Selasa, 01 Januari 2019

Halaqah 02| Menuntut Ilmu Itu Wajib Hukumnya (bag. 02 dari 02)

by Rory Rachmad  |  in Kewajiban Menuntut Ilmu at  01 Januari

๐ŸŒ BimbinganIslam.com
Selasa, 14 Shafar 1440 H / 23 Oktober 2018 M
๐Ÿ‘ค Ustadz Ratno, Lc
๐Ÿ“— Kitab Kewajiban Menuntut Ilmu
๐Ÿ”Š Halaqah 02| Menuntut Ilmu Itu Wajib Hukumnya (bag. 02 dari 02)
⬇ Download audio: bit.ly/KewajianMenuntut-Ilmu-02
〰〰〰〰〰〰〰

*MENUNTUT ILMU ITU WAJIB HUKUMNYA BAGIAN 02 DARI 02*


ุจุณู… ุงู„ู„ّู‡ ุงู„ุฑุญู…ู† ุงู„ุฑุญูŠู…
ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุงู„ุฐูŠ ุฃุนู„ู‰  ุดุฃู† ุงู„ุนู„ู… ูˆุฑูุน ุฃู‡ู„ู‡ ุฏุฑุฌุงุช، ูˆุงู„ุตู„ุงุฉ ูˆุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ู‰ ู†ุจูŠู‡ ู…ุญู…ุฏ ูˆุนู„ู‰ ุขู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ุฃุฌู…ุนูŠู† ูˆุจุนุฏ


Sahabat BiAS yang dimuliakan oleh Allฤh Subhฤnahu wa Ta'ฤla .

Pada kesempatan kali ini, kita akan melanjutkan pembacaan (pembahasan) kitฤb Mukhtashar Fardi Thalabil 'Ilmi, karya Al Imฤm Abลซ Bakr Muhammad bin Al Husain Al Aajurriy rahimahullฤh yang meninggal tahun 360 Hijriyyah.

Dalam buku tersebut beliau pernah mengutarakan suatu pertanyaan yang mungkin pernah terbesit dalam benak kita.

Beliau rahimahullฤh berkata :

"Jika ada yang seorang yang bertanya, 'Adakah ilmu yang diberikan udzur dengan alasan kebodohan?'."

Beliau menjawab :

“Pertanyaan ini, hanyalah keluar dari hati yang kaku, karena seorang yang berakal, seorang yang hanif,  tidak akan pernah menganggap baik suatu kebodohan yang ada pada dirinya. Karena ilmu adalah suatu kemuliaan disisi Allฤh Subhฤnahu wa Ta'ฤla dan kemuliaan menurut penilaiaan orang-orang yang berakal. Akan tetapi harusnya ia memang memulai dari yang wajib terlebih dahulu, baru kemudian ia tuntut ilmu yang lainnya."

Adapun jika ada orang yang merasa berat untuk mempelajari ilmu yang wajib, tapi mudah ringan tangan dalam mempelajari ilmu yang tidak wajib, (semisal) cerita-cerita banฤซ Isrฤil kisah-kisah para nabi, kisah-kisah atau sejarah Khulafฤ' Ar Rฤsyidฤซn. Maka kita katakan, "Ini adalah suatu kelalaian, ini adalah orang yang tertipu."

Karena jika seorang bodoh pada ibadah yang wajib, Allฤh tidak akan menerima alasannya dan jika ia berbuat kesalahan atau maksiat, permohonan maafnya pun juga tidak akan diterima.

Adapun jika seorang telah belajar hal-hal yang wajib, kemudian ada suatu permasalahan yang terjadi padanya, tapi ia masih bodoh tentang hukumnya, (seperti) hukum-hukum pernikahan, thalฤq atau sengketa antar manusia, maka ini masih bisa diterima alasan ketidak tahuannya. Baru setelah muncul berbagai permasalahan ini, ilmu itu menjadi wajib atasnya.

Sehingga seorang muslim tidak akan pernah lepas dari gelar "Penuntut Ilmu" selama-lamanya, selama nafas masih dihirup, selama nyawa masih dikandung badan.

Dan barang siapa yang sudah meniatkan untuk mempelajari apa yang Allฤh wajibkan terlebih dahulu dan niatnya sangat jujur, pasti ia juga akan diberikan taufฤซq oleh Allฤh Subhฤnahu wa Ta'ฤla untuk menuntut ilmu pada permasalahan-permasalahan yang ia butuhkan dikemudian hari. Pasti !

Wallฤhu A'lam (bersambung in syฤ Allฤh)

๐Ÿ–‹ Al Faqฤซr Ilallฤh Ratno

______________________

๐Ÿฆ *Salurkan Donasi Dakwah Terbaik Anda* melalui :

▪ *Bank Syariah Mandiri (BSM)*
| Kode        : 451
| No. Rek   : 710-3000-507
| A.N           : YPWA Bimbingan Islam
| Kode akhir nominal transfer : 700
| Konfirmasi : 0878-8145-8000

๐Ÿ“ *Format Donasi : Donasi Dakwah BIAS#Nama#Nominal#Tanggal*

________________________


Proudly Powered by Abu Uwais.