PESAN-PESAN

Nama

Email *

Pesan *

Selasa, 10 Juli 2018

Halaqah - 45 Bai’at 'Aqabah Kedua Bagian 2

by Rory Rachmad  |  in Silsilah Sirah Nabawiyah at  10 Juli

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-45 dari Silsilah Ilmiyyah Sirah Nabawiyah adalah tentang Bai'at Aqabah Kedua bagian yang Ke-2

Demikianlah orang-orang Anshar membai’at Nabi ﷺ untuk taat, menolong dan untuk perang., sehingga Ubadah bin Ash-Shamid menamakan baiat ini sebagai bai'at perang

Berkata Ka’ab bin Malik Al Anshary (salah satu peserta bai'at) menceritakan secara terperinci peristiwa baiat, beliau mengatakan

Kami keluar keluar bersama rombongan haji kaum kami yang masih musyrikin sementara kami sudah shalat dan sudah faham, kemudian kami keluar untuk haji dan kami janjian dengan Rasulullah ﷺ untuk bertemu di Al Aqabah ketika hari-hari tasyriq dan kami menyembunyikan urusan kami ini dari orang-orang musyrikin maka kami tidur pada malam tersebut bersama kaum kami di kemah-kemah mereka, kemudian ketika berlalu ⅓ malam, kami keluar dari kemah-kemah kami untuk memenuhi janji Rasulullah  kami menyelinap seperti menyelinapnya Khathan (yaitu nama sejenis burung) sehingga kami berkumpul di Syi’ab di Al Aqabah dan jumlah kami 73 laki-laki dan bersama kami 2 wanita diantara istri-istri  kami Nusaibah bintu Ka’ab dan Asma bintu Amr, maka kami berkumpul di Syi’ab menunggu Rasulullah  sehingga datanglah beliau bersama Abbas bin Abdul Muththalib dan saat itu Abbas diatas agama kaumnya, tapi dia ingin menghadiri urusan keponakannya dan meyakinkan keamanan beliau, ketika Nabi duduk maka yang pertama kali yang berbicara adalah Abbas bin Abdil Muththalib, beliau menjelaskan bahwa sekarang Rasulullah Dibawah perlindungan kaumnya (Bani Hasyim), akan tetapi beliau ingin Hijrah ke Madinah, oleh karena itu Abbas ingin meyakinkan penjagaan orang-orang Anshar terhadap beliau, kalau memang mereka tidak mampu untuk menjaga beliau maka silahkan mereka meninggalkan beliau dari sekarang, maka orang-orang Anshar pun meminta supaya Rasulullah ﷺ berbicara sendiri dan mengambil syarat-syarat untuk diri beliau dan Allah ajja wajalla

Maka Rasulullah berbicara dan membacakan Al-Quran, beliau mendakwahi kepada islam dan menyemangati mereka, kemudian berkata

Aku baiat kalian untuk menjagaku sebagaimana kalian istri dan anak kalian

Maka Al Bara bin Ma’rur mengambil tangan Nabi ﷺ dan berkata

iya dan demi Allah mengutusmu dengan kebenaran sungguh kami akan melindungimu sebagaimana kami melindungi pakaian kami bagian bawah, maka baiatlah kami yaa Rasulullah, demi Allah kami adalah ahli perang, kami warisi hal  ini dari generasi ke generasi

Maka Abul Haitsam bin Abdi Haan bertanya

Yaa Rasulullah sesungguhnya antara kami dan orang-orang Yahudi memiliki hubungan dan kami akan memutusnya, apakah jika kami memutusnya, kemudian Allah menampakkanmu, engkau akan kembali kepada kaummu dan meninggalkan kami

Tersenyumlah Rasulullah dan berkata

Darah dengan darah, kehancuran dengan kehancuran, aku dari kalian dan kalian dariku, aku memerangi orang yang kalian perangi dan berdamai dengan orang yang kalian berdamai dengannya

Kemudian beliau berkata

Keluarkanlah 12 orang wakil supaya menjadi wakil bagi kaumnya

Mereka pun mengeluarkan 12 orang (9 orang dari khazraj dan 3 orang dari Aus)

Kemudian Nabi meminta kepada mereka untuk kembali ke tempat masing-masing dan merekapun mendengar syaithan berteriak mengingatkan orang-orang quraisy

Berkata Al Abbas bin Ubadah

Demi Allah yang mengutusmu dengan kebenaran kalau engkau ingin maka kami akan memerangi orang-orang yang ada di Mina besok dengan pedang-pedang kami

Maka Rasulullãh bersabda

Aku belum diperintahkan untuk berperang tapi kembalilah kalian ke tempat-tempat kalian

Maka kembalilah mereka ke tempat mereka dan di pagi hari datang beberapa pembesar quraisy, bertanya kepada mereka tentang kabar baiat kepada Nabi dan ajakan mereka kepada Nabi untuk hijrah

Maka orang-orang musyrikin khazraj dan Aus bersumpah bahwa mereka tidak melakukannya dan kaum muslimin saat itu saling melihat satu dengan yang lain

(Kisah ini diriwayatkan oleh Ibnu Hisyam di dalam sirahnya dengan sanad yang Hasan)

Demikianlah selesai bai’at dengan baik dan kembalilah orang-orang Anshar ke kota Madinah menunggu hijrahnya Nabi ﷺ

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

Abdullāh Roy
Di Pandeglang


Proudly Powered by Abu Uwais.