PESAN-PESAN

Nama

Email *

Pesan *

Jumat, 09 Agustus 2019

Halaqah 02 | Amalpun Bertingkat-Tingkat

by Rory Rachmad  |  at  09 Agustus

🌍 BimbinganIslam.com
Selasa, 05 Dzulhijjah 1440H / 06 Agustus 2019M
👤 Ustadz Ratno Abu Muhammad, Lc
📗 Serial Bulan Dzulhijjah
🔊 Halaqah 02 | Amalpun Bertingkat-Tingkat
⬇ Download audio: bit.ly/Djulhijjah1440-H2
〰〰〰〰〰〰〰

AMALANPUN BERTINGKAT-TINGKAT


بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد الله و صلاة و سلم على رسول الله و على أله و أصحابه ومن تبعهم بإحسان الى يوم القيامة أما بعد


Sahabat Bimbingan Islām, yang semoga selalu dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Sebagaimana telah kami sampaikan pada pertemuan yang lalu, bahwa Allāh Subhānahu wa Ta'āla menciptakan banyak hal yang memiliki kedudukan berbeda, baik hari, bulan hingga amalan.

Dan setelah kita tahu bahwa siang hari yang paling utama untuk beramal adalah 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. Kita harus tahu juga bahwa setiap amal memiliki kedudukan berbeda di sisi Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Di sana ada:

√ Amalan yang sangat dicintai Allāh.
√ Amalan yang dicintai Allāh.
√ Amalan yang dibenci Allāh Subhānahu wa Ta'āla.


⑴ AMALAN YANG SANGAT DICINTAI ALLĀH SUBHĀNAHU WA TA'ĀLA

Amalan yang sangat dicintai Allāh Subhānahu wa Ta'āla adalah amalan yang wajib, seperti shalāt 5 waktu, puasa Ramadhān, zakāt māl dan amal-amal wajib lainnya.

Dalīlnya adalah firman Allāh Subhānahu wa Ta'āla dalam hadīts qudsi.

Allāh Subhānahu wa Ta'āla berfirman:

وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيهِ

"Tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri dengan suatu amalan yang lebih aku cintai dari amalan yang aku wajibkan." (Hadīts shahīh riwayat Al Bukhāri nomor 6502)

Maksud hadīts ini adalah Allāh lebih cinta dengan amalan yang wajib daripada amalan lainnya.


⑵ AMALAN YANG DICINTAI ALLĀH SUBHĀNAHU WA TA'ĀLA

Selain ada amalan yang sangat dicintai Allāh, di sana juga ada amalan yang masih dicintai Allāh namun kedududukannya di bawah amalan wajib ini. Yaitu amalan-amalan sunnah (seperti) shalāt rawatib, puasa sunnah senin-kamis, puasa Dāwūd.

Ini semua adalah amalan yang dicintai oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla, tetapi tidak bisa mengalahkan kecintaan Allāh Subhānahu wa Ta'āla pada amalan wajib.

Dalam hadīts qudsi, Allāh Subhānahu wa Ta'āla berfirman:

وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيهِ ، وَمَا يَزالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ

"Tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku, dengan suatu amalan yang lebih Aku cintai daripada amalan yang Aku wajibkan. Hamba-Ku terus-menerus mendekat kepada-Ku dengan ibadah-ibadah sunnah hingga Aku pun mencintainya." (Hadīts shahīh riwayat Al Bukhāri nomor 6502)


⑶ AMALAN YANG DIBENCI ALLĀH SUBHĀNAHU WA TA'ĀLA

Selain amalan yang dicintai oleh Allāh, disana ada amalan yang dibenci oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla (yaitu) amalan yang tidak disyari'atkan oleh Nya.

Contoh:

√ Amalan-amalan bid'ah (misalnya)
√ Amalan-amalan yang tidak sesuai dengan SOP (standart operasional peribadahan) yang dituntunkan oleh Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam.

Contoh:

Ada seorang berpuasa namun dia hāidh (misalnya), maka dia tidak akan mendapatkan pahala akan tetapi mendapatkan dosa.

Allāh Subhānahu wa Ta'āla berfirman:

أَمْ لَهُمْ شُرَكَـٰٓؤُا۟ شَرَعُوا۟ لَهُم مِّنَ ٱلدِّينِ مَا لَمْ يَأْذَنۢ بِهِ ٱللَّهُ ۚ

"Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allāh yang mensyar'iatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allāh?" (QS. Asy Syūrā: 21)

Dan Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallampun telah memperingatkan umatnya tentang amalan yang tidak ada syar'iatnya ini.

Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:

مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

“Barangsiapa melakukan suatu amalan yang bukan berasal dari kami, maka amalan tersebut tertolak.” (Hadīts shahīh riwayat Muslim nomor 1718)

Sahabat Bimbingan Islām rahīmaniy wa rahīmakumullāh.

Sebelum kita melakukan amalan untuk mendekatkan diri kepada Allāh, pilihlah amalan yang paling dicintai oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla terlebih dahulu, kemudian baru amalan yang di bawahnya.

Dan hindarilah amalan yang dibenci oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla, karena selain Allāh membencinya kita juga tidak akan mendapatkan pahalanya hanya capai yang kita dapatkan, bahkan bisa jadi Allāh Subhānahu wa Ta'āla murka kepada kita.

Semoga pembahasan ini bermanfaat.

Wallāhu Ta'āla A'lam Bishawāb.


وصلى الله على نبينا محمد

_________


Proudly Powered by Abu Uwais.