PESAN-PESAN

Nama

Email *

Pesan *

Jumat, 09 Agustus 2019

Halaqah 03| Puasa Sunnah Di Bulan Dzulhijjah

by Rory Rachmad  |  at  09 Agustus

🌍 BimbinganIslam.com
Rabu, 06 Dzulhijjah 1440H / 07 Agustus 2019M
👤 Ustadz Ratno Abu Muhammad, Lc
📗 Serial Bulan Dzulhijjah
🔊 Halaqah 03| Puasa Sunnah Di Bulan Dzulhijjah
⬇ Download audio: bit.ly/Djulhijjah1440-H3
〰〰〰〰〰〰〰

PUASA SUNNAH DI BULAN DZULHIJJAH


بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد الله و صلاة و سلم على رسول الله و على أله و أصحابه ومن تبعهم بإحسان الى يوم القيامة أما بعد


Sahabat Bimbingan Islām, rahīmaniy wa rahīmakumullāh.

Di bulan Dzulhijjah ini ada sebuah ibadah yang agung, sebuah ibadah yang mulia di sisi Allāh Subhānahu wa Ta'āla. Sebuah ibadah yang memiliki keutamaan menghapus dosa setahun yang telah lalu dan dosa setahun yang akan datang, (yaitu) puasa pada tanggal 9 Dzulhijjah atau lebih dikenal dengan puasa 'Arafah.

Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam pernah ditanya tentang puasa 'Arafah.

Beliau (shallallāhu 'alayhi wa sallam) menjawab:

يكفر السنة الماضية والباقية

_"Puasa tersebut menghapuskan dosa satu tahun yang telah lalu dan dosa satu tahun yang akan datang."_

(Hadīts shahīh riwayat Muslim nomor 1162)

Itulah fungsi dari puasa 'Arafah, sehingga jangan sampai kita terlewatkan dalam melaksanakannya.

Kita memohon pertolongan kepada Allāh, semoga Allāh memberikan taufīq dan memudahkan urusan kita.

Di samping puasa 'Arafah, di bulan Dzulhijjah ini, ada juga puasa sunnah yang dianjurkan oleh sebagian ulamā kita, (yaitu) puasa sejak tanggal 1 Dzulhijjah hingga 9 Dzulhijjah.

Ini merupakan pendapat Syaikh Bin Bazz, Syaikh Ibnu Utsaimin, Syaikh Sulaimān Ar Ruhaili, Syaikh Sa'ad bin Nassir Asy Syatsri  dan yang lainnya.

Dalīlnya adalah sabda Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam:

مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ (يَعْنِى أَيَّامَ الْعَشْرِ)

_"Tidak ada hari yang melebihi kecintaan Allāh Subhānahu wa Ta'āla pada amal-amal shālih yang dilakukan pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah."_

(Hadīts shahīh riwayat Abū Dāwūd nomor 2438)

Sisi pendalīlan dari hadīts ini adalah:

"Kita tahu bahwasanya puasa termasuk amal shālih, tidak ada di antara kita yang mengatakan bahwasanya puasa bukan amal shālih. Dan kata amal shālih inilah yang dipakai dalam hadīts di atas."

Sehingga jika ada seorang yang mengatakan bahwa puasa pada tanggal 1 sampai 9 Dzulhijjah tidak disyari'atkan (tidak disunnahkan) maka hendaknya ia mendatangkan dalīl untuk mengeluarkan puasa dari amal shālih yang disebutkan dalam hadīts di atas. 

Memang tidak ada riwayat bahwa Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam berpuasa pada awal bulan Dzulhijjah namun kita dapat menjawabnya, "Mungkin Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam memiliki alasan lain dan Beliau lebih memilih untuk tidak berpuasa guna melakukan hal-hal yang lebih bermanfaat.”

Namun Beliau (shallallāhu 'alayhi wa sallam) telah mensyari'atkan umatnya dalam keumuman sabda Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam dalam keutamaan 10 hari pertama bulan Dzulhijjah.

Dan ini sudah dimaklumi karena kitapun disunnahkan puasa daud namun Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam juga tidak melakukannya. Padahal itu adalah puasa yang paling dicintai oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Namun Nabi kitapun tidak melakukannya karena memiliki alasan-alasan lain yang mungkin kita tidak mengetahuinya.

Sehingga para ulamā mengatakan, "Disunnahkan untuk berpuasa bagi yang mampu, pada sembilan hari pertama bulan Dzulhijjah tersebut."

Sekali lagi!

Disunnahkan, bukan diwajibkan!

Bagi yang dapat melakukannya tentu akan menjadi amal shālih yang agung pahalanya dan bagi yang tidak dapat melakukannya karena satu dan lain hal, maka tidak ada dosa baginya namun hendaknya dia berdo'a.

"Semoga Allāh memudahkannya untuk melakukan amalan-amalan yang disyari'atkan oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla dan rasūl-Nya"

Semoga Allāh memudahkan kita untuk berlomba-lomba memperbanyak amal ibadah dan pahala sebagaimana banyak dari kalangan manusia yang mereka berlomba-lomba untuk memperbanyak harta dunia walaupun dia tidak tahu akan dikemanakan hartanya.

Semoga pembahasan ini bermanfaat.

Wallāhu Ta'āla A'lam Bishawāb.


وصلى الله على نبينا محمد

________


Proudly Powered by Abu Uwais.