PESAN-PESAN

Nama

Email *

Pesan *

Rabu, 11 Desember 2019

Halaqah 047b | Hadits 44 (Bagian 02)

by Rory Rachmad  |  in Bahjatu Qulubul Abrar at  11 Desember

🌍 BimbinganIslam.com
Selasa, 15 Rabi’ul Awwal 1441 H / 12 November 2019 M
👤 Ustadz Riki Kaptamto Lc
📗 Kitab Bahjatu Qulūbul Abrār Wa Quratu ‘Uyūni Akhyār fī Syarhi Jawāmi' al Akhbār
🔊 Halaqah 047b | Hadits 44 (Bagian 02)
⬇ Download audio: bit.ly/BahjatulQulubilAbrar-H047b
〰〰〰〰〰〰〰

KITĀB BAHJATU QULŪBIL ABRĀR, HADĪTS 44 BAGIAN KEDUA


بسم اللّه الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على أشرف الانبياء المرسلين نبينا محمد وعلى آله وأصحابه و كل من تبعهم بإحسان إلى يوم الدين اما بعد


Kaum muslimin dan muslimat rahīmani wa rahīmakumullāh.

Ini adalah halaqah kita yang ke-47 dalam mengkaji kitāb: بهجة قلوب الأبرار وقرة عيون الأخيار في شرح جوامع الأخبار (Bahjatu Qulūbil Abrār wa Quratu 'uyūnil Akhyār fī Syarhi Jawāmi' Al Akhyār), yang ditulis oleh Syaikh Abdurrahmān bin Nāshir As Sa'dī rahimahullāh.

Kita lanjutkan pembahasan kedua hadīts yang ke-44 yaitu hadīts yang diriwayatkan dari Abū Hurairah radhiyallāhu ta'āla 'anhu.

Di dalam hadīts yang mulia ini, Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam mengabarkan tentang tiga amalan yang pahalanya akan terus mengalir meskipun orang yang mengamalkannya sudah meninggal.

Di antara amalan tersebut adalah:

⑵ Ilmu Yang Bermanfaat ( علم ينتفع به)

Ilmu yang terus menerus dimanfaatkan setelah dia meninggal.

Seperti (misalnya)

√ Ilmu yang pernah dia ajarkan kepada murid-murid yang mereka memahami ilmu tersebut dan mengamalkannya serta menyebarkan ilmu tersebut di tengah-tengah manusia. 

√ Buku-buku tentang ilmu yang bermanfaat yang pernah dia tulis.

Semua itu akan tetap dia dapatkan pahalanya, meskipun pemanfaatannya dilakukan secara langsung atau tidak langsung.

Intinya termasuk amalan yang pahalanya terus mengalir, meskipun dia sudah meninggal.

⑶ Anak Shālih Yang Mendo'akan Orang Tuanya (ولد صالح يدعو له)

Do'a anak shālih yang memberikan manfaat untuk kedua orang tuanya yang telah meninggal.

Apabila dahulu mereka (orang tua) mendidik anak-anaknya sehingga mereka menjadi anak  yang shālih, berbakti kepada orang tua dan senantiasa mendo'akan orang tua.

Maka ini merupakan amal kebaikan yang akan terus menerus dia dapatkan meskipun dia sudah meninggal.

Tiga hal ini sejalan dengan firman Allāh Subhānallāhu wa Ta'āla:

إِنَّا نَحْنُ نُحْىِ ٱلْمَوْتَىٰ وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا۟ وَءَاثَـٰرَهُمْ ۚ......

"Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang telah meninggal dan Kami menuliskan amalan-amalan yang telah mereka kerjakan dan buah dari amalan yang mereka tinggalkan." (QS Yāsīn: 12)

√ Amalan-amalan yang telah mereka lakukan maksudnya adalah amalan-amalan yang mereka sendiri langsung lakukan dengan tangan mereka.

√ Buah dari amalan mereka maksudnya adalah efek dari amalan yang pernah mereka lakukan dan dilakukan oleh orang lain atau dimanfaatkan oleh orang lain, sehingga orang ini mendapatkan pahala atas manfaat yang bisa dirasakan oleh orang lain.

Syaikh Abdurrahmān As Sa'dī rahimahullāh menyembutkan 3 (tiga) bentuk buah amalan seseorang yang tetap atau yang bisa sampai kepada dirinya meskipun dia sudah meninggal.

Yaitu:

⑴ Amal shālih yang dilakukan oleh orang lain disebabkan oleh arahan orang tersebut.

Orang itu yang mengajaknya, orang itu yang mengarahkan kepada amal shālih, sehingga orang itu mendapatkan pahalanya.

⑵ Perkara-perkara yang bisa diambil manfaatnya oleh orang lain,  maka orang itu (orang yang memberi manfaat) akan mendapatkan manfaat sebesar manfaat yang dirasakan atau diambil oleh orang lain.

⑶ Perkara-perkara atau amal shālih yang dilakukan oleh orang lain dan dihadiahkan kepada orang tersebut.

Misalnya:

Seseorang mengamalkan suatu amal shālih dan pahalanya dihadiahkan kepada orang tadi, sehingga orang tadi bisa merasakan pahala yang dihadiahkan orang lain kepadanya.

Orang-orang menghadiahkan pahala yang merupakan buah dari perbuatan baik yang dahulu dilakukan orang itu semasa hidupnya.

Karena perbuatan baik seseorang menjadikan orang lain senang, merasa dekat dan mencintai orang itu, sehingga mereka menghadiahkan pahala-pahala dari amalan-amalan kebaikan yang telah orang itu lakukan semasa hidup di dunia.

Hadīts ini juga menunjukkan anjuran untuk menikah dan memilih pasangan yang shālih untuk membangun rumah tangga dengan tujuan agar memiliki keturunan yang shālih yang bisa mendo'akannya setelah dia meninggal.

Demikian pembahasan hadīts yang mulia ini, semoga Allāh Subhānallāhu wa Ta'āla menjadikan amalan-amalan kita terus kita rasakan manfaat dan pahalanya kelak di hari kiamat.

Semoga Allāh Subhānallāhu wa Ta'āla menjadikan keturunan-keturunan kita,  keturunan-keturunan yang shālih yang senantiasa mendo'akan kita setelah kita meninggal.


Wallāhu A'lam


وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه  وسلم
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
_______


Proudly Powered by Abu Uwais