https://pontrenisbatam.wordpress.com/

Jumat, 23 Februari 2018

Tafsir Surat Al-Qadr Bagian 5

by Rory Rachmad  |  in Bab Tafsir at  Jumat, Februari 23, 2018

🌍 BimbinganIslam.com
Jum’at, 06 Jumadal Akhir 1439 H / 23 Februari 2018 M
👤 Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA
📗 Tafsir Juz 30 | Surat Al-Qadr
📖 Tafsir Surat Al-Qadr (Bagian 5 dari 5)
⬇ Download audio: bit.ly/BiAS-FA-Tafsir-H1105
~~~~~~~~~~~~~~~

*TAFSİR SURAT AL QADR (BAGIAN 5 DARI 5)*


بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة
الحمد لله على إحسانه، وشكر الله على توفقه وامتنانه، وأشهد أن لا إله إلا الله واهده لا شرك له تعظيم بشأنه, وأشهد أن محمد عبده ورسوله دائلا رضوانه, اللهم صلى عليه وعلى آله وصحبه وإخوانه


Kemudian Allāh Subhānahu wa Ta'āla  berfirman:

تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ

_Turunkan para malāikat dengan jumlah yang banyak, dan malāikat Jibrīl turun juga bersama mereka (para malāikat) dengan idzin (perintah) dari Rabb mereka (Allāh Subhānahu wa Ta'āla) dengan membawa keputusan-keputusan yang telah Allāh tetapkan._

⇒ Allāh mengkhususkan penyebutan untuk malāikat Jibrīl karena malāikat Jibrīl adalah malāikat yang sangat mulia (pimpinan para malāikat) dan dita'ati oleh para malāikat yang lain.

⇒ Jadi ar rūh disebutkan secara khusus, malāikat Jibrīl termasuk bagian dari malāikat akan tetapi Allāh menyebutkan pengkhususan malāikat Jibrīl karena pentingnya malāikat Jibrīl.

Seperti Allāh mengatakan:

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ

_"Sesungguhnya orang-orang yang berimān dan beramal shālih."_

⇒ Padahal amal termasuk dari imān, tetapi Allāh mengkhususkan penyebutan amal karena amal itu penting. Jangan orang merasa berimān saja tapi tidak mau beramal.

Istilah dari para ulamā:

ذِكْرُ الخٓاص بَعْدَ العَامٍ

_Penyebutan yang khusus setelah penyebutan yang umum._

 بِإِذْنِ رَبِّهِمْ

_Dengan Perintah Rabb mereka._

⇒ Ini kata para ulamā, ini adalah termasuk bantahan kepada orang-orang yang menyatakan "innā" artinya "banyak",  kami berarti Allāh ganda (banyak).

Jawabannya tidak benar, buktinya selanjutnya Allāh mengatakan:

 بِإِذْنِ رَبِّهِمْ

_"Dengan idzin Rabb mereka."_

Rabb hanya satu, kalimat tunggal.

Jadi "innā" (sesungguhnya Kami) itu maksudnya pengagungan, bukan artinya jumlahnya banyak.

 بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ

_(Maka para malāikat turun ke dunia) dengan idzin (perintah) dari Allāh Subhānahu wa Ta'āla  dengan membawa keputusan-keputusan yang telah Allāh tetapkan._

سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ

_"(Malam lailatul qadar tersebut) penuh dengan keselamatan, sampai terbit fajar."_

Ada sebagian ulamā yang menafsirkan "Salāmun hiya hattā" maksudnya para malāikat dan malāikat Jibrīl turun ke dunia dengan idzin Tuhan mereka, kemudian malam lailatul qadar penuh dengan keselamatan dari segala keburukan (malam yang penuh dengan kebaikan) sampai terbit fajar.

Ada tafsiran lain sebagaimana disampaikan oleh sebagian shahābat, bahwasanya para malāikat turun dengan jumlah yang begitu banyak dan mereka menyalami kaum muslimin yang sedang beribadah (akan tetapi kita tidak mendengar).

Para malāikat menyalami orang-orang yang sedang beribadah dan salamnya para malāikat adalah do'a kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla, untuk memberikan keselamatan kepada orang-orang yang sedang beribadah (itikaf, membaca Al Qur'ān, sujud, menangis, berdo'a).

