Al Imām Az Zuhriy rahimahullāh ta'āla: في علم المغازي علم الآخرة و الدنيا "Dalam ilmu sejarah Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam ada ilmu akhirat dan ilmu dunia."

Senin, 02 Juli 2018

Amalan-Amalan Shalih Yang Dilakukan Para Salaf Bagian 02

by Rory Rachmad  |  in Kajian Tematik at  02 Juli

🌍 BimbinganIslam.com
Kamis, 01 Ramadhan 1439 H / 17 Mei 2018 M
👤 Ustadz Fauzan S.T., Lc, M.A.
📔 Materi Tematik | Amalan-Amalan Shalih Yang Dilakukan Para Salaf (Bagian 02)
⬇ Download Audio: BiAS-UFz-Tematik-Amalan-Shalih-Salaf-02
----------------------------------

*AMALAN-AMALAN SHĀLIH YANG DILAKUKAN PARA SALAF, BAGIAN 02*


بسم اللّه الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وبعد

Para sahabat Bimbingan Islām dan kaum muslimin yang dimanapun anda berada, semoga Allāh Subhānahu wa Ta'āla  memberkahi kita semua.

Amalan-amalan shālih berikutnya yang dilakukan oleh para salafush shālih di dalam menyambut bulan Ramadhān, adalah:

⑵ Al Qiyām

Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

"Barangsiapa yang shalāt malam di bulan Ramadhān dengan penuh keimānan dan mengharapkan pahala dari Allāh, niscaya akan diampuni dosa-dosa dia yang telah lalu." (Muttafaqun 'alayh)

Kemudian Allāh Subhānahu wa Ta'āla  berfirman:

وَعِبَادُ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى ٱلْأَرْضِ هَوْنًۭا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ ٱلْجَـٰهِلُونَ قَالُوا۟ سَلَـٰمًۭا ۞ وَالَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَقِيَامًا

"Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati (tidak menyombongkan diri) dan apabila orang-orang jāhil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan. Dan orang-orang yang menghabiskan waktu malam untuk beribadah kepada Tuhan mereka dengan bersujud dan berdiri." (QS Al Furqān: 63-64)

Sifat-sifat 'ibadurahmān di antaranya:

√ Mereka berjalan di muka bumi ini dengan tunduk (tidak menyombongkan diri).

√ Dan apabila orang-orang jāhil mencela (mengejek) mereka, mereka mengucapkan, "Salam kesejahteraan," (maksudnya) mereka tidak membalas atau menimpali cela-celaan orang jāhil tersebut.

√ Mereka menghabiskan malamnya dengan keadaan sujud dan berdiri (maksudnya) shalāt malam.

Qiyāmul lail ini adalah kebiasaannya atau amalan yang senantiasa dilakukan oleh Nabi kita (shallallāhu 'alayhi wa sallam).

Oleh karena itu, 'Āisyah radhiyallāhu ta'āla 'anhā mengatakan:

لاَ تَدَعْ قِيَامَ اللَّيْلِ فَإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم كَانَ لاَ يَدَعُهُ وَكَانَ إِذَا مَرِضَ أَوْ كَسِلَ صَلَّى قَاعِدًا

"Jangan kamu tinggalkan shalāt malam, karena Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam tidak pernah meninggalkannya, apabila beliau (shallallāhu 'alayhi wa sallam) dalam keadaan sakit atau kurang semangat, maka beliau shalāt dalam keadaan duduk."

Dan Umar bin Khaththāb radhiyallāhu ta'āla 'anhu mengatakan:

"Bahwasanya beliau (shallallāhu 'alayhi wa sallam) biasa shalāt malam sampai sesuai dengan yang Allāh kehendaki terkadang sampai pertengahan malam."

Pada pertengahan malam beliau membangunkan keluarganya kemudian beliau mengatakan kepada mereka untuk shalāt.

