Jumat, 07 Juni 2019

Halaqah 23 | Hadits Yang Berkaitan Dengan Rambut Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam (Bagian 02)

by Rory Rachmad  |  in Syamail Muhammadiyah at  07 Juni

🌍 BimbinganIslam.com
Selasa, 21 Jumādā AtsTsānī 1440 H / 26 Februari 2019 M
👤 Ustadz Ratno, Lc
📗 Kitab Syamāil Muhammadiyah
🔊 Halaqah 23 | Hadits Yang Berkaitan Dengan Rambut Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam (Bagian 02)
⬇ Download audio: bit.ly/SyamailMuhammadiyah-23
〰〰〰〰〰〰〰

HADĪTS YANG BERKAITAN DENGAN RAMBUT RASŪLULLĀH SHALLALLĀHU 'ALAYHI WA SALLAM (BAGIAN 2)


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَ الْخَلْقَ وَالْأَخْلَاقَ وَالْأَرْزَاقَ وَالْأَفْعَالَ، وَلَهُ الشُّكْرُ عَلَى إِسْبَاغِ نِعَمِهِ الظَّاهِرَةِ وَالْبَاطِنَةِ بِالْإِفْضَالِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى نَبِيِّهِ وَرَسُولِهِ الْمُخْتَصِّ بِحُسْنِ الشَّمَائِلِ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْمَوْصُوفِينَ بِالْفَوَاضِلِ وَالْفَضَائِلِ، وَعَلَى أَتْبَاعِهِ الْعُلَمَاءِ الْعَامِلِينَ بِمَا ثَبَتَ عَنْهُ بِالدَّلَائِلِ. أما بعد

Sahabat BiAS yang semoga selalu dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Alhamdulilāh, Allāh masih memberikan kesempatan kepada kita untuk mempelajari Kitāb Asy Syamāil Al Muhammadiyyah, karya Imām Abū Īsā At Tirmidzī rahimahullāhu ta'āla.

Pada pertemuan kali ini (pertemuan ke-23) In syā Allāh, kita akan membaca hadīts yang menyatakan bahwa saat rambut Beliau (shallallāhu 'alayhi wa sallam) panjang, Beliau (shallallāhu 'alayhi wa sallam) mengepangnya menjadi empat kepangan.


• Hadīts Pertama | Hadīts nomor 28

Al Imām At Tirmidzī rahimahullāh berkata:

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى بْنِ أَبِي عُمَرَ الْمَكِّيُّ قَالَ : حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ ، عَنِ ابْنِ أَبِي نَجِيحٍ ، عَنْمُجَاهِدٍ ، عَنْ أُمِّ هَانِئٍ بِنْتِ أَبِي طَالِبٍ ، قَالَتْ : قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَكَّةَ قَدْمَةً وَلَهُ أَرْبَعُ غَدَائِرَ

Ummu Hāniy bintu Abī Thālib radhiyallāhu ta'āla 'anhā berkata:

"Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam pernah datang ke Mekkah dan saat itu rambut Beliau (shallallāhu 'alayhi wa sallam) dikepang empat." (Hadīts ini dinyatakan shahīh oleh Syaikh Albāniy rahimahullāh)


• Hadīts Kedua | Hadīts nomor 31

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ قَالَ : حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ نَافِعٍ الْمَكِّيِّ، عَنِ ابْنِ أَبِي نَجِيحٍ ، عَنْ مُجَاهِدٍ ، عَنْ أُمِّ هَانِئٍ ، قَالَتْ : رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَا ضَفَائِرَ أَرْبَعٍ

Ummu Hāniy radhiyallāhu ta'āla 'anhā berkata:

"Aku melihat Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam memiliki empat kepangan rambut."

⇒ Hadīts ini dinyatakan shahīh oleh Syaikh Albāniy rahimahullāh.

Dari dua hadīts ini bisa kita simpulkan bahwa saat rambut Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam panjang Beliau menjadikan empat kepangan.

Ibnu Hajar rahimahullāh dalam Fathu Barī' menyimpulkan:

"Bahwa perbuatan Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam ini dilakukan saat Beliau sedang melakukan safar atau dalam keadaan sibuk lainnya, sehingga Beliau tidak memiliki waktu untuk memotong rambutnya, sehingga beliau mengepangnya menjadi empat kepangan." (Fathu Barī' Juz 10 Hal 360)


• Hadīts Ketiga | Hadīts nomor 30

Dan hadīts lain yang akan kita bahas adalah hadīts yang berkaitan dengan cara Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam menata rambutnya.

√ Apakah beliau membiarkan rambutnya?
√ Apakah beliau membelahnya ke kanan atau ke kiri?

Al Imām At Tirmidzī rahimahullāh berkata:

حَدَّثَنَا سُوَيْدُ بْنُ نَصْرٍ ، حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ ، عَنْ يُونُسَ بْنِ يَزِيدَ ، عَنِ الزُّهْرِيِّ قَالَ : حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ : أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَيُسْدِلُ شَعْرَهُ ، وَكَانَ الْمُشْرِكُونَ يَفْرِقُونَ رُءُوسَهُمْ ، وَكَانَ أَهْلُ الْكِتَابِ يُسْدِلُونَ رُءُوسَهُمْ ، وَكَانَ يُحِبُّ مُوَافَقَةَ أَهْلِ الْكِتَابِ فِيمَا لَمْ يُؤْمَرْ فِيهِ بِشَيْءٍ ، ثُمَّ فَرَقَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأْسَهُ

Ibnu Abbās radhiyallāhu ta'āla 'anhumā bercerita:

"Dahulu Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam (melakukan) mengumpulkan rambutnya ke belakang, karena kaum musyrikin saat itu membelah rambut mereka kesamping. Adapun ahli kitāb melakukan sadl pada rambutnya (mengumpulkan kebelakang) dan Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam senang untuk mencocoki ahli kitāb selama belum datang perintah dari Allāh. Kemudian pada akhirnya beliau memilih membelah rambutnya."

(Hadīts ini dishahīhkan oleh Syaik Albāniy rahimahullāh dalam kitāb Mukhtashar Asy Syamāil).

Dari hadīts ini bisa kita simpulkan bahwa sikap Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam yang paling akhir adalah membagi atau membelah rambutnya ke samping tidak men-sadl rambutnya.

Adapun kenapa pada awalnya Beliau lebih memilih ahli kitāb adalah?

Karena ahli kitāb memiliki kitāb yang diturunkan Allāh dari langit dan bisa jadi cara mereka menata rambut mencocoki kitāb tersebut sehingga Beliau lebih memilih cara ahli kitāb di dalam masalah ini daripada cara orang-orang musyrikin.

Dan Ibnu Qayyim dalam Zadul Ma'ad Juz 1 Hal 168 memberikan gambaran bagaimana maksud sadl.

Maksud dari sadl adalah:

"Untuk mengumpulkan rambutnya kebelakang dan tidak membelahnya menjadi dua belahan."

Kemudian Ibnu Hajjar berkata juga:

"Sikap terakhir yang dipilih Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam terhadap rambutnya adalah membelah atau membaginya."

Demikian pembahasan kita dari bab ini, semoga bermanfaat.

Wallāhu Ta'āla A'lam Bishawāb.


وصلى الله على نبينا محمد
__________________

🏦 *Salurkan Donasi Dakwah Terbaik Anda* melalui :

| BNI Syariah
| Kode Bank (427)
| Nomor Rekening : 8145.9999.50
| a.n Yayasan Bimbingan Islam
| Konfirmasi klik https://bimbinganislam.com/konfirmasi-donasi/
__________________


Proudly Powered by Abu Uwais.