PESAN-PESAN

Nama

Email *

Pesan *

Jumat, 07 Juni 2019

Halaqah 25 | Hadits Yang Berkaitan Dengan Uban Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam

by Rory Rachmad  |  in Syamail Muhammadiyah at  07 Juni

🌍 BimbinganIslam.com
Senin, 18 Rajab 1440 H / 25 Maret 2019 M
👤 Ustadz Ratno, Lc
📗 Kitab Syamāil Muhammadiyah
🔊 Halaqah 25 | Hadits Yang Berkaitan Dengan Uban Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam
⬇ Download audio: bit.ly/SyamailMuhammadiyah-25
〰〰〰〰〰〰〰

HADĪTS YANG BERKAITAN DENGAN UBAN RASŪLULLĀH SHALLALLĀHU 'ALAYHI WA SALLAM


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَ الْخَلْقَ وَالْأَخْلَاقَ وَالْأَرْزَاقَ وَالْأَفْعَالَ، وَلَهُ الشُّكْرُ عَلَى إِسْبَاغِ نِعَمِهِ الظَّاهِرَةِ وَالْبَاطِنَةِ بِالْإِفْضَالِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى نَبِيِّهِ وَرَسُولِهِ الْمُخْتَصِّ بِحُسْنِ الشَّمَائِلِ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْمَوْصُوفِينَ بِالْفَوَاضِلِ وَالْفَضَائِلِ، وَعَلَى أَتْبَاعِهِ الْعُلَمَاءِ الْعَامِلِينَ بِمَا ثَبَتَ عَنْهُ بِالدَّلَائِلِ. أما بعد

Sahabat BiAS rahīmaniy wa rahīmakumullāh.

Alhamdulilāh, Allāh masih memberikan kesempatan kepada kita untuk mempelajari Kitāb Asy Syamāil Al Muhammadiyyah, karya Imām Abū Īsā At Tirmidzī rahimahullāhu ta'āla.

Pada pertemuan kali ini (pertemuan ke-25), in syā Allāh kita akan masuk dalam pembahasan uban Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam.

Imām At Tirmidzī rahimahullāhu ta'āla menamai bab ini dengan "Bābu Mā jā'a Fī Syaibi Rasūlillāh shallallāhu 'alayhi wa sallam (Bab tentang hadīts-hadīts yang berkaitan dengan uban Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam)”.

Pada bab ini Imām At Tirmidzī rahimahullāhu ta'āla membawakan sekitar 8 (delapan) hadīts yang kesimpulannya adalah:

"Bahwa Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam hanya memiliki sedikit uban (tidak banyak) hanya sekitar 14 (empat belas) atau 20 (duapuluh) helai saja."

Dan Beliau (shallallāhu 'alayhi wa sallam) beruban bukan karena memikirkan perkara dunia, akan tetapi Beliau beruban dikarenakan kabar-kabar akhirat yang Beliau dengar atau kengerian hari kiamat yang Beliau tadabburi dari ayat-ayat Al Qurān.

Berikut ini adalah hadīts-hadīts yang dibawakan oleh Imām At Tirmidzī rahimahullāhu ta'āla.

Beliau (Imām At Tirmidzī) berkata dalam hadīts nomor 37:

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، قَالَ: أَخْبَرَنَا أَبُو دَاوُدَ، قَالَ: أَخْبَرَنَا هَمَّامٌ، عَنْ قَتَادَةَ، قَالَ: قُلْتُ لأَنَسِ بْنِ مَالِكٍ: هَلْ خَضَبَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم؟ قَالَ: لَمْ يَبْلُغْ ذَلِكَ، إِنَّمَا كَانَ شَيْبًا فِي صُدْغَيْهِ وَلَكِنْ أَبُو بَكْرٍ، خَضَبَ بِالْحِنَّاءِ وَالْكَتَمِ.

Shahābat Anas bin Mālik radhiyallāhu ta'āla 'anhu pernah ditanya oleh salah seorang murid beliau yang bernama Qatādah.

Beliau berkata:

"Apakah Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam dahulu menyemir rambut Beliau?"

Anas bin Mālik Radhiyallāhu ‘anhu menjawab:

"Keadaan rambut Beliau (shallallāhu 'alayhi wa sallam) tidak sampai pada keadaan yang harus disemir karena uban Beliau (shallallāhu 'alayhi wa sallam) hanya di kedua pelipis saja."_

_Setelah shahābat Anas bin Mālik radhiyallāhu ta'āla 'anhu menyebutkan bahwa Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam tidak menyemir rambutnya, kemudian beliau memberikan kabar. Beliau mengatakan:

"Akan tetapi Abū Bakar radhiyallāhu ta'āla 'anhu menyemir rambutnya dengan dengan hinnā dan katam." (Hadīts ini di shahīhkan oleh Syaikh Albāniy rahimahullāh dengan nomor 30)

√ Hinnā' (الْحِنَّاءِ) adalah sejenis tumbuhan yang membuat rambut menjadi merah.

√ Katam (الْكَتَمِ) adalah sejenis tumbuhan yang bisa membuat uban menjadi berwarna hitam.

Jika kedua jenis tumbuhan ini digabungkan maka akan tercipta warna lain (yaitu) sebuah warna antara warna merah dan hitam sehingga tidak masuk dalam larangan menyemir rambut dengan warna hitam.

Adapun pelajaran yang bisa kita ambil, adalah:

⑴ Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam tidak menyemir rambutnya.

Dalam permasalahan ini ada perbedaan pendapat, apakah Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam menyemir rambutnya ataukah tidak.

Namun dalam hadīts ini disebutkan oleh shahābat Anas bin Mālik bahwasanya Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam tidak menyemir rambutnya, karena uban Beliau (shallallāhu 'alayhi wa sallam) sedikit sehingga tidak perlu disemir.

⑵ Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam tidak memiliki banyak uban (uban Beliau sedikit).

Pada hadīts ini digambarkan bahwa uban Beliau hanya di kedua pelipis.

Namun perlu dicatat bahwa hadīts lain menyatakan bahwasanya, "Uban Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam berada di beberapa bagian rambut Beliau (shallallāhu 'alayhi wa sallam) bukan hanya dikedua pelipis saja."

Sebagaimana dalam hadīts riwayat Muslim nomor 2341 dari shahābat Anas bin Mālik radhiyallāhu ta'āla 'anhu.

Beliau mengatakan:

وَلَمْ يَخْتَضِبْ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِنَّمَا كَانَ الْبَيَاضُ فِي عَنْفَقَتِهِ وَفِي الصُّدْغَيْنِ وَفِي الرَّأْسِ نَبْذٌ

"Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam tidak menyemir rambut, uban Beliau hanya di rambut bawah bibir (bagian atas jengot), di kedua pelipis dan beberapa helai di kepala."

Demikianlah pembahasan kita kali ini, dan in syā Allāh pada pertemuan selanjutnya akan disebutkan berapa banyak uban yang berada pada rambut Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam.

Semoga bermanfaat.

Wallāhu Ta'āla A'lam Bishawāb.

وصلى الله على نبينا محمد

__________________

🏦 *Salurkan Donasi Dakwah Terbaik Anda* melalui :

| BNI Syariah
| Kode Bank (427)
| Nomor Rekening : 8145.9999.50
| a.n Yayasan Bimbingan Islam
| Konfirmasi klik https://bimbinganislam.com/konfirmasi-donasi/
__________________


Proudly Powered by Abu Uwais.