PESAN-PESAN

Nama

Email *

Pesan *

Rabu, 11 Desember 2019

Halaqah 45 | Hadits Yang Berkaitan Dengan Pakaian Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam (Lanjutan)

by Rory Rachmad  |  in Syamail Muhammadiyah at  11 Desember

🌍 BimbinganIslam.com
Rabu, 07 Rabi’ul Akhir 1441 H / 04 Desember 2019 M
👤 Ustadz Ratno, Lc
📗 Kitab Syamāil Muhammadiyah
🔊 Halaqah 45 | Hadits Yang Berkaitan Dengan Pakaian Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam (Lanjutan)
⬇ Download audio: bit.ly/SyamailMuhammadiyah-45
〰〰〰〰〰〰〰

HADITS YANG BERKAITAN DENGAN PAKAIAN RASŪLULLĀH SHALLALLĀHU 'ALAYHI WA SALLAM (LANJUTAN)


بسم الله.
الْحَمْدُ لله، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رسول الله، وَعَلَى أله وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ القيامة، أَمَّا بَعْدُ:

Sahabat Bimbingan Islām rahīmaniy wa rahīmakumullāh.

Alhamdulillāh kita dapat berjumpa lagi pada pertemuan yang ke-45, dalam membahas Kitāb Asy Syamāil Al Muhammadiyah karya Imām At Tirmidzī rahimahullāh tentang hadīts-hadīts yang berkaitan dengan pakaian Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam.

Pada kesempatan kali ini kita akan membaca hadīts yang ke-60, berdasarkan penomoran dalam syarah Syaikh Abdurrazaq Al Badr hafīzhahullāh ta'āla.

Hadīts ke-60 ini berkaitan dengan do'a yang dibaca Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam ketika Beliau memiliki baju, sarung atau pakaian baru  lainnya. Ini menunjukkan kepada kita tentang pentingnya berdo'a.

Hadīts ini diriwayatkan oleh Imam At Tirmidzī dari guru beliau yang bernama Suwaid bin Nashr, dari Abdullāh bin Mubārak dan dari Said bin Iyās Al Juzairi dari Abū Nadhrah dari sahabat Abū Said Al-l Khudriy radhiyallāhu 'anhu.

Abū Said Al Khudriy radhiyallāhu 'anhu, pernah berkata :

كَانَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم، إِذَا اسْتَجَدَّ ثَوْبًا سَمَّاهُ بِاسْمِهِ عِمَامَةً أَوْ قَمِيصًا أَوْ رِدَاءً، ثُمَّ يَقُولُ: اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ كَمَا كَسَوْتَنِيهِ، أَسْأَلُكَ خَيْرَهُ وَخَيْرَ مَا صُنِعَ لَهُ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهِ وَشَرِّ مَا صُنِعَ لَهُ.

Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam ketika Beliau memakai pakaian baru, Beliau berdo'a dengan menyebut nama pakaian tersebut dalam do'anya baik itu: عِمَامَةً أَوْ قَمِيصًا أَوْ رِدَاءً

⇒ Jadi yang disebutkan adalah jenis pakaiannya, bukan menamai pakaiannya, karena bagi yang tahu bahasa Arab, ini bisa mengarah ke arah itu. Seakan-akan Beliau memakai pakaiannya dengan nama-nama sesuatu. Tapi yang dimaksud di sini adalah menyebut jenis pakaian dalam do'anya.

Beliau shallallāhu 'alayhi wa sallam berdo'a, "Yā Allāh untuk-Mu segala puji, Engkau telah memberikan pakaian untukku. Aku memohon kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan yang ia dibuat untuknya. Dan aku berlindung dari keburukannya dan dari keburukan yang ia dibuat untuknya."

Syaikh Abdurrazaq ketika mencontohkan hadīts ini dalam praktek nyatanya, ternyata Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam ketika memiliki: عمامة baru (عمامة adalah kain di atas kepala untuk laki-laki), Beliau berdo'a: 

اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ كَمَا كَسَوْتَنِيهِ هذة العمامة

Beliau berdo'a dengan menambah kata: هذة العمامة ( sesuai dengan nama bendanya  yaitu: عمامة).

Apabila beliau menggunakan gamis beliau mengatakan :

اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ كَمَا كَسَوْتَنِيهِ هذا القميصا

Ini adalah praktek yang dilakukan Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam yang dimaksudkan dalam hadīts ini.

Setelah Beliau menyebutkan nama pakaiannya, Beliau meneruskan untuk memohon kebaikannya dan berlindung dari kejelekannya.

Namun jika kita susah untuk meniru Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam dengan do'a  seperti contoh Nabi ini, karena kita tidak mengetahui bahasa Arab (misalnya) maka kita boleh mencukupkan diri dengan membaca do'a sebagaimana yang ada di dalam hadīts itu.

Misalnya membaca do'a:

اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ كَمَا كَسَوْتَنِيهِ، أَسْأَلُكَ خَيْرَهُ وَخَيْرَ مَا صُنِعَ لَهُ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهِ وَشَرِّ مَا صُنِعَ لَهُ

Boleh berdo'a dengan do'a seperti ini. Dan di sana ada do'a-do'a lain ketika mendapatkan pakaian baru yang bisa dibaca di dalam kitāb-kitāb do'a.

Kemudian, sahabat Bimbingan Islām rahīmaniy wa rahīmakumullāh, kenapa kita harus berdo'a ketika memakai pakaian baru?

Alasannya adalah :

⑴ Pakaian adalah nikmat dari Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Kita dapat berhias dengannya kita juga dapat menutup aurat dengannya.

Allāh Subhānahu wa Ta'āla berfirman :

يَٰبَنِيٓ ءَادَمَ قَدۡ أَنزَلۡنَا عَلَيۡكُمۡ لِبَاسٗا يُوَٰرِي سَوۡءَٰتِكُمۡ وَرِيشٗاۖ وَلِبَاسُ ٱلتَّقۡوَىٰ ذَٰلِكَ خَيۡرٞۚ ذَٰلِكَ مِنۡ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ لَعَلَّهُمۡ يَذَّكَّرُونَ

"Wahai anak cucu Ādam! Sesungguhnya Kami telah menyediakan pakaian untuk menutupi auratmu dan untuk perhiasan bagimu. Tetapi pakaian takwa itulah yang lebih baik. Demikianlah sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka ingat." (QS Al A’rāf: 26)

⑵ Karena pakaian terkadang memiliki kebaikan dan terkadang memiliki keburukan.

Di antara contoh keburukan adalah menjadikan pakaian tersebut sebagai pakaian sughrah (pakaian agar menjadi terkenal) atau pakaian aneh yang diingkari oleh masyarakat setempat.

Kemudian pakaian laki-laki yang isbal (misalnya) atau contoh lain yang ada pelanggaran syari'at di dalam pakaian tersebut. Ada dampak negatif baik secara duniawi maupun ukhrawi dalam pakaian tersebut bagi pemiliknya, sehingga kita perlu memohon kebaikan dan juga perlu berlindung dari keburukannya.

Semoga pembahasan ini bermanfaat. Semoga Allāh memudahkan kita untuk menghapal dan mempraktekkan do'a ini.

Wallāhu Ta'āla A'lam Bishawāb.

وصلى الله على نبينا محمد
________


© 2020 Copy Right Abu Uwais. templates by Blogger
Proudly Powered by Abu Uwais