Oleh karenanya pada malam tersebut adalah malam yang sangat kita harapkan.

Do'a yang paling dianjurkan dibaca pada malam tersebut adalah sebagaimana  tatkala Āisyah berkata:

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَيُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ القَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا؟

_"Yā, Rasūlullāh, seandainya saya tahu malam lailatul qadar apa yang aku katakan?"_

قَالَ: قُولِي

_(Kata Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam) katakanlah (wahai Āisyah):_

اللَّـهُـمَّ إنَّكَ عَفُوٌّ تُـحِبُّ العَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

_"Yā Allāh, sesungguhnya Engkau Dzat Yang Maha Pengampun dan Engkau mencintai pengampunan, maka ampunilah diriku."_

(Hadīts riwayat Ahmad 25384, At Tirmidzi 3513, Ibnu Mājah 3850, An Nasāi dalam Amal Al Yaum wa Lailah, dan Al Baihaqi dalam Syua’bul Iman 3426. Hadīts ini dinilai shahīh oleh Syaikh Al Albāniy rahimahullāh)

⇒ Malam lailatul qadar adalah malam yang sangat kita harapkan, kita akan mendapatkan ampunan Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Oleh karenanya kata Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam:

مَنْ قَامَ لَيْلَة القَدرِ أِيمَانًا واحتسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّّّمَ مِنْ ذَنْبهِ

_"Barangsiapa yang mengisi malam lailatul qadar dengan penuh keimānan dan pengharapan maka akan dihapuskan seluruh dosanya yang telah lalu."_

(Hadīts shahīh riwayat Bukhāri)

Luar biasa!

√ Terlalu banyak dosa yang kita tumpuk.
√ Terlalu banyak mata kita melihat yang harām.
√ Terlalu banyak mulut kita yang mengucapkan yang harām.
√ Terlalu banyak hati kita yang su'udzan, hasad dan macam-macamnya.

Kita ingin diampuni oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla pada malam tersebut dengan beribadah yang sebaik-baiknya.

Nabi menyatakan:

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

_“Barangsiapa yang beribadah, mengisi malam malam lailatul qadar (shalat malam, membaca Qurān) dengan penuh keimanan dan mengharap ampunan dari Allāh, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.”_

(Hadits riwayat Bukhari nomor 1901)

⇒ Malam lailatul qadar berakhir sampai terbit fajar.

Oleh karenanya apabila telah tiba malam ganjil di bulan Ramadhān kemudian kita beribadah, tatkala waktu sahur kita berdo'a kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla. Setiap detik, setiap waktu di malam lailatul qadar berharga seluruhnya.

Kita terus beribadah sampai ādzān subuh. Apabila ādzān subuh berkumandang maka telah selesai malam lailatul qadar.

Ini dalīl bahwasanya menurut orang Islām yang namanya malam itu dimulai dari terbenamnya matahari sampai terbit fajar.

Berbeda dengan tanggalan orang-orang barat, orang barat bila sudah jam 12 malam lewat mereka mengatakan sudah pagi.

Demikianlah apa yang bisa kita sampaikan dari tafsir surat Al Qadr, In syā Allāh besok kita lanjutkan dengan tafsir surat yang lain.

Wallāhu Ta'āla A'lam bish Shawāb

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
——————————
🏡 *Donasi Markas* Dakwah dapat disalurkan melalui :
| Bank Mandiri Syariah
| Kode Bank : 451
| No. Rek : 710-3000-507
| A.N : YPWA Bimbingan Islam
Konfirmasi Transfer *Hanya Via WhatsApp* & Informasi ;  0811-280-0606
SWIFT CODE : BSMDIDJA

▪ *Format Donasi : Markas Dakwah#Nama#Nominal#Tanggal*

📝 *Cantumkan Kode 25 di nominal transfer anda..*

Contoh : 100.025
-------------------------------------


0 komentar:

Proudly Powered by Blogger.