PESAN-PESAN

Nama

Email *

Pesan *

Rabu, 02 Januari 2019

Safari Dakwah | Kisah Ummu Shibyan

by Rory Rachmad  |  in Safari Dakwah at  02 Januari

🌍 BimbinganIslam.com
Rabu, 20 Rabi’ul Awwal 1440 H / 28 November 2018 M
👤 Ustadz Abul Aswad Al Bayati
📗 Safari Dakwah | Kisah Ummu Shibyan
~~~~~~~~~~~~

KISAH UMMU SHIBYĀN


بسم اللّه الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على أشرف الأنبياء والمرسلين وعلى آله وصحبه أجمعين أما وبعد

Kaum muslimin rahimaniy wa rahimakumullāh wa a'ādzakumullāh.

Akhir-akhir ini, bahkan sejak dulu, beredar tentang mitos tentang keberadaan Ummu Shibyān yang banyak diyakini oleh sebagian kaum muslimin, bahkan oleh orang yang mengklaim dirinya sebagai pejuang tauhīd.

Apakah mitos ini?

Mitos ini adalah cerita tentang Ummu Shibyān, seorang jinn wanita yang memiliki keahlian khusus menganggu anak-anak.

Diceritakan bahwa jinn ini adalah seorang wanita dengan rupa yang menyeramkan, matanya melotot, dengan rambut acak-acakan dan dia bisa merasuk ke dalam rahim seorang ibu yang sedang hamil kemudian menendang janinnya sehingga mengakibatkan janin itu meninggal.

Dan dia juga bisa mengakibatkan penyakit yang ada pada anak-anak. Diyakini jinn ini bernama Ummu Shibyān.

⇒ Secara bahasa Ummu Shibyān artinya ibunya anak-anak.

Bagaimanakah pandangan para ulamā sunnah terhadap keberadaan Ummu Shibyān ini?

Al Imām Abdul Azīz bin Abdillāh bin Baz rahimahullāhu ta'āla menyatakan di dalam salah satu fatwa beliau, ketika beliau ditanya tentang keberadaan jinn Ummu Shibyān.

Apakah jinn Ummu Shibyān itu ada?

Beliau menyatakan:

فهذه الأشياء التي يقولها الناس عن أم الصبيان كلها لا أصل لها ولا تعتبر، وإنما هي من خرافات العامة ويزعمون أنها جنية مع الصبيان، وهذا كله لا أصل له

"Satu perkara yang banyak dibicarakan oleh manusia yaitu tentang keberadaan jinn Ummu Shibyān, semua ini tidak ada riwayat sama sekali, cerita ini merupakan keyakinan orang-orang awam, cerita-cerita khurafāt dari kaum awam yang tidak memiliki ilmu agama dan mereka menyangka bahwa Ummu Shibyān adalah jinn wanita yang menyertai anak-anak untuk menganggu mereka, semua ini tidak ada dasarnya dan tidak teranggap, serta tidak boleh dijadikan sandaran." (Lihat Fatawā Nur ala Ad Darb 1/388/ nomor 161)

Kemudian Al Imām Abdul Azīz bin Abdillāh bin Bass menyatakan kembali:

وهكذا ما ينسبون إلى سليمان كله لا أساس له ولا يعتبر ولا يعتمد عليه

"Demikian pula apa yang mereka nisbatkan kepada Nabi Sulaimān, karena orang-orang mengatakan bahwa Immu Shibyān pernah mendatangi Nabi Sulaimān kemudian dia ditangkap oleh Nabi Sulaimān. Ini juga tidak benar.

_Ini adalah satu hal yang tidak memiliki landasan di dalam agama, tidak boleh dipercaya dan tidak boleh kita bersandar pada cerita-cerita seperti ini."

Kaum muslimin rahimaniy wa rahimakumullāh wa a'ādzakumullāh.

Kemudian beliau menyatakan kembali:

وكل إنسان معه الملائكة و الشياطين كما  أخبروا بهم النبي صلى الله عليه و سلم

"Setiap manusia memiliki malāikat dan jinn. Sebagaimana dinyatakan oleh Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam:

 مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ إِلاَّ وَقَدْ وُكِّلَ بِهِ قَرِينُهُ مِنْ الْجِنِّ وَقَرِينُهُ مِنْ الْمَلاَئِكَةِ  قَالُوا وَإِيَّاكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ وَإِيَّايَ إِلاَّ أَنَّ اللَّهَ أَعَانَنِي عَلَيْهِ فَأَسْلَمَ فَلاَ يَأْمُرُنِي إِلاَّ بِخَيْرٍ

Tidaklah seorangpun di antara kamu kecuali disertakan padanya qarīn dari kalangan jin dan qarīn dari kalangan malāikat.

Para shahābat bertanya:

'Kepada anda juga wahai Rasūlullāh?'

Beliau menjawab:

'Juga kepada saya, tetapi Allāh 'Azza wa Jalla membantuku melawannya sehingga dia masuk Islām. Maka dia tidak memerintahkanku kecuali dengan kebaikan'." (Hadīts riwayat Muslim nomor 2814, Ahmad nomor 3770 dari Abdullāh bin Mas'ūd radhiyallāhu ta'āla 'anhu)

⇒ Maknanya malāikat menyertai dia, demikian pula syaithān menyertai dia.

Adapun jinn Ummu Shibyān, dia adalah cerita yang tidak ada sandarannya sama sekali dan tidak ada dalīl shahīh yang melandasi keberadaan khabar tentang Ummu Shibyān dan ucapan tentang Ummu Shibyān.

Kesimpulannya:

Sebagai orang Islām yang baik, yang beriman kepada Allāh dan Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam kita hanya meyakini hal ghāib yang diberikan oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla  atau diucapkan langsung oleh Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam.

Adapun cerita khurafāt tentang keberadaan jinn anu, jinn anu kita tidak boleh mempercayainya, karena itu adalah bagian dari mengucapkan sesuatu yang tidak ada dalīlnya.

Semoga bermanfaat.

Wallāhu Ta'āla A'lam bishawāb.

_________________________

🏦 *Donasi Dakwah BiAS* dapat disalurkan melalui :

• *Bank Mandiri Syariah* (Kode : 451)
• *No. Rek : 710-3000-507*
• *A.N : YPWA Bimbingan Islam*

📲 Konfirmasi donasi ke :  *0878-8145-8000*

▪ *Format Donasi :  DONASIDAKWAHBIAS#Nama#Nominal#Tanggal*

📝 Cantumkan kode angka 700 di akhir nominal transfer Anda...


Proudly Powered by Abu Uwais.