Kemudian beliau (shallallāhu 'alayhi wa sallam) membaca ayat:

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِٱلصَّلَوٰةِ وَٱصْطَبِرْ عَلَيْهَا ۖ لَا نَسْـَٔلُكَ رِزْقًۭا ۖ نَّحْنُ نَرْزُقُكَ ۗ وَٱلْعَـٰقِبَةُ لِلتَّقْوَىٰ

"Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalāt dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertaqwa." (QS Thāhā: 132)

Oleh karena itu, Ibnu 'Umar juga membaca ayat:

أَمَّنْ هُوَ قَـٰنِتٌ ءَانَآءَ ٱلَّيْلِ سَاجِدًۭا وَقَآئِمًۭا يَحْذَرُ ٱلْـَٔاخِرَةَ وَيَرْجُوا۟ رَحْمَةَ رَبِّهِ

"Apakah sama antara orang-orang yang berdiri tegak khusyu (beribadah di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri) karena khawatir atau takut terhadap perkara-perkara akhirat dan mengharapkan rahmat dari Allāh Subhānahu wa Ta'āla. Apakah sama dengan orang yang tidak melakukan hal itu?" (QS Az Zummar: 9)

Tentunya tidak sama.

Karena ini adalah kebiasaan-kebiasaan oleh orang-orang shālih, pemukanya adalah Nabi kita Muhammad shallallāhu 'alayhi wa sallam.

Mengenai ayat yang dibaca oleh Ibnu 'Umar tatkala beliau membacakan:

أَمَّنْ هُوَ قَـٰنِتٌ ءَانَآءَ ٱلَّيْلِ سَاجِدًۭا وَقَآئِمًۭا يَحْذَرُ ٱلْـَٔاخِرَةَ وَيَرْجُوا۟ رَحْمَةَ رَبِّهِ

Kata beliau:

"Itulah Utsmān bin Affān."

Beliau mengisyaratkan bahwasanya ayat ini turun yang dimaksudkan adalah Utsmān bin Affān.

Kata Imām Ibnu Abī Hatim, Ibnu 'Umar mengatakan, "Demikian itu karena amirul mukminin (Utsmān bin Affān) terlalu banyak dan panjang bacaan Al Qur'ān di dalam shalāt malamnya."

Bahkan diriwayatkan beliau membaca Al Qur'ān di dalam satu raka'at hingga mengkhatamkan Al Qur'ān.

Dari Al Qamah bin Qais beliau berkata:

"Pada suatu malam saya bermalam dengan Abdullāh bin Mas'ūd, kemudian di awal malam beliau berdiri dan shalāt, kemudian beliau membaca qira'ahnya (bacaan imām) di masjid kampungnya dengan bacaan yang tartil dan muraja'ah dan beliau mendengar yang disekelilingnya sampai tidak tersisa lagi malam kecuali sedikit maka kemudian beliau shalāt witir."

Maksudnya, kata Al Qamah:

"Abdullāh bin Mas'ūd sejak awal malam beliau berdiri dan shalāt kemudian membaca Al Qur'ān dalam shalātnya dengan bacaan yang keras (seperti bacaan imām). Beliau membaca dengan tartil dan tidak diulang-ulang dan orang-orang disekitarnya mendengarnya."

⇒ Ini menunjukkan bahwa para salaf terdahulu mereka sangat senang untuk shalāt malam.

Dan ada sedikit tanbih atau taujih bagi kita sekalian, hendaknya kita melakukan shalāt tarawih secara berjama'ah dan mengikuti imām hingga selesai. Agar kita dicatat oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla sebagai  orang-orang yang menghidupkan malam itu seluruhnya.

Sebagaimana sabda Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam yang diriwayatkan oleh ahlu sunnan:

مَنْ قَامَ مَعَ اْلإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَة

"Barangsiapa berdiri (tarawih) bersama imām sampai ia selesai maka dicatat untuknya pahala qiyām satu malam (penuh)."

Demikian yang bisa disampaikan, semoga bermanfaat.

وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم
واخردعوانا أن الحمد لله رب العالمين
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

_____________________
🏡 *Donasi Markas* Dakwah dapat disalurkan melalui :
| Bank Mandiri Syariah
| Kode Bank : 451
| No. Rek : 710-3000-507
| A.N : YPWA Bimbingan Islam
Konfirmasi Transfer *Hanya Via WhatsApp* & Informasi ;  0811-280-0606
SWIFT CODE : BSMDIDJA

▪ *Format Donasi : Markas Dakwah#Nama#Nominal#Tanggal*

📝 *Cantumkan Kode 25 di nominal transfer anda..*

Contoh : 100.025
_____________________



gunakan https://www.roryrachmad.net (jika tidak bisa buka halaman)
Proudly Powered by Abu Uwais.