Minggu, 09 Juni 2019

MEMPERBANYAK BACAAN AL QURĀN

by Rory Rachmad  |  in Kajian Tematik (Ramadhan) at  09 Juni

🌍 BimbinganIslam.com
Kamis, 11 Ramadhan 1440H / 16 Mei 2019M
👤 Ustadz Ratno Abu Muhammad, Lc
📗 Kajian Tematik | Memperbanyak Bacaan Al-Qurān*
⬇ Download audio: bit.ly/SerialRamadhan1440H_H10
〰〰〰〰〰〰〰

MEMPERBANYAK BACAAN AL QURĀN


بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد الله والصلاة والسلام على رسول الله و على آله وأصحابه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم القيامة أما بعد

Sahabat Bimbingan Islām yang semoga selalu dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam pernah memisalkan seorang muslim yang tidak membaca alQurān seperti buah kurma, yang mana buah kurma tersebut rasanya lezat namun tidak memiliki bau harum.

Dan seorang muslim yang mau membaca Al Qurān diibaratkan oleh beliau (shallallāhu 'alayhi wa sallam) seperti buah utrujah, yang mana buah tersebut yang rasanya enak serta memiliki bau harum semerbak.

Bulan Ramadhān adalah bulan dimana Al Qurān diturunkan.

Allāh Subhānahu wa Ta'āla berfirman:

شَهۡرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِيٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلۡقُرۡءَانُ

"Bulan Ramadhān adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al Qurān." (QS. Al Baqarah: 185)

Atas dasar inilah, dahulu para ulamā memfokuskan diri mereka untuk memperbanyak bacaan Al Qurān pada bulan Ramadhān.

√ Ada yang mengkhatamkan Al Qurān setiap tiga hari sekali.

√ Ada yang mengkhatamkan Al Qurān sekali dalam sehari.

√ Bahkan Imām Asy Syāfi'i dapat mengkhatamkan Al Qurān dua kali sehari pada bulan Ramadhān.

Itulah semangat para ulamā yang jarang kita temukan dalam kehidupan kita hari ini.

Banyak di antara kaum muslimin yang tidak mampu mengkhatamkan Al Qurān pada bulan Ramadhān ini walaupun hanya sekali, bahkan tidak sedikit dari kaum muslimin yang masih terbata-bata atau kelihatan susah ketika membaca Al Qurān.

Kita tidak mengingkari bahwa mereka akan mendapatkan pahala walaupun membaca Al Qurān dengan terbata-bata, akan tetapi keadaan tersebut merupakan kesedihan tersendiri, dimana banyak dari kaum muslimin yang masih susah membaca Al Qurān.

Terlepas dari masalah itu, pada bulan Ramadhān ini kita harusnya memperbanyak membaca Al Qurān, dimana setiap huruf memiliki 10 kebaikan.

Abdullāh Ibnu Mas'ūd berkata:

تَعَلَّمُوا هَذَا الْقُرْآنَ وَاتْلُوهُ ، فَإِنَّكُمْ تُؤْجَرُونَ عَلَى تِلاوَتِهِ بِكُلِّ حَرْفٍ عَشْرَ حَسَنَاتٍ

"Pelajarilah Al Qurān ini! Karena kalian akan diberikan pahala ketika membacanya, pada setiap satu huruf memiliki 10 kebaikan."

Dan Imām As Suyuti dalam kitāb Funun Al Afnan berkata:

فأما عدد حروف القرآن فأجمعوا على ثلاثمائة ألف حرف واختلفوا في الكسر الزائد على ذلك

"Adapun terkait huruf Al Qurān maka para ulamā bersepakat bahwa Al Qurān mengandung 300 ribuan huruf, hanya saja mereka berselisih berapa lebihnya."

Dan menurut yang disebutkan oleh Imām Suyuti di antara ulamā ada yang mengatakan jumlah hurufnya 360.300 sekian huruf, ada yang mengatakan 370.250_an huruf dan ada pendapat lain silahkan dirujuk dalam kitāb Funun Al Afnan.

Maka sekarang kita menggunakan jumlah yang disepakati yaitu 300 ribuan maka jika dihitung pahala orang yang berhasil mengkhatamkan Al Qurān maka dia mendapatkan 3 Juta kebaikan.

Maka bisa kita bayangkan, berapa juta kebaikan yang dihasilkan oleh Imām Asy Syāfi'i rahimahullāh, yang mana beliau bisa mengkhatamkan Al Qurān dua kali sehari pada bulan Ramadhān, atau dengan kata lain beliau mengkhatamkan Al Qurān 60 kali pada bulan Ramadhān.

Jika kita kalikan 3 juta (yang mana itu adalah pahala setiap kali khatam) dengan jumlah khataman beliau yang berjumlah 60 kali, maka kita akan mendapatkan hasil 180 Juta.

Berarti Imām Asy Syāfi'i berhasil mendapatkan 180 Juta kebaikan pada bulan Ramadhān terkait bacaan Al Qurānnya.

Ketika kita melihat kehebatan seorang ulamā dalam beramal, jangan sampai hal itu membuat kita minder, jangan sampai hal tersebut membuat kita menjadi malas sehingga mengatakan, "Pasti tidak bisa seperti itu."

Akan tetapi jadikan hal itu sebagai motivasi di dalam diri kita untuk memperbanyak membaca Al Qurān di bulan Ramadhān ini.

Jangan lewatkan hari-hari tanpa membaca Al Qurān, jika tidak bisa seperti para ulama, setidaknya pada tanggal 30 Ramadhān nanti kita sudah mengkhatamkan Al Qurān sekali.

Dan untuk mempermudah target tersebut, buatlah jadwal untuk membaca Al Qurān karena sebagaimana dalam urusan dunia, sebagaimana di dalam sebuah perusahaan pasti memiliki visi, misi serta strategi, maka gunakan juga ilmu ini untuk meraih pahala ākhirat kita.


Semoga bermanfaat.

Wallāhu Ta'āla A'lam Bishawāb

وصلى الله على نبينا محمد

_________________________


Proudly Powered by Abu Uwais.