PESAN-PESAN

Nama

Email *

Pesan *

Sabtu, 29 Juni 2019

Halaqah 19 | Memohon Perlindungan Kepada Allāh Ketika Anak Dilahirkan

by Rory Rachmad  |  in Fiqhu Tarbiyatu Al-Abna at  29 Juni

🌍 BimbinganIslam.com
Senin, 20 Syawwal 1440 H / 24 Juni 2019 M
👤 Ustadz Arief Budiman, Lc
📗 Kitāb Fiqhu Tarbiyatu Al-Abnā wa Thāifatu min Nashā'ihi Ath-Athibbāi
🔊 Halaqah 19 | Memohon Perlindungan Kepada Allāh Ketika Anak Dilahirkan
⬇ Download audio: bit.ly/TarbiyatulAbna-19
~~~~~~~~~~~~

MEMOHON PERLINDUNGAN ALLĀH KETIKA ANAK DILAHIRKAN


بسم اللّه الرحمن الرحيم
الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه، ولاحول ولا قوة إلا بالله أما بعد

Ma'āsyiral mustami'in para pendengar rahīmakumullāh.

Ini adalah pertemuan kita yang ke-19, dari kitāb  Fiqhu Tarbiyatil Abnā wa Thāifatu min Nashā'ihi Al Athibbāi, tentang fiqih mendidik atau membimbing anak-anak dan penjelasan sebagian nasehat dari para dokter, karya Syaikh Musthafa Al Adawi Hafīdzahullāh.

Kita lanjutkan pembahasan sub judul berikutnya yaitu:

▪ Hendaknya kita membaca do'a perlindungan kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla ketika anak kita dilahirkan.

Sebagaimana firman Allāh Subhānahu wa Ta'āla di dalam surat Āli Imrān: 36.

فَلَمَّا وَضَعَتۡهَا قَالَتۡ رَبِّ إِنِّي وَضَعۡتُهَآ أُنثَىٰ وَٱللَّهُ أَعۡلَمُ بِمَا وَضَعَتۡ وَلَيۡسَ ٱلذَّكَرُ كَٱلۡأُنثَىٰۖ وَإِنِّي سَمَّيۡتُهَا مَرۡيَمَ وَإِنِّيٓ أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ ٱلشَّيۡطَٰنِ ٱلرَّجِيمِ

Isteri 'Imrān ketika melahirkan Maryam berkata:

"Yā Tuhanku, aku telah melahirkan anak perempuan.”

Padahal Allāh lebih tahu apa yang dia lahirkan dan laki-laki tidak sama dengan perempuan.

”Dan aku memberinya nama Maryam dan aku mohon perlindungan-Mu untuknya dan anak cucunya dari (gangguan) setan yang terkutuk." (QS Āli Imrān: 36)

⇒ Ini adalah syar'iat kita, melindungi anak-anak dan keturunan kita dari godaan syaithān yang terkutuk.

Kemudian sub judul berikutnya adalah:

▪ 'Ain (pandangan mata yang jahat) itu benar adanya, sebagaimana dijelaskan oleh Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam.

Terkadang seorang anak terkena 'ain yang disebabkan oleh mata orang yang dengki (mungkin karena wajah anak tersebut yang cantik, tampan atau lucu sehingga orang yang melihatnya ada yang hasad kepadanya).

Anda telah berusaha membawa anak tersebut kepada dokter dan telah diperiksa dokter dan telah diberi (resep) obat untuk kesembuhan anak tersebut tetapi tidak berpengaruh.

Karena anak tersebut terkena penyakit yang lain yaitu penyakit 'ain. Dan penyakit 'ain obatnya dengan ruqyah (jampi dengan ayat Al Qurān atau do'a dari Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam).

Pada suatu ketika, Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam datang ke rumah Ja'far dan Beliau (shallallāhu 'alayhi wa sallam) melihat anak-anak Ja'far dalam keadaan lemah, dengan badan yang kurus. Lalu Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam bertanya kepada istri Ja'far.

Istri Ja'far berkata, "Mereka terkena 'Ain, wahai Rasūlullāh."

Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam berkata, "Ruqyahlah mereka!"

(Hadīts shahīh riwayat Muslim)

Jadi 'ain adalah haq (benar, nyata) dan banyak sekali menimpa anak-anak, sehingga anak-anak perlu dimintakan perlindungan kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla dari penyakit 'ain atau gangguan syaithān.

Salah satu do'a yang diajarkan Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam untuk melindungi anak-anak kita adalah sebuah hadīts yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbās radhiyallāhu ta'āla 'anhu.

Dimana Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam memohon perlindungan untuk Al Hasan dan Al Husain radhiyallāhu ta'āla 'anhumā, Beliau berkata:

"Sesungguhnya bapak (nenek moyang) kalian berdua, Ibrāhīm memohon perlindungan (kepada Allāh) untuk kedua anaknya, Ismā'il dan Ishāq."

Beliau (shallallāhu 'alayhi wa sallam) berkata:

أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ، مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لاَمَّة

"Aku berlindung dengan kalimat Allāh yang sempurna dari setiap gangguan syaithān, binatang berbisa dan setiap mata orang yang dengki." (Hadīts riwayat Bukhāri nomor 3371)

Di dalam riwayat lain (Ash Shahīhain) dari hadīts Ummu Salamah radhiyallāhu ta'āla 'anhā disebutkan:

 أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم رَأَى فِي بَيْتِهَا جَارِيَةً فِي وَجْهِهَا سَفْعَةٌ فَقَالَ  " اسْتَرْقُوا لَهَا، فَإِنَّ بِهَا النَّظْرَةَ ".

_Sesungguhnya Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam melihat warna hitam pada wajah seorang budak wanita milik Ummu Salamah, kemudian Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam berkata kepadanya (Ummu Salamah):

"Ruqyahlah budak wanita itu, karena dia terkena ‘ain." (Hadīts riwayat Bukhāri nomor 5739 dan Muslim nomor 2197)

⇒ An nadhrah (النظرة) adalah 'ain

Ada juga ulamā yang menafsirka an Nlnadhrah (النظرة) adalah gangguan syaithān.

Jadi kita harus meminta perlindungan kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla untuk anak-anak kita agar mereka terhindar dari gangguan syaithān.

Demikian, semoga bermanfaat.

وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين
واخردعوانا أن الحمد لله رب العالمين
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

______________________________________




Proudly Powered by Abu Uwais.