Minggu, 09 Juni 2019

AMALAN-AMALAN PENGGUGUR DOSA

by Rory Rachmad  |  in Kajian Tematik (Ramadhan) at  09 Juni

🌍 BimbinganIslam.com
Senin, 08 Ramadhan 1440H / 13 Mei 2019M
👤 Ustadz Ratno Abu Muhammad, Lc
📗 Kajian Tematik | Amalan-Amalan Penggugur Dosa*
⬇ Download audio: bit.ly/SerialRamadhan1440H_H07
〰〰〰〰〰〰〰

AMALAN-AMALAN PENGGUGUR DOSA


بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد الله والصلاة والسلام على رسول الله و على آله وأصحابه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم القيامة أما بعد

Sahabat Bimbingan Islām yang semoga selalu dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Tidak terasa kita telah melewati seperempat Ramadhān kita, di seperempat pertandingan kita untuk mendapatkan medali taqwa dari Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Apa yang telah kita kerjakan?

Sudahkah lebih baik dari puasa tahun lalu, ataukah sama atau malah lebih buruk?

Apapun jawaban, alhamdulillāh kita masih diberi kesempatan oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla untuk mempertahankan yang sudah maksimal dan memaksimalkan yang masih minimal.

Sahabat Bimbingan Islām yang semoga selalu dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Pada bulan ini (Ramadhān) ada banyak amalan penggugur dosa bagi kita semua.

Walau mungkin materi ini sudah banyak yang tahu, tapi tidak ada salahnya kita mengulang pelajaran tersebut karena manusia itu dinamakan insān karena sifat lupanya.

وَمَا سُمِّيَ الإنْسَانُ إِلا لِنَسْيِهِ

"Tidak dinamakan insān melainkan karena sifat lupanya.”

Maka kita perlu untuk mengingatkan hal-hal yang terkadang sudah biasa untuk kita.

Apa saja amalan-amalan yang bisa digunakan sebagai penggugur dosa?

⑴ Puasa

Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

"Barangsiapa berpuasa Ramadhān karena iman dan mengharapkan pahala, akan diampuni dosanya yang telah lalu.” (Hadīts shahīh riwayat Bukhāri dan Muslim)

⑵ Menghidupkan Ramadhān dengan amal ibadah.

Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:

 مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

"Barangsiapa menghidupkan Ramadhān karena iman dan mengharapkan pahala, akan diampuni dosanya yang telah lalu.” (Hadīts shahīh riwayat Bukhāri dan Muslim)

⑶ Menghidupkan malam Lailatul Qadr, bahkan sebagian ulamā dulu sampai tidak tidur di sepuluh malam terakhir bulan Ramadhān agar mendapatkan malam Lailatul Qadr.

Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:

وَمَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

"Barangsiapa menghidupkan malam Lailatul Qadr (shalāt di malam Lailatul qadr) karena iman dan mengharapkan pahala, akan diampuni dosanya yang telah lalu." (Hadīts shahīh riwayat Bukhāri)

Jika ada banyak cara untuk mendapatkan ampunan Allāh lalu ada orang yang keluar dari Ramadhān tetapi belum diampuni dosanya, kira-kira apa komentar kita?

Kalau Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam berkomentar,

رَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ ثُمَّ انْسَلَخَ قَبْلَ أَنْ يُغْفَرَ لَهُ

"Celakalah seorang hamba yang mendapati bulan Ramadhān kemudian Ramadhān berlalu dalam keadaan dosa-dosanya belum diampuni."

Maka, sahabat Bimbingan Islām yang semoga selalu dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

√ Mari kita bersemangat untuk melakukan puasa atas dasar iman dan mengharap pahala Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

√ Mari kita berusaha untuk menghidupkan bulan Ramadhān kita yang tinggal tiga perempat lagi.

√ Mari kita berusaha di sepuluh malam terakhir bulan ini (Ramadhān) untuk menghidupkan malam-malam kita untuk ibadah.

Semoga dengan itu kita tidak menjadi orang yang celaka sebagaimana dikatakan oleh Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam.

رَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ

"Celaka seseorang itu.”

Semoga dengan itu semua kita tidak menjadi sebagaimana sabda Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam ini ("Celaka seseorang itu").

Dan tentu semuanya atas dasar pertolongan dari Allāh Subhānahu wa Ta'āla. Tidak mungkin seorang bisa beramal dengan usahanya sendiri, tetapi semuanya harus minta pertolongan kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

إِیَّاكَ نَعۡبُدُ وَإِیَّاكَ نَسۡتَعِینُ

"Hanya kepada-Mu lah, yā Allāh kami menyembah dan hanya kepada-Mu lah, kami memohon pertolongan.” (QS Al Fātihah: 5)


Semoga bermanfaat.

Wallāhu Ta'āla A'lam Bishawāb

وصلى الله على نبينا محمد

_________________________


Proudly Powered by Abu Uwais.