir Ramadhān kita fokus untuk beribadah.

Demikian.

وبالله التوفيق
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
——————————
🏡 *Donasi Markas* Dakwah dapat disalurkan melalui :
| Bank Mandiri Syariah
| Kode Bank : 451
| No. Rek : 710-3000-507
| A.N : YPWA Bimbingan Islam
Konfirmasi Transfer *Hanya Via WhatsApp* & Informasi ;  0811-280-0606
SWIFT CODE : BSMDIDJA

▪ *Format Donasi : Markas Dakwah#Nama#Nominal#Tanggal*

📝 *Cantumkan Kode 25 di nominal transfer anda..*

Contoh : 100.025
-------------------------------------


gunakan https://www.roryrachmad.net (jika tidak bisa buka halaman)
Proudly Powered by Abu Uwais.